
Suara tawa Dokter Dika membahana di ruangan Dokter Bimo, memekakkan telinga. Sehingga dokter Bimo terpaksa menutup telinganya. Mendengar dokter Bimo menceritakan, bagaimana Aqeela dan Desta meminta mama dan papa Wisnu menjadi donatur karena ulah iseng keduanya.
"Serius Bim...?" Tanya dokter Dika dengan sisa tawanya
"Lha iyalah.. tuh dua bocah iseng banget. Akhirnya aku jewer si Desta." Jawab dokter Bimo.
"Mereka itu bocah rasa pasutri." Sahut dokter Dika
"What?" dokter Bimo yang memang tidak paham hubungan antara Desta dan Aqeela mendelik mendengar kalimat rekannya itu.
"Yes.. Mereka udah menikah." Kata dokter Dika dengan Datar.
Kali ini dokter Bimo melongo. " Ada yang patah hati neee rasa-rasanya."
"Anjriit.. Sejak ketemu pertama sama Aqeela aku udah patah hati." Ucap dokter Dika yang lebih terkesan seperti curhat.
"Haa haa haa haa..." Auto dokter Bimo langsung tertawa dengan nada mengejek.
"Tapi aku udah ikhlas kok, aku gak mau bernasib kayak si Wisnu kemarin." Suara dokter Dika terlihat khawatir.
Kali ini dokter Bimo yang ganti menertawakannya dengan suara tak kalah nyaring. "Haa haa haa..."
"Ya Tuhan, kalah aku sama abg kayak mereka." Komen dokter Bimo memberikan senyum misterius tak mempedulikan curhatan dokter Dika.
"Gak usah ngiri. Karena sepertinya mereka ingin saling melindungi satu sama lain. Denger-denger Aqeela tertusuk karena melindungi Desta dari si penusuk." Cerita dokter Dika panjang.
Dokter Bimo hanya menghembuskan napas panjang. Seakan ikut merasakan kesakitan Aqeela.
"Mereka pasangan kayak apa siiih?" Tanya dokter Bimo lirih, yang hanya di sahut dokter Dika dengan mengedikkan bahu tanda ketidaktahuannya.
"Udah ah, Bim. Aku balik kandang ya.. Desta sama Aqeela pasti udah nungguin. Hari ini mereka pulang." Dokter Dika pamit.
πππππππππππ
"Selamat Pagi Kakak...." Sapa segerombolan anak kecil di depan kamar Aqeela.
"Selamat pagi... Loo kalian? Kok ke sini? Sama siapa?" Tanya Aqeela sambil celingukan mencari orang dewasa yang menyertai rombongan anak-anak yang di rawat di ruang perawatan anak.
"Dokter Siska.." Sapa Aqeela begitu tahu mereka bersama dokter Siska.
"Mereka ingin menjenguk Kakak Aqeela, katanya." Sapa dokter Siska menggiring anak-anak masuk ruangan Aqeela.
Aqeela menghentikan aktifitas packingnya setelah dokter Dika mengatakan dirinya sudah diperbolehkan pulang hari ini.
Aqeela mempersilahkan tamu kecilnya duduk, lalu menatap satu per satu wajah mereka.
Suster Anna pernah bercerita bahwa kebanyakan anak-anak yang dirawat di sana adalab anak kurang mampu bahkan ada yang anak panti asuhan.
Penyakit yang mereka idappun berbeda. Mulai ringan sampai berat. Ada si Flo yang kena lupus, si Rena yang kena leukimia, ada juga si Jaenni yang kena kanker getah bening. Si Yulian yang kena truma pasca kecelakaan, dan masih banyak lainnya tak bisa di ceritakan satu per satu.
Karena itu bagian ruang rawat anak membutuhkan banyak uluran tangan para donatur.
"Kakak Aqeela mau pulang ya hari ini?" Tanya Yulian sambil menundukkan kepalanya. Seakan menahan sesuatu.
"Iya, sayang. Tapi Kakak akan sering kok main ke sini. Kan kakak harus terus periksa." Jawab Aqeela lembut.
__ADS_1
Anak-anak kembali terdiam. Ada kesedihan di wajah mereka. Aqeela jadi tidak tega.
Terutama Yulian. Anak kecil tersebut terus menundukkan kepalanya.
Aqeela menghampiri Yulian. Memangkunya.
"Yulian, senyum dong?" Bisik Aqeela.
Namun Yulian masih menunduk.
Aqeela menatap dokter Siska. Dan dokter Siska hanya mengedikkan bahunya seakan menjawab tatapan Aqeela. Saya juga tidak tahu.
Aqeela menarik napas panjang dengan halus. Seakan ia berpikir bagaimana menenangkan hati Yulian.
