MENDADAK USTADZAH

MENDADAK USTADZAH
Virus Jahil


__ADS_3

Aqeela duduk termenung di ruang BP. Di sekelilingnya ada Ustadzah Dewi, Pak Jamal, Doni dan Desta.


Aqeela sedari tadi belum mengeluarkan suara sama sekali.


"Qee.., kamu coba cerita ke kami. Mama Daffa kenapa?" Ustadzah Dewi mencoba memecah keheningan.


"Insya Allah, nanti kami siap membantu." Lanjut Ustadzah Dewi namun Aqeela masih terdiam.


"Beb, aku percaya kamu gak salah." Desta berpindah posisi duduk di samping Aqeela.


"Beb..., aku, Ustadzah Dewi, Pak Jamal bahkan Donipun yakin ini semua hanya salah paham." Desta menggenggam tangan Aqeela. Mencoba menenangjannya.


" Kami sangat paham seorang Aqeela bukanlah pribadi yang mudah menggunakan kekerasan untuk hal-hal yang tidak perlu." Desta meraih pundak Aqeela yang masih terdiam untuk dipeluk.


"Kami tahu Aqeela seorang Trouble maker tapi kami juga sangat memahami karakter peduli gadis solihah ini sepadan dengan ke trouble maker annya." Desta mengucapkan sambil tersenyum menggoda ke arah Aqeela.


Aqeela sempat meliriknya sebentar dan Cup flash kiss mendarat di kening Aqeela.


Aqeela mengeratkan pelukannya.


"Hik.. hik..." Tangis sesenggukan akhirnya bisa ia keluarkan.

__ADS_1


"Bea..., Qee takut... karena Qee tidak punya bukti dan saksi kalo gak salah. Makanya Qee dari tadi diam." Keluh Aqeela.


"Saksinya kami Qee... aku kan udah bilang kalo ada apa-apa aku siap belain kamu." Ucap Doni yang terlihat kesal dengan Mama Daffa sejak tadi pagi.


Aqeela masih menumpahkan air mata yang terus mengalir seakan tidak bisa dibendung. Menyebabkan jas hitam milik Desta basah. Tapi Desta tak mempedulikannya. Dia terus menghibur Aqeelanya.


"Sudah ah... malu sama Ustadzah Dewi dan Pak Jamal. Apalagi Doni tuh coba lihat dia mupeng gitu..." Goda Desta.


"Kampret kamu, Ta... " Doni meninjukan kepalan tangannya ke pundak Desta menyalurkan rasa kesal karena dikampung hitamkan temanmu itu. Dengan mengatakan mupeng.


Aqeela melonggarkan pelukannya. Menghapus air matanya. Dan tersenyum ke arah Desta.


Aqeela melebarkan kembali senyumnya.


Ustadzah Dewi, Pak Jamal dan Doni nampak bernafas lega melihat kondisi Aqeela.


"Pak Jamal, Ustadzah Dewi maafkan kami ya... Bukan maksud kami untuk berbuat nyerempet ke perbuatan mesum. Tapi saya tadi sudah tidak tahu harus bagaimana menenangkan Aqeela." Pinta Desta.


"Serah kalian laah... "Ucap Pak Jamal pasrah.


"Tapi ingat, jangan dilakukan di publik ya..." Lanjut Pak Jamal.

__ADS_1


"Berarti kita bole melakukannya di sini ya Pak. Kalo gitu besok kalo pas jam istirahat saya ke sini aja buat peluk dan cium Aqeela." Kata Desta menggoda Pak Jamal.


"Kayaknya saya salah ngomong nee Ust.." Gumam Pak Jamal Lirih.


"Haa haa...haa... santuy Pak.... Becanda Pak. Lagian kita udah puas kok ngelakuin di rumah." Kede Desta.


"Kalian tuuh ya.. rasanya gak tenang gitu yaa kalo gak ngeledekin Pak Jamal sehari saja." Omel Ustadah Dewi.


"Gak suaminya gak istrinya...hobinya gangguin guru BK." Desta dan Aqeela hanya tersenyum jahil mendengar omelan Ustadzah Dewi.


" Ya gini nee efek dewasa yang terlalu dini." Kekeh Pak Jamal di sambut Ustadzah Dewi yang mengiyakan.


"Don, usaha mengkambinghitamkan dirimu tak sia-sia." Ustadzah Dewi meledek Doni.


Membuat Doni tersenyum masam ke arah Ustadzah Dewi yang sengaja menggodanya.


"Ustadzah Dewi bener-bener udah ketularan virus mereka." Sungut Doni. Membuat Ustadzah Dewi dan Pak Jamal kembali terkekeh.


"Virus Jahil." Ujar Doni sambil memandang bahagia ke arah Desta dan Aqeela.


💝💝💝💝💝💝💝💝

__ADS_1


__ADS_2