MENDADAK USTADZAH

MENDADAK USTADZAH
Izin


__ADS_3

Kajian di rumah Aqeela setiap Sabtu dan Minggu sore. benar-benar mmbuat meriah rumah Bapak Syarief.


Dan seperti Sabtu sore ini, Yang hadir lebih banyak dari biasanya.


Bahkan beberapa diantara mereka adalah teman Aqeela yang tidak pernah ikut kegiatan rohis.


Kajian di rumah Aqeela, di bagi 2 kelompok. Kelompok putra dan kelompok putri. Kata Ustadz Zainal hal ini untuk meminimalisir percampuran antara laki-laki dan perempuan.


Ruanganpun dibuat terpisah. putra ada di garasi depan. Sedangkan putri ada di musolla keluarga.


jadwalpun sudah di atur sedemikian rupa oleh Ustadz Zainal.


Aqeela sengaja meminta ke Ustadz Zainal untuk mengkaji Kitab Sulam Safinatun Najah buat teman-temannya. Dan Ustadz Zainal menyetujuinya.


Sedangkan Ustadz Zainal lebih banyak mengkaji ilmu Qur'an dan Hadits.


Dan Ustadzah Dewi, beliau memilih untuk mengkaji ilmu Aqidah untuk siswa siswinya.


Dan itu berputar setiap kelas pasti dapat. Awalnya Aqeela menolak masuk kelompok putra karena merasa tidak pe-de berhadapan dengan lawan jenis.


Tapi karena dukungan dari Orang tua, Ustadz Zainal dan Ustadzah Dewi serta Desta N the genk Aqeela menyanggupinya.


Dan ternyata masuk kelas putra tidak seburuk yang dia bayangkan. Aqeela malah merasa nyaman karena mereka lebih mudah diajak berdiskusi.


oh iya... selama kelas kajian berlangsung, Desta N the genk yang pernah nyantri kilat di Pesantren Kyai Qomarudin di dapur jadi asisten masing-masing. 😅😅😅


Desta jadi asisten Ustadz Zainal


Ronald jadi asisten Aqeela


Dan Wawan jadi asisten Ustadzah Dewi.

__ADS_1


Dan tentu saja awalnya Desta gak terima donk. Desta jeles tingkat tinggi 😁😁😁.


Gimana gak jeles, Ronald jadi asisten Aqeela. Kenapa bukan aku saja. Kata Desta kala itu.


Tapi setelah mendengar penjelasan Ustadz Zainal. Dan pengakuan Ronald yang tentu saja mengatakan dia gak cinta sama Aqeela. Desta pun setuju.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Jum'at pagi...


Di sekolah, pukul 09.00


derrtt.. dertt..


Smartphone Aqeela berbunyi, entah ini sudah yang ke berapa. sejak jam pertama tadi smartphonenya terus berbunyi.


Karena penasaran, Aqeela membukanya.


Aqeela berdiri dan mohon izin ke gurunya untuk mengangkat telpon. Setelah di izinkan Aqeela keluar dan berbicara dengan pelatihnya di luar.


"Kak, maaf yaa... tadi ada pelajaran gurunya baru masuk."


"Gimana?"


"Apa gak bisa di wakilkan?"


"Baiklah.... Qee coba izin."


kata Aqeela sambil menutup percakapannya.


Aqeela juga membaca pesan dari Sasa dan Agung.

__ADS_1


Mereka mengirimkan artikel yang akan di muat di majalah mereka masing-masing bersamaan dengan video dirinya yang sedang mengisi kajian.


Dan yang membuat Aqeela bingung tlsn di akhir pesan tersebut


*Mbak Aqeela kita tunggu informasi tanding ya...


beneran kita juga fans nya Mbak Aqeela*


Aqeela membalas pesan tersebut.


*Terima kasih mbak artikel bagus


Videonya saya juga suka


untuk jadwal tanding masih 2 minggu lagi.


Silahkan hadir*


Aqeela menutup smartphonenya.


Maunya kembali ke kelas, tapi diurungkan niat itu.


Aqeela sedikit berlari menuju kelas Desta. Hanya itu yang saat ini ada di pikirannya.


Tok tok tok...


Aqeela mengetuk kelas Desta dengan perasaan bimbang, tapi untuk balik kanan juga segan.


Seorang guru membukakan pintu untuknya.


"Maaf Bu, saya mau ketemu sama Kak Desta. Ada perlu sebentar." Pinta Aqeela.

__ADS_1


"Tunggu saya panggilkan." Jawab Guru yang tidak diketahui namanya sama Aqeela. Sambil memperhatikan Aqeela dari ujung kepala sampai kaki. Entah apa yang dipikirkan guru tersebut tentangnya.


__ADS_2