
"Ustaz kok gak ngomong-ngomong sih kalo mau ke sini." Tanya Aqeela begitu mereka berdua ke ruang tamu.
"Ya gak apa-apa kan, namanya juga silaturrahmi. Masak harus ngomong dulu ke Aqeela." Jawab Ustaz Zainal.
Aqeela kalimat Ustadz Zainal.
"Ustaz memang sengaja ke sini, ada perlu sama Ayahnya Aqeela." Lanjut Ustaz Zainal.
Aqeela melongo, " Oooohh.... Terus kenapa nee cowok jelek ini ikut." Tanya Aqeela sambil nunjuk Desta.
Ayah yang denger ocehan Aqeela melotot ke arah Aqeela. Seolah berkata, "Yang sopan kalo ada tamu."
Hee hee hee.. ( Kan Ayah gak tau hubungan Desta dan Aqeela di sekolah , jadi wajar dong kalo marah liat anaknya gak sopan kayak apalagi ngomongnya gak enak banget. )
"Lha dia emang jelek kok" Balas Aqeela sambil melet-meletin lidahnya.
Ayah melotot lagi. Aqeela hanya nyengir. Sedangkan Desta hanya ketawa geli. Dia memberi kode dengan mengangkat jempol. Sebagai isyarat , " Syukurin Loo... Kapokkan... emang enak dinpelototin sama ayah."
Aqeela memandang sebel ke arah Desta.
"Udah pak biarin, memang begitu kerjaan mereka berdua. Udah kayak kucing dan tikus. Sebetulnya mereka bersahabat baik looo..." Ustaz Zainal ngebela mereka.
__ADS_1
"Sahabat..." Mereka berdua cekikikan
"Iya... sahabatan kan itu buktinya kemarin kalian abis tawuran kan sama anak Cakrawala di gedung tua Jalan Flamboyan."
"Ustadz....." Kompak berdua melototin Ustaz Zainal.
Membuat Ustadz Zainal tertawa senang menyaksikan keduanya kelimpungan.
"Apa? Aqeela tawuran?" Ayah hampir marah.
"Enggak Ayaah.... Ampuunn.." Kata Aqeela sambil menelangkupkan kedua telapak tangannya ke depan dada seakan meminta ampun kepada ayahnya. Padahal sih hanya bercanda.
"Enggak kok pak, yang ada mereka sama beberapa temannya kasih pelajaran sama preman di sana." Bela Ustaz Zainal lagi.
"Ooh... saya kira... anak saya punya musuh lagi." Lanjut Ayah Aqeela.
"Tenang saja, Om. Selama ada Desta, Aqeela aman." Sahut Desta
"Aman dari hongkong. Yang ada kalo sama Kak Desta itu ya... aku di bully ama cewek satu sekolahan. Makanya males banget deket-deket dia." Elak Aqeela.
Kembali membuat Desta melotot. Sedangkan Ayah, ibu dan Ustadz Zainal hanya geleng-geleng kepala.
__ADS_1
" Lagian ngapain siih kamu ngekor Ustaz Zainal." Omel Aqeela. Diiringi tawa oleh ayah, Ustaz Zainal dan Ibu Aqeela yang baru ikutan gabung.
"Aku mau ngelamar kamu. Bole ya Om..." Kalimat Desta sontak bikin Aqeela geregetan.
"Kakak...." Aqeela hampir teriak histeris.
"Beneran kok. Om, saya serius kok. Hari ini saya mau ngelamar kamu." Kata Desta dengan mimik serius.
Ustadz Zainal dan Ayah Syarief memandang anak muda di depannya dengan pandangan aneh dan tidak percaya. Hampir sama dengan ekspresi Aqeela.
Namun keduanya tidak sampai histeris gak jelas gitu.
"Assalamu'alaikum...." Sebuah suara merdu mengucap salam dari luar membuyarkan lamunan semuanya yang seolah terhipnotis ucapan lamaran Desta yang blak-blak an di depan Ayah Aqeela.
"Wa'alaikum salam. Ustadzah Dewi." Kompak mereka jawab salam Ustazah Dewi yang nongol di depan pintu rumah Aqeela.
" kok seru banget ya... sepertinya saya ketinggalan jauh." Kata Ustazah Dewi. Setelah bersalaman dengan ibu Aqeela dan Aqeela.Ustadz Dewi duduk di depan Aqeela karena hanya sofa itu yang masih tersisa.
"Itu si Desta mau ngelamar Aqeela." Jawab Ustaz Zainal dengan tenang setelah menguasai keterkejutannya akibat ulah Desta.
"What..." Ekspresi Ustadzah Dewi juga sama, histeris..
__ADS_1
****