MENDADAK USTADZAH

MENDADAK USTADZAH
RS Husada Utama


__ADS_3

Selesai dari RS Karmen, mereka menuju RS Husada Utama yang berada di Jl. Mayjen. Prof. Dr. Moestopo dimana Mita dirawat di sana.


"Qee, Rafa tadi siapa? Kok kamu keliatan takut banget?" Tanya Desta begitu mereka sudah di mobil.


Aqeela terdiam. Kilatan masa lalunya bersama Rafa muncul kembali.


Desta bahkan yang lain fokus memandang Aqeela. Karena tidak biasanya seorang Aqeela terdiam. Biasanya dia sangat cerewet. Dan banyak omong.


"Qee, apa dia pernah nyakitin kamu? Bilang saja ke kita-kita. Apa perlu kita bantu buat balas dendam atau kasi pelajaran gitu?" Sahut Vian masih tetap memperhatikan Aqeela.


Aqeela masih diam.


"Qee... apa perlu kita cari tau tentang Rafa?" Kali ini Wawan mencoba memberi solusi.


"Ayolah Qee... kamu selalu bantu kita-kita. Gak ada salahnya kini giliran kami yang bantu kamu." Ronald mulai cemas.


Aqeela... masih diam. Ia menoleh ke belakang. Melirik ke sampingnya dimana Desta masih mengemudi dengan tenang, walaupun Aqeela tahu ada kecemasan disana.


Semua masih menunggu jawaban Aqeela.


"Kak...." Aqeela sedikit ragu.


"Iya...." Sahut seisi mobil kompak. Wajah mereka nampak tegang. Harap-harap cemas atas kegalauan Aqeela.


"Rafa tadi itu... teman SDnya Aqeela." Aqeela masih menunduk. Masih ada rasa bimbang.


"Terus?" Semakin penasaran tuh seisi mobil.


"Terus kenapa kamu takut gitu." Lanjut Desta


"Rafa sama aku tuuh dulu bukan teman. Lebih tepatnya kita lawan." Aqeela kembali berhenti.


"Setiap hari kita tengkar. Bahkan adu fisik." Yang lain masih menyimak.


"Kita setiap hari kena omelan guru. Sampai orang tua kitapun dipanggil. Sejak saat itu orang tua Rafa gak suka sama Qee..." Aqeela terhenti, ia menarik napas, menelan ludah dan minum. Memberi otaknya berpikir, mengulang memori lima tahun lalu.


"Sampai, waktu itu. Qee melihat Rafa digangguin kakak kelas. Terus Qee bantu... Tapi ternyata luka Rafa sangat serius waktu itu. Tapi Qee yang tetap disalahkan. Karena Yang ada di sana waktu itu hanya Qee." Aqeela menyandarkan punggungnya di jok.


"Setelah kejadian itu, besok dan seterusnya Aqeela udah gak pernah lihat lagi Rafa sekolah. Sampai tadi itu kita ketemu di rumah sakit." Aqeela kembali menunduk.


"Ya... begitulah Kak. Jadi sekarang Kakak tau kan kenapa Aqeela tadi sampai takut begitu." Pungkas Aqeela mengakhiri ceritanya.


"Ya.. sudahlah Qee... jangan bilang dia pake kursi roda karena kejadian waktu itu." Sahut Ronald cepat.


"Enggak mungkinlah... kalo emang karena kejadian lima tahun lalu. Kenapa masih terapi sampai sekarang? Harusnya kan sudah ada tindakan atau apagitu." Sambung Vian.


"Sudah sampai." Kata Desta menghentikan aktivitas rekan-rekannya membicarakan tentang Aqeela.

__ADS_1


\=====================================


Seorang resepsionis memberitahu kepada mereka lokasi rawat inap Mita.


Sebuah kamar rawat inap Vvip. menurut mereka sebuah kamar rawat inap bak hotel.


"Selamat pagi ... Assalamu'alaikum." Sapa Desta dan teman-temannya serempak.


"Wa'alaikum salam.." Seorang wanita sebaya mama Desta menjawab salam mereka.


"Maaf tante, kami teman-teman Mita. Ingin menjenguknya." Ucap Ronald mendahului teman-temannya.