"Yulian, sebentar ya, Sayang. Yulian ingin apa?" Tanya Aqeela sambil tangannya mengetik sebuah pesan untuk Desta yang sedang menyelesaikan urusan adminintrasi rumah sakit.
π± Aqeela
"**Bae, tanyakan dokter Bima tentang Yulian."
π±Desta
"Okay. Tapi kenapa?"
π± Aqeela
"Yulian tiba-tiba jadi pemurung lagi."
π±Desta
Aqeela kembali menyimpan ponselnya.
"Ayoo diminum dulu airnya. Di makan kuenya." Pinta Aqeela kepada tamu kecilnya. Beruntung Mommy dan Ibu selalu memabawakan banyak cemilan sehingga bisa disuguhkan untuk tamunya.
Anak-anak mulai berisik dan ramai memilih makanan.
"Makannya yang baik, inget yang ada larangan makan coklat gak ambil coklat. Yang gak bole makan kacang gak ambil kacang." Instruksi dokter Siska agak kencang membuat anak-anak terdiam. Meletakkan kembali makanannya.
Aqeela jadi serba salah melihat keadaan tersebut.
"Siapa yang alergi coklat?" Tanya Aqeela.
Beberapa orang angkat tangan.
"Yang alergi coklat, makan ini saja. Ini tidak coklatnya. Sudah digantik keju sama mommy dan ibunya, Kakak." Kata Aqeela sambil mengangkat toples isi cheese chip.
Yang mengangkat tangan akhirnya menerima tawaran Aqeela memilih makan cheese chip yang memang tidak ada unsur coklatnya sama sekali. Mommy dan Ibu menggantinya dengan keju.
"Yang alergi kacang siap" Tanya Aqeela.
Ada dua orang mengangkat jarinya.
"Yang ini ada coklatnya Kakak sisihkan. Kalian silahkan pilih yang di atas meja. Bole dimakan semua." Kata Aqeela sambil menyingkirkan dua toples berisi kue kacang. dan mente cheese.
ππππππππππππ
__ADS_1
Desta melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Disampingnya ada Aqeela yang memangku Yulian yang terus menyungingnya senyum dan tawanya.
Beberapa kali Yulian menanyakan tentang tempat yang mereka lewati. Aqeela dan Desta akan menjawabnya bergantian.
Flashback
Setelah menerima pesan whatsapp dari Aqeela. Desta segera ke ruangan dokter Bimo. Kebetulan urusan administrasi Aqeela juga sudah selesai.
"Dokter... bole saya masuk?" Tanya Desta setelah mengetuk pintu.
"Silahkan. Ada apa?" Ucap dokter Bimo datar. Desta hanya tertawa tertahan sebentar lalu duduk berhadapan dengan dokter Bimo.
"Dok, ini tentang Yulian." Desta langsung to the poin.
Dokter Bimo menatap lurus Desta.
"Yulian anak yatim piatu dia kena trauma pasca kecelakaan yang merenggut nyawa kedua orang tuanya. Saat ini kami sedang mencarikan panti asuhan yang bersedia menampungnya." Kata dokter Bimo.
"Dok, Yulian biar ikut kami pulang." Jawab Desta mantap.
Dokter Bimo terhenyak, terlihat ada keterkejutan di wajahnya. Alisnya naik, matanya menatap lebar ke arah Desta.
"Biarkan dia jadi adik saya." Terang Desta.
"Pengobatan Yulian kami yang akan menanggungnya." Lanjut Desta meyakinkan dokter Bimo.
"Kamu gak ingin tahu siapa keluarga Yulian yang sudah meninggal?" Tanya dokter Bimo panik.
"Tidak perlu, toh dia sudah yatim piatu. Siapapun keluarganya kami tetap menerimanya. Kami hanya ingin tahu keputusan dokter mengizinkan atau tidak?" Ucap Desta.
"Saya akan tidak mungkin menolaknya. Tapi, kami akan meminta Kalian segera mengurus surat adopsinya. Dan perlakukan Yulian dengan baik." Tutur dokter Bimo.
"Kami janji akan melakukan yang terbaik. Dokter silahkan sidak kami sewaktu-waktu. Dan jika kami melanggar silahkan dokter melaporkan kami." Jawab Desta.
Dokter Bimo menatap anak muda di depannya dengan takjub.
Flashback end
Dan kini Yulian tengah menikmati perjalanan menuju keluarga barunya. Meski proses adopsinya masih harus memerlukan banyak dokumen.
Desta dan Aqeela sudah mengabarkan keberadaan Yulian. Baik Mommy, Daddy, Ibu dan Ayah tidak keberatan.
ππππππππππππ
**Maaf yaa dua hari ini tidak up..
karena ada pekerjaan yang tidak bisa di tinggal.
Terus kasih support kalian ya....
kasi π , like ππ», komen π, rate β5 dan vote π― yanv banyak ya...
I love You
ππππ**
__ADS_1