MENDADAK USTADZAH

MENDADAK USTADZAH
Desta N the Genk come back


__ADS_3

Flashback


Pukul lima sore sebelumnya


Atas instruksi Doni yang meminta semua berkumpul di cafe tempatnya bekerja. Tentunya tanpa sepengetahuan Aqeela.


Sore Doni sudah pamit kerja. Sedangkan Desta pamit kuliah.


Di cafe ada, Desta, Ronald, Wawan, Doni dan Vian kumpul bareng. Bukan untuk bersenang-senang. Karena apalagi coba kalo bukan karena tingkah Wisnu yang udah bikin Aqeela nangis.


"Don, sebetulnya ada apa. Kamu sampai nyuruh kita kumpul di sini. Kenapa gak di rumah saja." Kepo si Desta.


"Di rumah ada Aqeela, Ta..." Ucap Doni.


"Lhoo kan bagus." Jawab Desta.


"Kamu **** ato gimana siih.." Doni udah gak tahan ama watados Desta kali ini.


"Dengerin dia dulu, Pret.. Kampret..." Oceh Ronald.


"Aqeela gak boleh tau ini. Karena dia udah ngancem aku di sekolah tadi." Kata Doni yang disambung belalakan mata oleh keempat temannya.


Desta akhirnya luluh.


"Okay... aku bakal jadi pendengar yang setia. " Kata Desta.


"Bagus... dan catatan lagi. Jangan emosi. Apapun yang aku katakan cukup kalian dengarkan." Titah Doni.


"Cepetan Don.... " Teriak Wawan.


"Wisnu... tadi dia ngancem aku. dia nyuruh Desta ningggalin Aqeela."


Braakkk...


Desta menggebrak meja, saking marahnya. Membuat pengunjung lain menatap tidak nyaman ke arah mereka.


Kelimanya auto memberikan tatapan menyesal kepada pengunjung lainnya.


"Ta, tenang... aku kan bilang dengerin." Hardik Doni sedikit meluapkan emosi.


Ronald yang ada si sebelahnya hanya mengusap bahu Desta memberi kekuatan.


"Yang kuat ya...Bro..resiko punya istri baik, cantik, solihah jagoan pula." Bisik Ronald.


"Somplak..." Maki Desta.


Kontan yang lain tertawa renyah.


"Tapi, aku gak tahu apa yang diucapkan Wisnu ke Aqeela. Sampai bikin Aqeela nangis. Kaki tangannya si Wisnu nahan aku. Mereka bawa aku menjauh dari Aqeela dan Wisnu. Aku hanya bisa lihat." Ucap Doni geram.


"Wisnu... awas kamu ya...." Umpat Desta


"Des, ini bukan saatnya kamu maki-maki. Kita harus come back." Ucap Ronald.


"Setuju... Wisnu terlalu merendahkan kita.." Sahut Wawan.


"Siap...." Sambung Vian.


"Kalian ada ide... Otakku gak bisa kerja." Ucap Desta panik.

__ADS_1


"Des, mending kamu sekarang diem. Biar kita yang urus ini. " Pinta Ronald.


"Gak bisa.." Bantah Desta.


"Aqeela istri aku..." Gumam Desta.


"Des, kita ngerti. Tapi kita yakin kamu gak akan sanggup nahan emosi. Kita tahu siapa kamu. Melihat Aqeela di sakiti kamu bakal terpancing dan yang ada nanti, kamulah yang terjebak permainan mereka." Terang Vian.


"Mending sekarang kamu diem. Ikuti skenario kami. Jadilah the most wanted again..." Bisik Ronald.


Desta terdiam, membenarkan ucapan teman-temannya. Ia takkan sanggup menahan emosi melihat Aqeelanya disakiti orang lain. Siapapun dia.


Kali ini, ia hanya bisa mengiyakan semua titah teman-temannya. Tanpa berani membantah.


"Don, gimana kamu besok siap?" Tanya Ronald mengambil alih komando Desta.


"Siap" Jawab Doni.


"Kamu Vian.." Tanya Ronald.


"86, Ndan..." Jawab Vian.


"Okay, semua sudah ready... tinggal besok kita tunggu komando kamu Don." Ucap Ronald.


"Keselamatan Aqeela ada di tangan kamu." Bisik Ronald sambil menepuk punggung Doni bersahabat.


"Siap.. Ndan..." Balas Doni.


