MENDADAK USTADZAH

MENDADAK USTADZAH
Lelah hayati


__ADS_3

"Mas Desta.... Mbak Aqeela...." Seseorang memanggil nama mereka berdua. Serempak keduanya menoleh ke sumber suara. Memaksa keduanya mengurungkan niat untuk masuk mobil.


"Mbak Sasa, Mas Agung." Kata Aqeela setelah tahu orang yang memanggilnya.


Kedua orang itu mengatur napas sedemikian rupa. Napas keduanya naik turun tak beraturan seperti orang yang habis lari-lari.


"Tenang Mbak.... Kita gak kabur kok" Kata Desta sambil mendekat ke arah Aqeela.


"Ini Mbak... Mas..." Kata Aqeela sambil menyodorkan air mineral gelas ke Sasa dan Agung.


"Terima kasih Mbak." Jawab Agung


"Mbak Aqeela..., Mbak Aqeela beneran habis diculik dan disekap?" Tanya Sasa setelah sedikit tenang.


"Iya Mbak...Kok tau?" Aqeela penasaran


"Kita kan wartawan, Mbak." Sahut Agung.


"Haa haaa haa... berarti pertanyaan saya salah orang neee..." Kata Aqeela dengan senyum lebarnya. Membuat Desta, Sasa dan Agung tersenyum.


"Mbak.... teman-teman ingin wawancara langsung kronologinya. Apa bisa?" Tanya Agung.


"Sekalian sama Mas Desta." Pinta Agung kemudian.


"Gimana Qee?" Tanya Desta meminta pendapat Aqeela. Mereka bertatapan sebentar (Gak sengaja gaess... )


"Kita sih gak keberatan Mbak, tapi nanti sore an aja ya Mbak ke rumah. Kasihan orang tua kami. Mommy dan Daddy nya Kak Desta juga baru nyampe tadi. Mereka habis luar kota." Tawar Aqeela.

__ADS_1


"Gak masalah Mbak. Okaylah nanti sore kita ke rumah Mbak Aqeela. Mas Desta gimana?" Kata Sasa.


"Nanti saya juga akan ke rumah Aqeela... " Jawab Desta yakin.


"Okay... Mbak, Mas terima kasih sebelumnya." Kata Agung dan Sasa kompak.


Setelah berpamitan Aqeela dan Desta segera masuk mobil dan cuss pulang ke rumah. Sebelum ada Mbak Sasa atau Mas Agung lainnya. 😁😁😁


Yaa... kan mereka sedang mengantuk. Capek dan Lelah. Yang mereka impikan saat ini adalah kasur, bantal dan guling. Yang lain lewat.


"Kak Jo hati-hati ya... Salam buat Kak Vina." Kata Aqeela saat Jo pamitan pulang.


"Okay Aqeela... Dari semalam dia khawatir sama kamu." Sahut Kak Jo


Aqeela hanya nyengir senang dan sedih mendengarnya.


"Insiden kemarin sungguh membuat banyak orang khawatir. Ya Allah, jauhkan hambamu ini dari orang-orang yang hendak berbuat keji dan aniaya terhadap hamba." Do'a Aqeela dalam hati sambil berdada-dada melepas Kak Jo pulang.


\=====================================


**KANTOR POLISI


Mita**


Orang tua Mita datang sangat-sangat terlambat. Setelah semua korban Mita dan kawan-kawan pulang. Mereka baru datang.


Mereka begitu kaget mendengar kalau Mita menjadi dalang penculikan dan penyekapan bersama dua orang rekannya yang jelas-jelas tidak dikenal keduanya.

__ADS_1


Ada amarah yang luar biasa begitu mereka mendapati Mita sudah dibalik jeruji besi. Mereka berdua begitu kecewa dengan putrinya itu.


"Pak..Bu bisa ikut saya sebentar." Kata seorang Polwan kepada orang tua Mita. Papa Mita mengangguk, mengiyakan permintaan Polwan tersebut.


"Pak.. Bu saya mohon bapak dan Ibu tenang." Kata Polwan yang bername tag Anna.


"Gak bisa Bu.. Bagaimana Ibu..." Papa Mita berhenti sejenak memandang name tag di Dada Polwan tersebut.


" Bagaimana Ibu Anna menyuruh kami tenang. Padahal anak kami sudah melakukan kejahatan." Lanjut Ayah Mita menggebu.


"Begini Pak Bu...Mbak Mita memang benar melakukan kesalahan bahkan bisa dikatakan kejahatan. Tapi kondisi mental Mbak Mita saat ini juga tidak lebih baik dari teman wanitanya tadi. Mbak Mita mengalami syok dan trauma yang luar biasa. Ada baiknya ibu dan bapak tidak menunjukkan emosi yang berlebihan saat ini Mbak Mita hanya butuh dukungan moril dari orang terkasihnya." Jelas Ibu Anna Polwan cantik di depan mereka.


Orang tua Mita terdiam, keduanya mengatur napas dalam-dalam.


"Baiklah Bu.. kami akan segera membawanya ke Rumah Sakit. Insya Allah ada teman dokter kami yang akan membantu Mita nanti." Pungkas Mama Mita dengan bijak.


Polwan Anna tersenyum.


"Baiklah Pak, Bu... Mbak Mita bole diajak pulang. Tapi Mbak Mita harus siap dipanggil kapanpun jika kami butuhkan informasi atau keterangannya."


"Ini ada berkas-berkas yang perlu Bapak Ibu tanda tangani." Lanjut Polwan Anna sambil menyerahkan berkas yang disampaikannya tadi.


Kedua orang tua Mita segera menandatanganinya.


Dan sejam kemudian Mita dan kedua orang tuanya sudah berada di rumah sakit tempat kedua orang tua Mita bekerja.


Sedangkan Dea. Dea setelah dijemput orang tuanya. Kedua orang tua Dea juga melakukan hal yang sama. Membawa dea ke rumah sakit.

__ADS_1


\====================================


Man teman.... makasii yaa dukungannnya...


__ADS_2