
Desta menerima telpon dari penelpon misterius itu...
Halooo"
"Iya..."
"Okay.."
Desta menutup telponnya dengan bernapas panjang.
Ia masih ingat alamat yang di berikan si penelpon, karena ia merekamnya. berkali-kali ia dengarkan.
"Tambak Oso... Ingat datang sendiri. bawa uang 200 juta. Kalau kamu masih mau cewek ini pulang dengan selamat. Haa haa haaa " Tawa bengis si penelpon yang membuat Desta semakin khawatir.
Desta sudah menyiapkan semuanya di mobil. Dan meluncur.
"Nald.. Wan."
"Aqeela di culik."
Abis ini aku share lok ya..."
Telpon grup Desta dengan Ronald dan Wawan.
Dan telpon di tutup begitu saja. Membuat kedua sahabatnya itu kaget.
Di line lain.
"Wan... aku jemput sekarang...Kita ikuti lokasi di yang dikirim Desta"
Ronald sudah siap dengan kendaraannya.meluncur ke rumah Wawan.
Di depan rumah, Wawan sudah siap. Begitu Jeep Ronald berhenti, Wawan langsung masuk tanpa diminta sang empunya.
"Nald... kamu udah nanya Om sama Tante syarief belum dimana posisi Aqeela sekarang?" Kata Wawan
"Jujur aku khawatir sama Desta, tuh cowok banyak musuhnya." Lanjutnya
Ronald menarik napas dalam dan panjang.
"Betul... sepertinya kita harus konfirmasi." Ronald mengamini ucapan Wawan.
Ronald mendial sebuah nama.
"Assalamu'alaikum"
"Om... Aqeela ada?" Tanya Ronald
__ADS_1
"Oh.. begitu baik Om, nanti saya telpon lagi." Jawab Ronald
"Assalamu"alaikum"
Ronald menutup telponnya.
"Wan.. Aqeela gak ada. Katanya keluar dari habis maghrib latihan karate."
Wawan menunduk, berpikir..
"Kira-kira siapa ya pelakunya?" Katanya pelan tapi masih bisa dengar oleh Ronald.
"Entahlah..." Jawab Ronald. Meskipun Wawan tidak mengharapkan jawaban dari Ronald.
Ronald mengemudi mengikuti arahan map dari loaksi yang dikirm Desta.
Dan map menunjukkan sebuah lokasi yang menghentikan laju jeepnya.
Di depan gudang sudah ada dua mobil berhenti.
"Nald... kita mending sedikit menjauh dari lokasi. Kita awasi dulu saja. Apa yang terjadi." kata Wawan kali ini insting mafianya kambuh.
Ronaldpun mengikuti arahan Wawan. Mereka memarkirkan mobilnya agak jauh.
Sepuluh menit kemudian....
"Wan.. Wawan... kok itu kayak Doni?" Kata Ronald
"Betul Nald... itu Doni..."
"Bahaya... " Pekik Ronald
"Vian... Vian... hubungi Vian sekarang." Pinta Wawan.
Ronald berpikir sejenak. gak ada salahnya mengikuti saran Wawan. Selama ini insting Wawan lebih kuat kalo tentang detektif-detektifan kayak gini.
"Haloo Vian..."
"Desta dalam bahaya, Dia di sekap sama Aqeela. di gudang daerah tambak Oso."
" Terakhir kontak sekitar sejam yang lalu, tapi kalau Aqeela gak tau sejak kapan dia di dalam."
"Okay aku share lok sekarang."
"Apa polisi?"
"Baiklah."
Ronald menutup panggilannya.
__ADS_1
"Kita di minta lapor polisi sama Vian. Karena ini sudah keterlaluan dan kelewat batas." kata Ronald
"Ya sudah lakukan. Tapi sepertinya orang tua Aqeela juga harus tahu." Usul Wawan.
"Aqeela juga dalam bahaya." Lanjutnya.
Dan Ronaldpun dengan sedikit gemetar mendial kembali nomer Ayah Aqela.
"Assalamu'alaikum"
"Om.. Jangan kaget ya... Om tenang dulu."
"Aqeela sama Desta sekarang, me... me.. me..reka berdua sedang dalam bahaya. Mereka di sekap Om."
"Sudah Om"
"Maaf ya Om... kami tadi masih memastikan keberadaan Aqeela."
"Baik Om.. Saya sama Wawan sudah di lokasi dan ini nanti ada teman juga yang mau bantu."
"Iya Om, kami juga akan segera lapor polisi."
"oh... begitu.. baik Om."
"Kita ikut alur Om..."
"Terima kasih Om"
"Wa'alaikum Salam."
Ronald menutup panggilannya.
__ADS_1