"Oh.. eh.. iya silahkan." Jawab wanita itu ramah. Namun ada begitu melihat Aqeela dan Desta wajahmu berubah sedikit khawatir.


"Maaf, kalian Desta dan Aqeela kan?" Kata wanita tersebut menunjuk ke arah Desta dan Aqeela.


"Benar tante..." Sahut Aqeela.


"Bisakah kalian ikut tante sebentar?" Pinta wanita itu.


"Bisa." Jawab Aqeela


"Baik." Ucap Desta


Yang lain menuju bed Mita. sedangka mereka berdua mengikuti wanita tersebut ke sebuah ruangan. Ternyata ruangan tersebut adalah sebuah kantor, tertera di papan namanya dr. Steffanie Anggarainy, Sp.A.


"Saya Stefi, mamanya Mita." Wanita itu memperkenalkan diri.


"Desta... Aqeela.. tante atas nama Mita mohon maaf atas kejadian tempo hari. Apalagi tante dengar Aqeela sempat disuntik anestesi sama Mita." Ucap Tante Stefi sambil menunduk.


"Tante.. Aqeela. Insya Allah sudah memaafkan Kak Mita. Kak Desta juga sama. Kalo tentang anestesi Aqeela sudah periksa Alhamdulillah hasilnya negatif semua." Ucap Aqeela.


Tante Steffi sedikit berbinar dan senang mendengar perkataan Aqeela.


"Syukurlah, Alhamdulillah. Mungkin tante sama Om juga salah. Karena kapan hari Mita pernah bertanya kepada kami tentang anestesi, kami pikir ada hubungannya dengan sekolah. Ternyata ... untuk melukai kalian..." Kata Tante Steffi merasa salah.


"Sudahlah Tante, kami sudah tidak apa-apa. Kami hanya ingin mendukung Mita supaya bisa segera kembali ke sekolah. Dan kami akan menganggap tidak terjadi apa-apa." Kata Desta.


"Alhamdulillah, terima kasih ya Nak. kalian anak-anak baik." Pungkas Tante Steffi.


Di dalam kamar Mita.


"Mita... maafin Aqeela ya..." Ucap Aqeela


"Qee dan Kak Desta bener-bener tidak tahu kalo ternyata Doni itu pacaran Mita." Lanjutnya.


Mita mengangguk. Mita merasa sangat malu dan menyesal. Orang yang dia sakiti kali ini menengoknya di rumah sakit.

__ADS_1


"Kak cepet sehat ya... sekolah lagi. Bentar lagu ujian looo..." Kata Aqeela.


Sebentar kemudian sudah terdengar suara gelak tawa di dalam ruangan. Tante Steffi yang melihat anaknya sudah bisa tersenyum ikut bahagia. Dan sangat berterima kasih atas kehadiran Aqeela dan kawan-kawannya.


\=====================================


"Kak...." Suara Aqeela di line telpon. Diseberangnya ada Desta.


"Iya...."


"Kak... itu permintaan Doni bagaimana?"


"Ya.. kita harus membantunya, rencana Kakak?"


Yaa... waktu itu saat keduanya berada dikamar Doni.


"Des... aku bole minta tolong?" Pinta Doni.


"Kalo aku bisa, aku tolong." Jawab Desta


"Kalian bisa membantu aku, memberitahukan kondisiku kepada mama dan papa aku." Kata Doni.


"Dimana mereka?" Tanya Aqeela.


Doni kemudian memberikan dua buah alamat kepada Doni.


"Ini rumah mama, yang ini rumah papa." Kata Doni sambil menunjukkan masing-masing alamat kepada Doni.


Dan Desta menyanggupi permintaan Doni. Siapa sangka seorang Doni yang tangguh selama ini hidup seorang diri. Mama dan Papanya tinggal terpisah. Doni terlahir dari sebuah keluarga Broken.


Back to Desta dan Aqeela


"Kita mulai besok ke rumah papa Doni. karena lebih dekat dari sekolah." Ucap Desta dari seberang line.


"Okay..."


\=====================================


Wah.. wah... siapa Doni yaa???


terus kasi aku like yaa


Kasi komen


kasi votee plisss....


lop yu pull 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2