
Dea terlihat bimbang....
"De... jangan kamu lepas ikatan cewek itu..." Hardik Doni senang ketus. Membuat Dea sedikit takut.
"Dea.... Ayolah De... aku mohon... pliss lepasin Aqeela." Pinta Desta dengan memelas.
Dea memandang Desta, menyelidik apa yang diharapkan cowok itu.
"Desta , aku sayang kamu... Aku akan lakuin apa yang kamu inginkan.Apapun itu. Bahkan ngelepasin Aqeela sekalipun. Tapi janji ya... Kamu jangan dekat-sekat dia lagi." Kata Dea.
"Janji..." Kata Desta. Berusaha meyakinkan Dea.
"Jangan Dea... " Doni dengan kasar menarik tangan Dea.
"Aku bilang jangan itu ya jangan... Kamu gak tau kan siapa dia..." Bentakan Doni kali ini lebih kenceng dari yang tadi.
Membuat Dea gemetar.
"He.. Don.. ojo kasar-kasar koen... Hancuuk.. nek wani ayoo karo aku.. ojo karo Dea..."
(He... Don..jangan kasar-kasar kamu.... Hancuuk... kalau berani lawan aku.... jangan dengan Dea...)
Desta sangat kaget dengan perlakuan kasar Doni ke Dea. Sampai umpatan suroboyoannya keluar lagi.
"Koen menengo ae... mari ngene bagianmu tak entekno..."
(Kamu diam saja... setelah ini kamu yang akan aku habisi..)
Doni membalas Desta
"Okay... Tapi lepasin Aqeela." Kata Desta mulai melunak
"Gak iso... koen ngerti oo yoo... Goro-goro arek iku... awakku dadi gak karu-karuan. Koen karo dek e seng arep tak entekno..."
(Tidak bisa... kamu harus tahu... gara-gara dia .. badanku jadi babak belur. kamu dan dia akan aku habisi sekarang)
Ancam Doni.
__ADS_1
"Kamu licik Don... Kalo berani ayoo hadapi kami dengan berani." Tantang Desta
"Kenapa harus dengan cara begini..." Lanjut Desta
"Ini caraku..." Bisik Doni.
"kalo kamu masih berisik..." Doni mengeluarkan sebuah pistol dari balik bajunya.
"Aku gak segan-segan nembak kepala kamu." Ancam Doni sembari meletakkan Pistolnya di dahi Desta.
"Doni.. jangan..." Pekik Dea ketakutan.
"Sayang... bawa Dea keluar dari sini." Perintah Doni ke Mita.
"Sekarang giliranku ... kalian berdua akan jadi milikku sekarang... haa haa haa..." Teriak Doni dengan pongah, sambil memandang ke arah Desta dan Aqeela bergantian.
Dea semakin ketakutan.
Mita menyeret tangan Dea dengan kasar keluar dari ruang penyekapan.
Di depannya ada Ronald dan Wawan, "Balik kalian, tunjukkan dimana Desta dan Aqeela..." Perintah Ronald.
Mita dan Dea tak punya pilihan lain, kalau Ronald dan Wawan bisa masuk berarti penjaga di depan sudah mereka singkirkan.
Bahkan anak buah Doni, satupun tidak terlihat.
Mita dan Dea berjalan di depan diikuti Ronald dan Wawan.
"Ingat.. gak usah berisik. Kalau terjadi apa-apa sama Desta dan Aqeela maka kalian berdua juga gak akan selamat." Ancam Ronald
Doni melihat Mita dan Dea berjalan kembali ke arahnya.
"Kenapa balik Sayang?" Tanya Doni.
"Ronald?" Pekik Doni kaget...
"Berhenti kalian..."Kata Doni panik
__ADS_1
"Selangkah lagi kalian maju, Maka nyawa Desta dan cewek ini taruhannya." Ancam Doni.
"Kamu yang minggir.... Buang senjata kamu. Atau Mita yang akan jadi korban kami." Hardik Ronald lebih kencang.
Sedangkan Wawan memegang erat lengan kedua cewek itu tanpa ampun.
"Haa haa haa... masa bodo sama cewek... Hari ini aku cuma mau liat dua orang ini mati. Mati dengan tanganku sendiri..." Teriak Doni
"Doni..." Teriak Mita dan Dea barengan. Saking takutnya melihat api amarah di mata Doni.
"Kalian... iya.. kamu Mita. Kamu mau Doni mati? atau Kamu Dea? Apa kamu mau Desta mati?" Tanya Ronald dengan berbisik dan hati-hati supaya tidak terdengar Doni.
Keduanya menggeleng pasrah.
"Okay... kalo gitu kalian ikuti permainan kami." Bisik Ronald, kemudian memberi kode ke Wawan.
"Kamu Mita, pura-pura deketin Doni. kami juga akan pura-pura takut. Tapi ingat sambil deketin Doni kamu harus cari cara supaya ikatan Desta lepas..." Bisik Wawan di sambut anggukan oleh Mita.
Mita berjalan mendekat ke Doni.
"Nee .. Don cewek kamu.. kita gak butuh... Percuma juga aku aku nahan tuh cewek , eh kamunya juga gak pengen..." Kata Wawan dengan enggan.
Sesaat Doni fokus dengan Mita.. , Doni menyambut kehadiran Mita di pelukannya.
Dan kelengahan itu dimanfaatkan Vian masuk dan menyeret Desta dengan cepat. Vian dan kawan-kawannya kembali akan menyelamatkan Aqeela.
Namun Doni kembali sadar. Dengan geram Doni mendorong tubuh Mita dengan kencang. Membuat cewek itu hampir terjungkal. Air matanya terurai menahan sakit karena dorongan kasar Doni.
Doni seakan sudah lupa diri. Dendam sudah mendarah si hatinya.
Setelah Desta diselamatkan Vian, Doni mendekati Aqeela....
\=====================================
Aku ikut tegang nee ...
😥😥😥
__ADS_1