MENDADAK USTADZAH

MENDADAK USTADZAH
The Best Momen 10 ( Beberapa skip author )


__ADS_3

"Anak kecil, udah sore.. aku anter pulang sekarang. Anak kecil gak baik pulang malam." Ajak Ronald ke Hasna.


"Gak nunggu Vian?" Tanya Wawan heran.


"Tuh anak sekarang pasti lagi sibuk nyiapin resep baru." Kata Ronald sambil bersiap menggandeng Hasna.


"Gundulmu..." Sebuah suara langsung menjitak kepalanya dari belakang.


"Sontoloyo..." Ronald langsung membalas jitakan Vian yang baru datang.


"Wuiiih.. seger banget nee anak kecil.." Seru Vian menatap Hasna. Dan lagi Hasna mengeluh kasar dalam hati, "Anak kecil.. lagi."


"Dia sanderanya mereka berempat." Tunjuk Ronald ke arah Doni Cs.


"Dan kamu mau bawa nee bocah kemana?" Tanya Vian gak rela.


"Pulang. Mumpung belum ketemu kamu. Yuuk.., bocah kita pulang." Ronald sengaja menarik tangan Hasna dengan kasar namun segera menggenggamnya dengan lembut.


"Wooi.. anak orang nee..." Oceh sambil duduk di kursi peninggalan Ronald.


"Hati-hati bawa anak gadis orang. Jangan dibikin buntung apalagi bunting loo yaa.." Goda Vian.


"Sintiing..." Ronald menjitak bahu temannya itu sambil ngeluyur menggandengan Hasna yang menunduk. Sedangkan yang lain hanya tertawa lebar.


Sebelum ke parkiran, Ronald mengajak Hasna untuk berpamitan kepada Aqeela da orang tuanya.


"Mas, aku besok bole yaa.. nengok Mbak Aqeela bareng sahabat-sahabat aku." Pinta Hasna, ketika di dalam mobil Ronald.


"Gak bole.. Kamu lupa apa?" Kata Ronald mengingatkan janjinya tadi kepada kelima rekan Aqeela.


"Ha.. iya deeh.. gak jadi." Kata Hasna kecewa.


"Kalo pengen ke sana. Hubungi aku aja. Ntar aku jemput." Titah Ronald.


"Ya udah besok jam 9 ya.." Celetuk Hasna dengan jutek.


Membuat Ronald tertawa mendengarnya. Karena suara gemetar tadi sudah berubah jadi jutek.


💗💗💗💗💗💗


Tepat jam sembilan pagi, Ronald sudah duduk di ruang tamu Hasna. Menunggu gadis kecil itu keluar dari kamarnya. Setelah Hasna keluar, mereka langsung cus Rumkit.


Sesampai di ruang perawatan Aqeela, Hasna mendapati Desta sedang menyuapi Aqeela dan Yulian bergantian.


"Udah kayak keluarga bahagia, sakinah mawaddah warohma aja kalian." Goda Ronald langung ngeluyur masuk tanpa salam. dan duduk di sofa.


"Nald.. hei.. " Sapa Desta tak ada kemarahan di wajahnya.


"Waduh sama anak kecil ini lagi." Goda Desta.


"Hai Hasna..." Sapa Aqeela ramah.


"Udah baikan Mbak?" Sapa Hasna menghampiri Aqeela dan duduk di tepi bednya.


"Udah.." Jawab Aqeela menyudahi makannya.


"Yulian masih lapar?" Tanya Aqeela memandang Yulian.


"Masih." Kata Yulian manja.


"Ya udah Yulian makan sama Kak Desta dulu ya.. Bae, tolongin Yulian masih laper dia." Pinta Aqeela.


Desta dengan sigap menggendong Yulian dan memindahkan ke sofa melanjutkan menyuapi balita itu.


"Kak Aqeela..." Tiba-tiba suara anak kecil menyapanya.

__ADS_1


"Ya Alloooh... adik-adik.. sini." Aqeela merentangakan kedua tangannya menyambut kedatangan anak kecil-kecil dari ruang perawatan anak.


"Hai Yuliaan..." Sapa salah satu dari mereka.


"Haloo teman-teman..." Balas Yulian


Hasna menyaksikan bagaimana suasana ruang perawatan Aqeela yang ramai. Entah perasaan apa yang ada di benaknya kali ini.


💗💗💗💗💗💗


Karena Aqeela masih ujian praktek, Desta terpaksa meminta izin dokter Dika membawa Aqeela ke sekolah.


Dokter Dika mengizinkan tapi dengan banyak senam mulut ( ceramah ) yang keluar dari bibirnya.


Dan terpaksa hari ini Aqeela berangkat dari rumah sakit. Semalam ia sudah minta tolong Bu Nur menyiapkan seragamnya dan segera dititipkan Doni untuk dibawa ke sekolah.


Sampai di sekolah Aqeela dan Desta clingukan nyari Doni. Tapi sepertinya belum datang.


