
Aqeela menggeliat pelan, tangannya menyentuh seseorang. Tanpa melihat ia sudah tahu orang di sebelahnya itu suaminya.
Dengan sengaja ia malah memeluk Desta. Tanpa melepas bantalan tangan cowok ganteng itu.
Desta yang sudah sadar saat Aqeela mulai menggeliat berpura-pura seolah masih terlelap. Dan membiarkan Aqeela memeluknya.
"Bae... Bae... bangun.... Aku laper..." Desta terpaksa membuka mata saat Aqeela menepuk-nepuk pipinya mengajaknya makan lebih tepatnya dia kelaparan.
"Kamu mau makan apa?" Bukannya bangun, Desta malah membawa Aqeela kedalam pelukannya.
"Bae...." Aqeela sedikit meronta.
"Kita pesan online saja..." Ucap Desta.
"Ayolah Bae, nanti kita bisa pulang kesorean..." Aqeela melirik jam dinding yang ada di ruangan tersebut.
Desta melirik sekilas arlojinya. Setengah 2. Desta jengkirat, bangun cepat.
"Aku sholat dulu. Habis itu kita makan sekalian pulang." Kata Desta sambil berlalu menuju kamar mandi.
Aqeela mengangguk.
"Mau jama'ah, Beb?" Tanya Desta setelah keluar kamar mandi.
"Aku udah sholat." Balas Aqeela sambil menuju kamar mandi, menyalurkan panggilan alamnya.
~Kita skip mereka berdua~
Udah tau dong mereka ngapain lagi...
💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗
"Looo... Kok pada ngumpul?" Tanya Aqeela penasaran melihat genk suaminya pada datang ke rumahnya padahal setahu Aqeela mereka datang pada weekend saja semenjak kuliah.
"Kita kangen sama kamu..." Goda Vian.
"Sembarangan... ngomong kangen..." Desta menoyor kepala Vian.
"Qeela... laki Lo positif banget siih..." Teriak Vian diiringi tawa yang lain kecuali Desta.
__ADS_1
"Di minum.... Ya kalo gak posesif gak bakalan kita kawin kan..." Oceh Aqeela.
"Kawin.... Emang kapan kawinnya?" Goda Ronald
"Kalian tuh ya..." Desta sedikit gelagapan.
"Udah Beb, iya in saja napa? Lirik Aqeela sambil memeluk Desta.
Doni yang melihat tingkah Aqeela hanya menarik napas panjang.
"Wah, pinter Kamu Qee... Tuuh Bininya aja udah pinter.. eh, lakinya..." Ronald mengedipkan satu matanya kepada Desta.
"Kampret kalian... Aku nyuruh kalian ke sini bukan bahas itu... monyet..." Potong Desta.
"Haa ha haa...." Seisi ruangan hanya tertawa mendengar makian Desta.
"Si Wisnu lagi..." Vian seakan tahu yang ada di otak Desta.
Desta kemudian menceritakan apa yang diinginkan Aqeela.
"Jadi, seandainya nanti dadakan aku atau Doni minta tolong, segera ke TKP ya... " Pungkas Desta.
"Gak usah diterusin, Nald... Kamu lagi jalan ma sapa lagi sekarang?" Oke Desta ke Ronald.
Ronald hanya cengengesan gak jelas. Membuat Desta curiga. Ingin diinterogasi lanjut tapi keburu Aqeela menyela.
"Tapi nee Kak ya, kalo dalam waktu dekat sepertinya Kak Wisnu bakal jauhin Aqeela deh."
"Kok bisa?"
"Kok tau?"
Wawan dan Vian kepo barengan tuh.
"Ya aku baca situasilah, Kak. Nee ya, bentar lagi Kak Wisnu bakal tereliminasi. Jadi dia lagi sibuk mencari penggantinya.
Terus juga, sepertinya Kak Wisnu juga menghindari kecurigaan kita." Ucap Aqeela
"Wah, demen nee Qee.. tumben otak Lo encer..." Puji Doni.
__ADS_1
"Maksudnya..." Teriak Desta gak terima.
"Beberapa bulan ini, otaknya rada konslet... Gak nyambung diajak mikir... Ndilalah tadi pagi malah error... " Oceh Doni.
"Kamu nyadar juga Don?" Tanya Desta
"Ya iyalah... Si Daffa aja sampai kepo..." Jawab Desta.
"Emang kamu kenapa Qee?" Tanya Vian
"Aku gak pa_pa. Biasa aja..."
Drrt...drrtt...
Suara panggilan masuk ke line telpon Aqeela.
"Siapa?" Tanya Desta
"Gak ada id-nya, Bae..."
"Bentar .." Aqeela menyentuh layar ikon telpon berwarna hijau dan loudspiker.
Aqeela sengaja mengeraskan suaranya agar bisa di dengar semua teman-temannya.
"Hallo....Assalamu'alaikum..." Jawab Aqeela
"Wa'alaikum salam..., Aqeela ini Rani." Sahut Line sebrang
"Oh... iya Mbak Ran...kenapa?" Tanya Aqeela
"Qee.. kamu kita calonkan ketua OSIS periode ini, ya..."
📞📞📞📞📞📞📞📞📞📞📞📞
💗💗💗💗💗💗💗💗
**Be continue ya...
always it support me**
__ADS_1