MENDADAK USTADZAH

MENDADAK USTADZAH
She is Mine


__ADS_3

"Aqeela... masuk." Perintah Desta ke Aqeela yang berdiri di depan halte sekolah.


Aqeela masih sibuk dengan aplikasi taksi online yang dari tadi belum bisa dia gunakan.


Uppss.. iya Thor lupa. Aqeela belum pernah pakai tak online. makanya dia gagu banget. ( pengen ketawa takut di tonjok ama si Desta )


Desta turun dari jok kemudi. Dengan sedikit memaksa dia gendong Aqeela masuk ke mobil. Beberapa pasang mata yang melihat ulah Desta, membulatkan mata terperangah.


"Aduuh anak zaman sekarang model pacarannya begitu banget ya..."


"Gak tau tempat banget siih.."


"So sweet..."


"Cowoknya ganteng banget siih..."


Desta hanya menatap garang ke arah mata dan suara yang memandang dirinya dan Aqeela. Lalu segera kembali ke belakang kemudi.


Sepasang mata..., melihat kejadian itu nampak terpukul dan menahan amarah.


Dia Kesya.


\=====================================


Sepanjang perjalanan, Aqeela hanya terdiam. Memandang keluar jendela tanpa menoleh sedikitpun ke Desta.


Desta sangat tersiksa dengan suasana kaku begini.


"Qee.. kamu ngomong dong..." Ucap Desta.


" Kalo soal Kesya tadi, aku minta maaf deeh... beneran aku tak ada hubungan apapun dengannya." Masih Desta yang menguasai pembicaraan.


Aqeela masih mempertahankan posisinya.


"Kak, kamu gak tau sih rasanya sakit." Kata Aqeela dalam hati, dengan butiran kristal yang tak bisa berhenti.


"Qee... kamu nangis?" Ucap Desta mendengar suara sesenggukan di sebelahnya. Aqeela semakin menunduk tak ingin memperlihatkan air matanya.


"Qee... pliss..." Ulang Desta dengan rasa sangat bersalahnya.


Kali ini Desta bimbang antara rasa bersalah dan rasa bahagia. Desta menepikan X-pandernya.


"Aqeela... kamu tau gak sih... aku juga jeles liat kamu di deketin anak OSIS tadi..." Akhirnya Desta juga meluapkan isi hatinya.


Auto Aqeela langsung menoleh ke arah Desta. Tatapan mereka bertemu di satu titik. Membuat keduanya terdiam sejenak. Menenangkan gemuruh di hati masing-masing.


"Aku gak suka tau gak sih... apalagi sampai kamu di bawa ke ruang OSIS. Mau ngapain coba?" Omel Desta.


Membuat Aqeela semakin membulatkan mulutnya, namun segera ia tutup dengan telapak tangannya. (Takut ada lalat masuk 😂 )


"Kok, Kakak tau aku sama Wisnu. Terus ke ruang OSIS?" Aqeela balik nanya.


"Oo...jadi namanya Wisnu..." Kali ini mata Desta nampak berkilat menahan amarah.


"Ngapain aja di ruang OSIS?" Suara Desta kali ini tak lebih dari sebuah intimidasi.


"Ya gak ngapa-ngapain Kak..." Balas Aqeela yang membuat Desta sedikit emosi.


"Aqeela... cukup. Aku nanya serius." Bentak Desta


"Kakak ini kenapa sih.." Aqeela kembali membuang pandangannya jauh keluar jendela .


Membuat Desta memegang kepalanya dan mengacak-acak rambutnya yang tidak terasa gatal atau apapun.


Dengan gemetar, Desta meraih dan menggenggam jari Aqeela.


"Qee..., maafkan aku ya..." Suara Desta terdengar parau.

__ADS_1


Aqeela menoleh menghadap wajah suaminya yang terlihat memelas.


"Kak..., jangan lakuin itu lagi ya...!" Pinta Aqeela dengan suara memohon.


"Enggak akan... " Desta meraih kepala Aqeela disandarkan ke dadanya.


"Maafin aku ya, Sayang." Pinta Desta.


"Aku juga ya Kak.."


"Kita makan dulu ya..." Aqeela hanya menjawab dengan anggukan.


"Kemana?" Tanya Desta.


"Mekdi" Pinta Aqeela.


Desta segera melajukan motornya ke restoran cepat saji yang diminta Aqeela.


\====================================


Di dalam restoran....


"Kak, ini..." Aqeela menyerahkan sebuah kertas jilidan bertuliskan PROPOSAL PENGAJUAN EKSTRAKURIKULER PENCAK SILAT


"Apaan ini, Sayang?" Tanya Desta


"Proposal." Jawab Aqeela pendek. Sambil menikmati double cheese burgernya.


Desta membuka dan membaca perlahan proposal yang diserahkan Aqeela.