"Ta.. nee seragam Aqeela." Kata Doni sambil ngos-ngosan menyerahkan bungkusan berisi seragam Aqeela.


"Dikejar hantu apaan kamu, Don?" Tanya Aqeela cengar cengir.


"Dikejar jam-lah, takut telat aja..."


"Mafia insya nee..." Goda Desta.


"haa haa ...gara-gara kalian....." Umpat Doni.


"Udah ah.. kita ke kamar mandi dulu deeh.." Ajak Aqeela.


"Don, kamu tau kan harus apa?" Bisik Desta.


"Iya.. yuuk ah..." Kata Doni menguntit Desta yang lagi mendorong kursi roda Aqeela.


Pas di depan kamar mandi cewek. Di dalam lagi banyak anak. Kebetulan juga Hasna lewat.


"Apaaan?" Kata Hasna.


"Loo usir semua yang ada di dalam. Aqeela mau ganti baju. Cepat." Kata Doni.


"Sadis kamu, Don." Kata Aqeela begitu Hasna masuk ke dalam toilet melakukan pengusiran paksa.


"Udah, kosong. Steril." Kata Hasna cemberut dan berbalik hendak menuju kelasnya.


"Eitss.. mau kemana?" Tahan Doni.


"Sapa yang ngizinin? Belum aku suruh kan." Akhirnya Hasna menemani Doni berdiri di depan pintu toilet menunggu Desta mengganti seragam Aqeela.


💗💗💗💗💗💗💗💗


Di dalam kamar mandi


Desta membuka bungkusan dari Doni. Mengeluarkan isinya.


Desta melepas pakaian Aqeela perlahan.


"Qee.. tambah lama kok kamu tambah cantik ya?" Ucap Desta menatap Aqeela yang bersiap memasukkan lengannya ke kemeja putihnya.


"Udah ah Bae, masih pagi juga."


"Beneran.."


"Peluk bentar dong... udah lama gak peluk mode kayak gini." Bisik Desta menggoda.


"Kalo mau peluk ya peluk aja ... "

__ADS_1


Desta langsung menubruk tubuh Aqeela.


"Kangen...." Bisik Desta lirih


"Sama...."


Cup


Desta langsung mengecup bibir Aqeela sekali. Dua kali. Tiga kali. Yang keempat malah nempel.


💗💗💗💗💗


"Lama banget sih mereka." Oceh Hasna.


Hasna langsung nyerobot masuk ke dalam toilet.


Tak berapa lama, keluar lagi dengan wajah pucat.


"Kenapa loo..." Tanya Doni begitu Hasna keluar toilet dengan muka gak jelas.


"Mata gue benar-benar tercemar polusi." Umpatnya. Membuat Doni terpingkal-pingkal.


Hasna, setengah menit yang lalu...


Ketika Hasna masuk toilet, ia sedikit bengong memergoki kedua pasangan di dalamnya saling menikmati bibir dengan rakusnya. Dan posisi Aqeela masih setengah telanjang dada, walaupun masih menempel backless plunge branya.


"Makanya jangan asal nyelonong aja..." Omel Doni


💗💗💗💗💗💗💗


Ujian Akhir selesai....


Pengumuman juga sudah...


Hari ini Adinda datang dari pesantren bersama beberapa teman lainnya.


Adinda sengaja datang ke rumah Aqeela karena akan melanjutkan kuliah di Surabaya.Dan Aqeela menawarkan tinggal di asramanya.


Tidak hanya Adinda bahkan ada juga beberapa teman lain yang ikut serta.


Kedatangan Adinda bertepatan dengan selesainya pembangunan masjid milik Desta dan Aqeela.


Dan tentu saja kedatangan Adinda dan teman-temannya sangat ditunggu Aqeela dan Desta.


"Dinda..." Aqeela memeluk Adinda begitu rombongan pesantren datang.


"Aqeelaa..." Adinda balas peluk Aqeela.


"Duduk yuuuk.." Ajak Aqeela kepada rombongan.


"Nanti yang putra bisa istirahat di asrama belakang masjid. Yang putri di sini." Kata Aqeela begitu rombingan duduk dan menikmati hidangan ala kadarnya dari tuan rumah.


"Qee.. teman kamu kok sangar gitu yaa..." Bisik Adinda sambil bergidik ngeri.


"Hei,mereka itu kan Kak Wawan sama Kak Ronald. Masa lupa sama mereka." Aqeela mengingatkan Adinda.


"Bukan mereka, tapi itu yang ada di sebelah Kak Ronald." Bisik Adinda.


Aqeela tersenyum smirk ke arah Adinda lalu menoleh ke arah Vian yang sedari tadi memperhatikan Adinda.


"Ooh.. itu..."


"Kak...."


"Aqeela...."

__ADS_1


💗💗💗💗💗💗💗💗


To be continue...


__ADS_2