MENDADAK USTADZAH

MENDADAK USTADZAH
Aku kangen


__ADS_3

Desta baru saja sampai di ruangannya. Ketika sebuah panggilan masuk...


"Iya Beb..." Jawab Desta.


"Bae... aku ke kantor yaa... sekarang. Gak ada pelajaran. Aku kangen..." Kata Aqeela


Desta menarik napas panjang.


"Huft...."


" Nih cewek bilang kangen, jangan-jangan modus... "


Gumam Desta dalam hati, karena saking seringnya diprank Aqeela dengan kata kangen.


Tapi kalo mau jujur sebenarnya Desta juga girang banget tuuh, saat Aqeela bilang kangen.


"Iya... tapi aku agak sibuk gak pa_pa kan?" Jawab Desta was-was. Karena gak mungkin menolak kedatangan istrinya.


"Gak pa_pa Bae... aku cuma pengen liat wajah kamu doang deeh..." Jawab Aqeela.


"Ya udah minta antar Doni." Pinta Desta.


"Siap sayangku... Cintaku.. Baby ku... hubbyku... " Kata Aqeela genit sebelum menutup line panggilannya.


"Apalagi... ini.. nee anak semakin ke sini semakin genit ya..." Desta jadi pusing ngadepin Aqeela mulai genit menurut Desta.


Di tempat lain.


"Don, abis ini anterin ke kantornya Kak Desta ya..." Kata Aqeela memelas. Padahal tanpa suara melepas Doni tetap akan mengantarnya.


"Iya... Gak usah berisik. Abis ini giliran kita." Ucap Doni sambil mendorong kursi roda Daffa.


"Don, makasii ya.. kamu baik deeh..." Kata Aqeela sambil mendahului Doni dan Daffa. menjejeri Nabila.

__ADS_1


"Don, tuuh anak kesambet dimana?" Tanya Daffa heran.


"Gak tau... kesambet setan Mbak Sholi kali atau malah Mbak Liha... Asal gak kesambet setannya Mas Sol aja..." Bisik Doni asal.


"Hantu apaan tuuh Don? Kok baru denger ya...?" Daffa terlihat serius.


"Mbak Soli - Lihah sama Mas Sol-leh... haa haa haa..." Doni terkekeh melihat raut muka tegang Daffa.


"Sompret ya.. kalian..." Daffa tak urung ikut terkekeh.


Untung Aqeela udah agak jauh jadi gak mendengar celotehan mereka berdua.


💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗


Doni akhirnya mengantarkan Aqeela di kantor Desta dengan sukses.


"Mau keman, Don?" Tanya Aqeela begitu Doni malah keluar setelah ngobrol bentar sama Desta.


"Pacaran... Ayang Beb-ku udah nunggu." Jawab Doni cuek.


Desta kembali duduk di kursinya memeriksa berkas yang dikirim Pak Seno barusan.


"Beb, kalo pengen sesuatu ngomong ya.. ntar aku bisa minta tolong Pak Seno buat pesenin." Kata Desta.


"Aku pengen kamu, Bae..." Jawab Aqeela sambil menatap Desta.


"Beb, kamu lagi gak enak badan?" Tanya Desta sambil menutup berkasnya. Memandang Istrinya sejenak..


Aqeela menggeleng.


"Terus..." Ucap Desta penasaran.


"Ya gak pake terus. Berhenti aja..." Ucap Aqeela sambil membaringkan tubuhnya ke sofa panjang di ruangan Desta.

__ADS_1


Desta memsinyalir ada yang gak beres dengan ucapan Aqeela. Iapun segera bangkit mendekati Aqeela.


Meletakkan telapak tangannya di dahi Aqeela.


"Gak panas, normal." Kata Desta.


Iapun mengangkat kepala Aqeela sejenak, duduk di sofa, dan meletakkan kepala Aqeela di pahanya.


"Kenapa?" Tanya Desta lirih, sambil mengelus kepala Aqeela.


"Bae..., Kak Wisnu..." Ucap Aqeela hati-hati.


"Jangan sebut dia, Beb..." Potong Desta.


"Ini PENTING..." Jawab Aqeela menandaskan kata penting seakan-akan udah darurat siaga full.


"Penting mana sama aku?" Desta sambil mengalihkan pandangannya.


"Kamu jeles, Bae?"


"Enggak?"


"Keliatan banget tuuh kalo jeles..." Goda Aqeela.


Desta cuek gak peduli, tapi hatinya sedang meletup-letup tidak terima sang istrinya membicarakan cowok lain di depannya.


"Kamu lebih PENTING dari Kak Wisnu Bae. Justru karena kamu, kita harus membicarakan ini?" Lanjut Aqeela sambil mengeluh pipi suaminya yang mulus nyaris tanpa cacat. Padahal sudah banyak tawuran yang mereka lewati. Tetap saja wajah itu seakan luput dari semua musuh.


💗💗💗💗💗💗💗💗💗


**Mereka udah romantis belum siih?


😁😁😁

__ADS_1


To be continue yaaa**...


__ADS_2