MENDADAK USTADZAH

MENDADAK USTADZAH
Talak Aqeela


__ADS_3

"Bila, cepet ke halaman belakang..." Titah Doni.


"Siapa Bil?" Tanya Daffa melihat Nabila panik.


"Doni... pasti terjadi sesuatu dengan Aqeela." Jawab Aqeela sambil menuju lokasi yang dimaksud Doni.


"Aku ikut...." Pinta Daffa.


Nabila hanya mengangguk sambil mendorong kursi roda Daffa.


Nabila dan Daffa segera meluncur ke lokasi yang diminta Doni.


"Aqeela..." Nabila memeluk sahabatnya yang kini hanya bisa menangis sesenggukan.


"Kalian urus Aqeela..." Ucap Doni begitu Nabila dan Daffa sudah sampai.


"Doni.., jangan..." Teriak Aqeela melihat Doni berlari meninggalkan dirinya, Nabila dan Daffa.


Aqeela ingin mengejar Doni, tapi tenaganya sudah tidak mampu.


"Qee... kamu mau pulang?" Tanya Daffa.


Aqeela hanya menggeleng.


Nabila masih memeluk Aqeela dengan erat. Nabila membiarkan Aqeela menumpahkan semua air matanya membasahi kemeja putihnya.


"Kita ke UKS..." Ajak Nabila..Aqeela menggeleng.


"Ruang BK..." Aqeela terdiam, tak menjawab apapun.


"Daf, kita bawa Aqeela ke ruang BK." Ajak Nabila. Daffa hanya menggangguk.


Nabila mengangkat tubuh Aqeela dengan mengalungkan lengan Aqeela ke lehernya sedangkan tangan Nabila mengangkat pinggang sahabatnya itu.


"Bil, maafin aku ya.. gak bisa bantu.." Ucap Daffa sedih.


"Gak pa_pa, Daf. Kamu bukain pintunya nanti." Titah Nabila.

__ADS_1


Dengan tertatih-tatih akhirnya Nabila sampai di depan ruang BK.


Pak Jamal nampak terkejut melihat kedatangan tiga sahabat itu.


"Aqeela kenapa, Bil?" Tanya Pak Jamal begitu Nabila selesai menidurkan Aqeela di sofa panjang yang ada di ruangan itu.


"Entahlah, Pak. Doni yang tahu kronologinya." Sahut Daffa.


"Doninya mana sekarang?" Tanya Pak Jamal lagi.


"Tidak tahu juga kemana? Doni pergi begitu saja, setelah kita berdua datang." Ucap Nabila.


"Ya sudah, biarkan Aqeela di sini. Sebentar Zainal sama Dewi pasti ke sini." Kata Pak Jamal.


"Kalian kembalilah ke kelas, bel masuk sebentar lagi..." Titah Pak Jamal.


"Kita gak bole di sini gitu, Pak?" Pinta Nabila dengan ketakutan.


( Kan Nabila gak pernah dapet bimbingan intensif kayak Aqeela )


Jadi interaksi dengan para guru BK gak sebaik Aqeela.


"Ya... Pak Jamal..." Kata Daffa memelas.


"Enggak itu ya enggak. Apa kalian mau, saya buatkan surat panggilan untuk konseling?" Kata Pak Jamal.


"Eng...enggak deh Pak.. " Jawab Nabila dan Daffa bersamaan.


Keduanyapun meninggalkan ruangan BK dengan terpaksa.


💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗


Doni


Setelah Nabila dan Daffa sampai di halaman belakang. Doni berlari meninggalkan ketiganya. Bahkan teriakan Aqeela tak dihiraukannya.


Doni, berjalan sangat cepat menuju kelas dua belas IPA 3. Kelas Wisnu.

__ADS_1


Dari kejauhan Doni melihat Wisnu, di depan lapangan basket.


Bug...


Bug...


Dua tinju Doni mengenai bahu dan punggung Wisnu. Wisnu yang tak siap dengan tinju Doni terjungkal.


Feri yang menyadari kehadiran Doni, membalas dengan memberikan bogem di wajah Doni. Beruntung Doni bisa menghindar.


"Urusan aku sama dia, bukan sama kalian..." Kata Doni menunjuk muka Wisnu.


Wisnu memberi isyarat kepada temannya untuk pergi.


"Kamu apain Aqeela tadi!" Bentak Doni setelah semua teman-teman Wisnu menjauh.


"Haa haa haa..." Wisnu hanya tertawa sarkas.


"Wisni..." Doni kembali memberikan bogem ke wajah Wisnu. Kali ini Wisnu, bisa menghindar dengan sempurna.


"Jaga emosi kamu. Sia-sia kamu melakukan ini sama aku. Gak akan merubah apapun...." Kata Wisnu dengan percaya diri.


"Apa maksud kamu..." Doni semakin geram.


"Sampaikan ke kakak kamu yang songong itu. Talak Aqeela. Maka hidup kalian akan damai..." Kata Wisnu meninggalkan Doni yang terdiam mencerna kalimat Wisnu.


💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗


"Aqeela mana?" Tanya Doni begitu sampai di kelas.


"Ruang BK." Jawab Nabila.


"Bil, nanti pulang sekolah kamu temani Aqeela sampai rumah." Pinta Doni sambil kembali ke bangkunya.


💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗


**TO BE CONTINUE

__ADS_1


Terus ramaikan Princess of Mojopahit ya....


Tengkyuu**...


__ADS_2