MENDADAK USTADZAH

MENDADAK USTADZAH
Berantem


__ADS_3

Sepekan selepas kejadian gantungan di depan pintu kelas, baik Aqeela maupun Desta belum pernah bertemu sekalipun.


Sampai hari ini, Desta sengaja menunggu kedatangan Aqeela di ujung lorong menuju kelas Sepuluh IPA empat.


Sepuluh menit sudah Desta menunggu, tapi belum ada tanda-tanda kemunculan Aqeela.


Desta N the gank mulai gelisah.


Pas dua menit menjelang bell, Aqeela nampak melenggang dengan santainya menuju kelas. Tanpa pernah tahu ada bahaya mengintainya.


Desta yang melihat keberadaan Aqeela, mulai ambil ancang-ancang. Dengan sekali gerakan tangan, anak buahnya mulai bergerak.


Ronal langsung menarik paksa tangan Aqeela. Karena tanpa persiapan dan dalam kondisi kaget, Aqeela berusaha keadaan. Mencoba melepas pegangan tangan Ronald namun ketika Ronald mulai kewalaha. Wawan datang membantu.


Dengan paksa mereka menyeret Aqeela ke depan Desta.


"Kalian beraninya sama cewek ya..." Hardik Aqeela tanpa takut.


"Bagi kami, kamu tuh cewek jadi-jadian tau. Gak ada feminim-feminimnya meski pake rok." Balas Desta gak kalah seremnya dengan tawa mengejek.


Pengen banget Aqeela tonjok saja muka ketiga seniornya itu. Tapi ditahannya. Aqeela masih ingat janjinya ke ayah. Kalo gak bole berantem lagi.


Aqeela menarik napas panjang. Seperti memikirkan sesuatu.

__ADS_1


"Kakak maunya apa?" Kali ini Aqeela menurunkan suaranya bbrp oktaf.


Belum sempet Desta menjawab, terdengar bell masuk berbunyi dengan nyaring.


Aqeela nampak lega.


"Tunggu nanti istirahat pertama." Kata Desta dengan ancaman yang dibisikkan lewat telinga Aqeela.


****


Teeet.. teeet...


Bunyu nyaring bel dua kali pertanda jam istirahat dimulai.


Tiga menit kemudian.... Seperti janjinya pada Aqeela.


Desta masuk ke kelas Aqeela, membuat seisi kelas memandang ke mereka. menantikan adegan menarik apa yang akan terjadi.


Walaupun sebenarnya pandangan mereka hanya untuk mengagumi wajah ganteng Desta yang memiliki wajah ganteng ala Julian Brandt dengan mata jernih original Indonesia, Ronald yang berkulit bersih bak Oppa-Oppa Korea dan Wawan yang bertubuh atletis bak atlet.


"Kak Desta ganteng banget..."


"Kak Ronald dong.. peluk aku..."

__ADS_1


"Kak Wawan aku padamu..."


"Mimpi apa aku semalam ada pangeran ganteng ke sini..."


Entah kalimat-kalimat apalagi yang dilontarkan teman-temannya. Aqeela sampai muak dan pengen muntah mendengarkan.


Aqeela memandang tajam ke arah mereka bertiga. Menghentikan aktivitas menikmati bekal yang dibawanya dari rumah.


Tanpa menunggu izin, Desta N the gank duduk mengepung Aqeela. Memaksa Nabila yang di sampingnya menyingkir.


Aqeela mencoba tetap tenang dan tak mengeluarkan kata apapun. Ia kembali menatap sinis ke arah Desta N the Genk.


Destapun melakukan hal yang sama. Menatap dengan senyum devilnya. Senyum yang membuat siapapun bergidik. Tapi itu tak berlaku untuk Aqeela.


Bagi Aqeela, Desta juga seorang siswa sama dengan dirinya. Apa yang harus ditakutkan.


Tanpa menunggu perintah dan tanpa suara Desta N the gank mencomot hidangan di depan matanya sampai habis tak bersisa.


" Ingaat!!! Ini baru awal, besok besok dan besok pasti masih ada yang harus kita selesaikan." Ancam Desta bengis.


Tanpa mengucapkan terima kasih mereka bertiga melenggang keluar seolah tak terjadi apa-apa.


Aqeela bernafas lega, setelah ketiganya keluar dari kelasnya. Dia sudah tidak peduli dengan ancaman dari genk Desta.

__ADS_1


***


__ADS_2