"Jadi, kamu ke ruang OSIS hanya untuk ini."


Aqeela hanya mengangguk menjawab pertanyaan Desta.


"Dan Wisnu tadi itu si Ketos periode sekarang." Dan Aqeela lagi-lagi hanya mengangguk perlahan, masih gak rela mengeluarkan suara karena mulutnya penuh dengan cheese burgernya.


Desta menarik napas lega, Desta bersyukur. "Maafin aku ya Sayang..." Kata Desta.


"Nanti kita bicarakan di rumah, ya Sayang." Kata Desta dengan tatapan sayang.


"Kak..., nanti aja di rumah. Aku malu di liatin kayak gitu.." Bisik Aqeela.


Desta tertawa kegirangan mendengar ucapan Aqeela.


\=====================================


" Kak..., Wisnu barusan WA. Menanyakan proposal yang tadi." Ucap Aqeela sambil merebahkan diri ke kasur.


Mendengar nama Wisnu, hati Desta serasa sesak.


"Wisnu lagi... " Omel Desta


"Kenapa, Kak?" Tanya Aqeela bingung.


"Janji ya.... kamu gak bole deket-deket ya...sama si Wisnu itu..." Ucap Desta.


"Kak..., Qee udah puny Kakak." Suara manja Aqeela membuat Desta menyegerakan untuk menyusul Aqeela rebahan di kasur.


Desta membawa Aqeela ke pelukannya. Membiarkan tangan kanannya menjadi bantal Aqeela sedangkan tangan kirinya memeluk pinggang Aqeela.


"Besok, biar aku saja yang ngomong sama si Wisnu itu." Putus Desta.


Aish.., begitulah ikatan pernikahan menjadikan seseorang lebih posesif kepada miliknya.


Takkan membiarkan orang lain mendekat.


"She is mine."

__ADS_1


Gumam Desta dalam hati


\=====================================


Wisnu, memasuki halaman rumah yang tadi alamatnya di tuliskan Aqeela via Wasap.


"Assalamu'alaikum.... " Ucap Wisnu begitu berdiri di depan pintu.


"Wa'alaikum salam..." Jawab Seorang cowok dari dalam rumah.


"Kok suara cowok yaa? Aah.. mungkin Kakaknya atau adiknya Aqeela." Kata Wisnu dalam hati, meskipun merasa aneh. Karena setahu Wisnu, Aqeela anak tunggal.


Ceklek...


Pintu terbuka.


"Lhoo... Mas Desta?" Kata Wisnu terperangah.


"Masuk..." Sahut Desta tenang mempersilahkan tamunya masuk.


Wisnu mengikuti langkah Desta, dan duduk di karpet yang ada di ruang tamu.


Wisnu lebih terkejut lagi, di dalam ada Aqeela.


"Ada apa ini? Kenapa aku harus berhubungan sama si trouble maker ini." Ucap Wisnu dalam hati.


"Maaf ya.. rumah kami masih berantakan. Karena masih ada yang belum selesai. Itu masih dikerjakan sama Pak Eko. " Kata Desta sambil nunjuk ke Pak Eko yang sedang bekerja.


"Oh... iya Mas gak pa_pa." Jawab Wisnu dengan gemetar.


"Kamu.. ndak usah takut gitu. Aku sudah jinak kok.." Seru Desta dengan jenaka.Disambut senyum paksa oleh Wisnu.


Wisnu masih Merasakan ada yang ganjil dengan Desta dan Aqeela.


"Kami udah membaca proposal OSIS yang kemarin kamu sampaikan lewat Aqeela." Desta berhenti sejenak, menelan salivanya.


"Sebentar Mas, kemarin sepertinya saya hanya berbicara dengan Aqeela. Dan proposalnya juga saya tujukan buat Aqeela. Bukan buat Mas Desta." Potong Wisnu.


"Wisnu, apapun yang berhubungan dengan Aqeela pasti berhubungan dengan saya. She is mine. Aqeela sudah menjadi tanggungjawab aku. "


"Maksud Mas Desta? Kalian pacaran?" Tanya Wisnu bingung.


"Aqeela istriku." Jawaban singkat Desta cukup membuat Wisnu terperanjat.


\=============**😍😍😍😍😍=============


To be continue...


Ah, Aqeela dengan kehidupannya yang serba mendadak...


Mendadak jadi Ustadzah


Mendadak jadi Pelatih Pencak Silat


dari serba mendadak tersebut, apakah yang akan berubah...


Dengan menikah akankah sang trouble mampu menghentikqn kebiasaan tawurannya?


Next up part ya...


one by one


step by step


ikuti kisah mereka berdua...


Masih di Mendadak Ustadzah

__ADS_1


Dan tetap dukung Thor ya...


😘😘😘😘**


__ADS_2