"Ya Alloh.. udah malam gaess... Aku balik dulu ya... Kasiyan Aqeela sendirian di rumah." Pamit Desta.


"Ta, inget. Pesan aku. Jangan terlihat panik di depan Aqeela. Korek informasi yang akurat dari istri kamu. Itu akan membantu kamu mengendalikan game. " Pesan Doni


💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗


Sepeninggal Desta.


"Aku kok gak yakin ya..." Bisik Vian.


"Kenapa?" Ucap Ronald bingung


"Wisnu itu bisa membolak balikkan keadaan." Vian seperti berpikir.


"Kalian tetap di sini." Titah Vian.


Iapun mendial sebuah nomer.


"Ndo, Nando.. kamu ke triple O sekarang. Kamu cari informasi tentang cowok bernama Wisnu. Fotonya aku kirim abis ini." Titah Vian.


"Halo... Galih, kamu ke double Yu sekarang. Cari info soal cowok bernama Wisnu. Fotonya aku kirim abis ini." Titah Vian.


"Maksud kamu?" Wawan memandang Vian seakan paham maksud sahabatnya itu.


"Iya... kita curi start..." Bisik Vian.


"Second plan.. good boys..." Sahut Ronald.


Flasback off


💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗

__ADS_1


Kembali ke rumah Desta dan Aqeela


Desta masih menenangkan Aqeela.


"Tidur yuuk..." Bisik Desta.


"Bae, kamu yakin gak ingin melakukannya sekarang?" Tanya Aqeela entah untuk yang keberapa kalinya.


"Siapa bilang aku gak pengen. Aku pengen dan sangat.. sangat... ingin melakukanya. Tapi aku gak ingin melakukannya kalo kondisi kamu seperti ini." Jawab Desta


"Kenapa, Bae... aku sudah ikhlas kok.." Aqeela masih berusaha meyakinkan Desta.


"Beb, melakukannya itu butuh feel. Butuh perasaan. Gak hanya butuh ikhlas. Kalo kita melakukan dengan terpaksa atau tertekan, yang terjadi yang salah satu gak akan menikmatinya. Malah bisa membuatnya fatal." Desta berhenti sejenak.


Memandang penuh cinta kepada Aqeela.


"Beb, melakukan itu gak bole karena terpaksa. Apalagi bagi seorang wanita , sex itu hal sensitif. Aku gak mau kamu kecewa dan menyesal nanti." Desta memeluk istrinya, mencium keningnya.


"Saat ini aku udah cukup puas meski hanya bisa sekedar kissing atau necking. Itu udah bikin aku deg degan.... Kita nikmati masa pacaran kita. Kamu pengen kan ngerasain pacaran kayak teman-teman kita?" Ucap Desta.


Aqeela mengangguk.


"Aku juga... aku juga pengen jadi pacar kamu. Pacar halal tersayang kamu. I Love You." Bisik Desta


"I love you too.." Balas Aqeela.


"Bole yaa cium lagi..."


"Bole..."


Butuh waktu untuk menenangkan Aqeela. Desta memeluk istrinya dengan hangat. Membuatnya sangat nyaman dalam tidurnya.


Tengah malam...


"Don, dimana?" Tanya Desta di sambungan line telpon.


"Perjalanan pulang" Jawab Doni.


"Ntar kalo sampai rumah, ketok pintu kamar aku..." Titah Desta.


"Don, Aqeela emosinya sudah terkontaminasi omongan Wisnu, gendeng itu." Maki Desta setelah Doni sampai rumah.


Mereka berbicara di kursi yang ada di depan kamar.


"Ta, kamu harus tenang... kalo kamu panik, Aqeela pasti lebih panik. Kita lihat saja besok, sebenarnya apa yang akan Wisnu dan Aqeela lakukan." Kata Doni.


"Kamu mending sekarang tidur, temani Aqeela. Itu lebih membantu Aqeela. Daripada kamu parno kayak gitu..." Ucap Doni lagi.


"Udah sono, masuk kamar..." Doni menarik paksa tangan Desta membawanya naik ke atas dan mendorongnya masuk ke dalam kamarnya.


"Jangan lupa dikunci." Teriak Doni dari luar.


💗💗💗💗💗💗💗💗


**To be continue


Next part siapkan nyali gede ya...


Ramaikan Princess of Mojopahit yaaa**...

__ADS_1


__ADS_2