
Aqeela mengajak Desta ke halaman belakang rumah. Mereka membiarkan Ayah, Ibu, Ustaz Zainal dan Ustadzah Dewi berbincang-bincang. Halaman belakang rumah Aqeela memang tidak seberapa luas, tapi sangat nyaman. Rumput-rumput pendek tumbuh terawat. Ada beberapa bunga juga ditanam. Menambah warna indahnya halaman.
Aqeela mengajak Desta duduk di kursi yang sudah disiapkan di halaman belakang. Tempat yang tadi dipake mereka duel. hee hee heee. Mereka duduk bersebelahan. Terhalang meja.
Suasana sore begitu menenangkan. Sangat pas dan romantis. Ditemani dua gelas jus jeruk dan beberapa cemilan. Angin bertiup sangat sejuk.Dan begitu lembut.
Hening.
Keduanya terdiam. Memandang lurus ke depan. Seolah di situ ada masa depan mereka.
"Kak..." Panggil Aqeela, membuat Desta menoleh ke arah Aqeela. Menikmati wajah ayu Aqeela dari samping.
"Kok Ustaz Zainal tahu ya... soal jalan Flamboyan." Lanjut Aqeela tanpa menoleh ke arah Desta. Pandangannya masih tunduk.
Aqeela takut, tak bisa menguasai perasaannya, Saat melihat wajah tampan Desta. Yang baru saja melontarkan candaan mau melamarnya.
Bukan Ge-Er hanya Aqeela tidak ingin terbawa suasana hatinya yang sudah berhari-hari ini di penuhi sama Desta.
Musuh yang sering ditolongnya. Bahkan dia rela ikut duel membantu Desta memberi pelajaran ke Doni. Musuhnya Desta.
Desta, lelaki ini sudah banyak menyita waktunya. Aqeel tidak menyadari sejak kapan dia duduk anteng dihatinya.
"Aku juga gak tahu Qee... penasaran juga siih." Sahut Desta.
"Apa perlu kita klarifikasi?" Lanjut Desta tak melepas pandangannya dari Aqeela.
"Terserah Kakak, tapi Qee gak ikut ya..."
"Ya gak bisa lah... harus sama kamu..."
Aqeela bersungut kesel, membuat Desta tersenyum puas.
seolah membuat Aqeela cemberut, kesel, sebel sampai emosi saat ini adalah hobinya.
__ADS_1
Hening gak ada suara... Keduanya terdiam. Hanyut dalam pikiran dan perasaan masing-masing.
Desta melirik ke arah Aqeela.
Aqeela bukannya tidak sadar, ia bahkan tahu jika pemuda di sebelahnya sedang mencuri pandang ke arahnya.
Aqeela juga berusaha mengendalikan jantung dan pandangannya.
"Kak Ronald sama Kak Wawan kemana, Kak?" Tanya Aqeela memecah sepi.
"Kamu mau VidCal ama mereka?" Desta ngeluarin smartphonenya.
"Enggaklah Kak, kan Kakak biasanya bertiga?" Tanya Aqeela.
"Gak selalu lah Qee, kita bertiga juga punya urusan masing-masing. Hanya saja kebetulan pas ada kamu kita lagi barengan. Jadi, yaa.... seperti yang kamu liat." Jawab Desta.
"Oooo...." Komen Aqeela
" Terus giman dong Kak?"
Desta terdiam tak ada jawaban. Rasa canggung menyelimuti keduanya.
"KakĀ tadi serius gak sih?" KataAqeela
"Tadi yang mana?" Ucap Desta pura-pura tidak ingat.
"Yang tadi itu loooo...." Desta berpura-pura mengingat. Tangan kanannya memegang kepala. Segj
"Kak....." Rengek Aqeela membuat Desta tertawa kegirangan.
"Apa ya?" Kata Desta lebih keras.
"Yang Kakak mau lamar Qee...Uppsss..." Aqeela terlihat malu sehingga menutup mulutnya segera.
__ADS_1
"Aku serius...." Kata Desta penuh percaya diri.
Membuat mata Aqeela membulat tak percaya.
Derrt.. Dertt....
Smartphone Desta bunyi...
Satu pesan wasapp masuk. Desta membacanya.
"Qee... Masuk yuuk... Ustaz Zainal manggil kita." Ajak Desta
Mereka beranjak menuju ruang tamu.
****
Kira-kira bagaimana seorang Desta serius?
Next yaaa
Mohon tinggalkan like, komen, vote dan ratenya yaaaa.....
Plisss...
Love you pulll...
Sangat mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya untuk semua like , komennya.
Tetap dukung aku yaaaaa.....
My readers, my viewers, my komentators, my votters and my raters
Yang belum ditunggu yaaaa.....
__ADS_1