
Kelas dua belas ipa tiga heboh. Teriakan kegaduhan kenceng banget. Sampai terdengar seantero penjuru.
Pasalnya di depan pintu kelas mereka tergantung ular, kecoa dan laba-laba. sehingha membuat cewek-cewek yang baru datang histeris gak karuan.
Sampai Desta nyampe. “ Des, kayaknya yang digantung itu punyaan kamu deh.” Bisik Wawan pelan.
“ Kayaknya, tapi siapa yang berani-berani naruh disini, brengsek banget tuh anak.”
“Des, kayak sapa lagi kalo bukan…”
“Cewek sotoy itu kan!” Potong Desta cepat
“Siapa lagi.” Ronald menimpali
Dari kejauhan Nampak Aqeela senyum penuh kemenangan melihat kejadian di depan kelas dua belas ipa tiga. Membuat Nabila yang disampingnya agak sedikit ngeri. Membayangkan apa yang bakal terjadi ama sobatnya itu.
Bukannya gak tau tapi Nabila adalah saksi kunci kejahilan Aqeela. Tapi juga manusia yang gak pernah tahu kenapa Aqeela senekat itu.
Benar saja feeling Nabila. Gak sampe sepuluh menit kemudian Desta and the genk udah nongol di depan kelas sepuluh IPA empat. Kelasnya Aqeela.
Aqeela diem saja. Ngeliat ada segerombol anak mencarinya. Sengaja ia gak mau menampakkan diri.
“Hei, cewek sotoy, sini kamu!” seru Desta begitu ngeliat Aqeela ada duduk di bangku timur di depan kelasnya.
“kenapa? Nyari aku, kak?” Tanya Aqeela dengan nada inosen. Sok gak ngerti apa-apa.
“Kurang ajar kamu, ya. Coba kalo kamu cowok udah aku bikin babak belur. Sayang kamu cewek.” Aqeela tersenyum ndengarnya.
“sini, ikut aku sekarang!” kali ini suara Desta sedikit diserem-seremin.
“Buat apa?” tapi Aqeela gak takut sama sekali, keliatan dari nada suaranya.
__ADS_1
“kelas gue, lo apain tadi he?”
“saya apain. Emangnya saya Pak Ujang yang tiap hari bersihin kelas. Sampe harus tahu kelasnya kakak kenapa.” Kali ini Aqeela mulai terbawa ikut bentak. Sambil menahan tawa. Sehingga memancing beberapa temannya yang kebetulan di luar menoleh ke arah mereka.
“ kamu ini….” Belum sempat Desta melanjutkan.
“ada apa ini. Pagi-pagi udah ribut.” Pak Guntur mendatangi mereka.
“Tanya aja sama cewek sotoy ini!” jawab Desta
“Desta, kamu lagi..” Pak Guntur menunjuk kearah Aqeela dan Desta. “ Udah kalian ikut Bapak sekarang!”
“Kemana,Pak?” Aqeela mencoba mencari celah agar dia tak berurusan. Tapi, Pak Guntur adalah guru yang gak mau tau, yang terlibat harus diadili semua baik yang benar maupun yang salah.
“udah gak usah banyak tanya ikuti saya!” Pak Guntur gak mau kalah ama Desta dan Aqeela. Akhirnya mereka berempat mengikuti langkah Pak Guntur.
Ternyata mereka ke kelas Desta. “ Kalian copot gantungan ini sekarang!” perintah Pak Guntur.
Tanpa komando yang kedua mereka segera mencopoti gantungan aneh di pintu ( apalagi kalo bukan uler, kecoa ama laba-laba )
“ gak ada, Pak.” Jawab Desta dan Aqeela kompak.
“ kompak juga, ngelesnya. Siapa yang punya gantungan ini?”
Desta dan Aqeela diem. Mereka kayaknya jaim buat ngaku.
“Punya siapa?” kali ini Pak Guntur mulai melotot.
“ yang ini punya Desta, Pak. Kalo yang kecoa punya Ronald, Pak.” Wawan yang mulai takut dengan bentakan Pak Guntur gak sengaja keceplosan, membuat yang di sebut namanya kaget.
“ Betul.” Ulang Pak Guntur. “ Iya, Pak.” Akhirnya mau gak mau Desta ama Ronald ngaku.
__ADS_1
“ kalo yang ini.” Tanya Pak Guntur sambil nunjukkan laba-laba ke muka mereka.
“itu pasti punya cewek ini.” Kata desta dengan emosi
“ Betul!” Tanya Pak Guntur menoleh ke Aqeela
“ he he he, iya Pak.” Aqeela mengaku
“ Aduuh. Kenapa lagi. Kamu itu kan cewek kok ya bisa-bisanya jadi pengikut mereka” kali Pak Guntur bertutur sambil menunjuk kea rah Desta, Wawan ama Ronald.
“ ini semua gara-gara ulah mereka juga,Pak. Sewaktu saya di musholla. E, saya dilempari ama uler dan kecoa. Ya, udah sekarang saya kembalikan uler ama kecoanya plus saya kasih bonus laba-laba.” Aqeela membela diri.
“ Betul begitu, Des?” Pak Guntut menghela nafas panjang.
“ Nggak mungkinlah, pak dianya aja yang ngarang. Bisa aja kan dia ngambil di tas saya.” Elak Desta.
“ O, hebat sekali kamu bisa memutar balikkan fakta. Pak emang saya apaan nyolong uler ama kecoa plastik buat apa gak laku dijual. Mending nyolong duit.” Aqeela gak kalah sengit
“ Desta, kamu itu gak kapok-kapok. Udah ini piaraan kalian saya kembalikan. Kalo besok-besok ada binatang tergantung lagi kalian berdua akan saya skorsing. Gak peduli siapa yang bawa. Desta ato Aqeela. Sekarang kembali ke kelas!” perintah Pak Guntur.
Sekembalinya Pak Guntur ke ruang guru. “Da pa, Pak?” Tanya Bu Inge
“Itu si Desta ngerjain anak kelas sepuluh. E, yang dikerjain gak terima di bales.”
“Wah hebat juga tuh anak. Ternyata ada juga yang berani ngelawan si Desta itu. Cowok ato cewek Pak?”
“ Cewek. Itu lo, Bu yang kemaren ngajinya paling T.O.P pas Safari Ramadhan.”
“O… Aqeela.” Bu Siti ikut nyahutin
“Wah, kayaknya ntar ada Destawati nee.” Kelakar Pak Galih. Yang dari tadi cuman ndengerin komentar rekan-rekan seprofesinya.
__ADS_1
Dengar komentar Pak Galih yang lain nyengir, berharap tidak.
***