
Hallo....Assalamu'alaikum..." Jawab Aqeela
"Wa'alaikum salam..., Aqeela ini Rani." Sahut Line sebrang
"Oh..., iya Mbak Ran. Ada apa?" Tanya Aqeela.
"Tumben Mbak Rani telepon aku?" Batin Aqeela.
"Qee... kamu kita calonkan ketua OSIS periode ini, ya..."
"Jangan Mbak, Qeela gak sanggup... berat Mbak..." Sahut Aqeela.
"Ran.. Rani..." Sela Desta
"Iya, siapa ini?" Tanya Rani
"Ran, Aku Desta... Kamu jangan desak Aqeela jadi Ketos atau apapun yang berhubungan sama OSIS. Okay..." Seru Desta
"Emang Aqeela sapa kamu? Berani banget ngelarang." Solot Rani.
"istri aku... cukup kan... Sampaikan ke Wisnu, suaminya ngelarang..." Sahut Desta menyambar Ponsel Aqeela dan megklik tombol off.
Desta menarik napas berat, menyerahkan kembali ponsel milik Aqeela.
"Kalo ada yang minta kamu jadi ketos lagi tolak langsung..." Kata Desta emosi.
"Aku gak sudi kamu berurusan sama cowok mesum itu..." Omel Desta.
"Nekat banget tuuuh anak..." Sahut Wawan.
"Nah, tuuh bener banget kamu Wan... bonek banget.... " Sahut Vian.
"Harus dibikin kapok tuh anak... Gak ada takut-takutnya..." Sambung Ronald
"Gak nyadar apa tuh cowok yang dia hadapi mafianya para genkster... " Doni menimpali.
Aqeela malah cengar cengir mendengar ocehan dan makian teman-temannya itu.
"Semoga persahabatan kita sampai kakek nenek...." Gumam Aqeela dalam hati.
💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗
Di tempat lain...
__ADS_1
Cafe Gaul...
"Udah percaya sekarang?" Kata seorang cowok.
Rani menghela napas panjang. Sambil mengangguk.
Rani, sekretaris OSIS periode Wisnu. Anaknya cantik, dandanannya juga gak neko-neko.
Ia selalu menemani Wisnu, jika ada kegiatan OSIS.
Seperti saat ini, karena beberapa minggu lagi periode mereka bakal berakhir. Pengurus OSIS sedang bergerilya mendapatkan bibit terbaik untuk menduduki posisi Ketos menggantikan Wisnu.
Wisnupun begitu, ia juga menyodorkan beberapa nama kepada pengurus yang lain. Dan salah satunya ada nama Aqeela, tapi di coret sama yang empunya tulisan.
Dan Rani yang bertugas memberikan kepada panitia, mempertanyakannya.
Wisnu hanya menjawab, Aqeela tidak bersedia. Karena Rani tidak percaya begitu saja. Iapun menelpon Aqeela.
"Wis..., yang dikatakan Mas Desta tadi...?" Tanya Rani memandang cowok yang tak lain Wisnu.
"Yang mana?" Potong Wisnu
"Kalo dia suaminya Aqeela? Apa benar seperti itu?" Rani kepo
"Haa haa haa... Mas Desta itu dulu most wanted loo, Wis. Pamor kamu aja kalah sama dia. Banyak cewek yang klepek klepek sama dia...." Rani menertawakan Wisnu
"Udah gak usah ngomongin cowok kayak dia gatel telinga gue..." Wisnu meninggalkan Rani begitu saja. Menuju meja kasir.
"Mau pulang bareng gak?" Ajak Wisnu melihat Rani sibuk dengan ponselnya.
"Gak usah, aku di jemput Anang." Kata Rani sambil tersenyum penuh arti.
"Ati-ati Loe... langsung pulang. Jangan mandi ajak yang aneh-aneh sama Anang." Pesan Wisnu sok bijak.
"Sok baik. Kamu kira aku gak tau apa kelakuan kamu sama cewek-cewek di luaran sana." Bisik Rani.
"Kamu.. mau?" Bisik Wisnu
"Sinting.. mending kamu Segera jauh-jauh dari aku deh. Virus tuuh nyebarnya cepet ..." Usir Rani.
" Virus cinta yang tamvan..." Ucap Wisnu meninggalkan Rani yang menunggu pujaan hatinya.
💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗
__ADS_1
Keesokan harinya...
Seseorang mengetuk pintu kelas Aqeela yang pelajaran kimia.
Nampak Chiko dan Indah, dari perwakilan OSIS.
"Aqeela, kamu ikut mereka sebentar..." Titah Bu Dyah guru kimia.
Aqeela tanpa membantah mengikuti kedua kakak kelasnya itu.
"Ada apa, Kak?" Tanya Aqeela begitu sampai di ruang OSIS.
Selain Chiko dan Indah, di situ sudah menunggu Wisnu, Rani dan Pak Baihaqi pembina OSIS.
"Kami hanya menanyakan, kenapa sampai nama kamu di coret. Padahal ada dukungan lebih dari 35% buat kamu?" Aqeela mendelik menatap Chiko.
"Aku gak pernah merasa mendaftar sebagai calon ketos itu yang pertama. Yang kedua aku ngerasa gak sanggup kalo harus dibere amanah seberat itu." Jawab Aqeela tegas.
"Apa siih sebetulnya kesibukan kamu, Qee?" Tanya Pak Baihaqi.
"Maaf Pak, ini ranah pribadi saya." Jawab Aqeela. Gak mungkin juga ia mengatakan gak diizinkan suami. Atau karena saya sudah menikah.
"Apa perlu, saya mintakan izin kepada Ustadz Zainal atau Ustadzah Dewi?" Rayu Pak Baihaqi yang juga tahu hubungan kedekatan Aqeela dengan kedua guru agama tersebut.
"Tidak perlu, Pak. Ini tidak ada hubungannya dengan mereka berdua. Ini murni karena saya yang merasa tidak sanggup, Pak." Tutur Aqeela yang akhirnya meluluhkan hati Pak Baihaqi.
Wisnu, Rani, Chiko dan Indah nampak sangat kecewa dengan keputusan Pak Baihaqi yang meluluskan permintaan Aqeela. Mundur dari pencalonan Ketos.
Karena Chiko, Rani dan Indah memiliki pemikiran yang sama, Aqeela memiliki aura pemimpin yang baik. Mereka juga yakin Aqeela bisa membawa banyak kemajuan untuk sekolah.
Sedangkan Wisnu, ia berharap dengan Aqeela menjadi Ketos. Ia bisa lebih dekat dengan Aqeela. Sehingga mempermulus jalannya untuk memiliki Aqeela.
"Pak. Kak Wisnu, Kak Chiko, Mbak Rani dan Mbak Indah meskipun saya bukan pengurus OSIS. Percayakah saya akan mendukung semua program OSIS." Pesan terakhir Aqeela sebelum kembali ke kelasnya.
💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗
To be continue....
Tetap kasih aku ❤👍🏻📝💯⭐5
Tengkyuu
I Love You
__ADS_1