
Akhirnya Aqeela mengantongi izin keluar sekolah. Dengan alasan yang nyeleneh pula.
Di surat izin tertulis alasan
wawancara
Membuat ngakak Aqeela.
Lima belas menit yang lalu....
Aqeela masih berdiri di depan kelas Desta menunggu munculnya pria tampan itu dengan sabar.
"Qee..." Sapa Desta begitu keluar, air mukanya menampakkan kekhawatiran karena tidak biasanya bahkan hampir tak pernah Aqeela nyamperin diirnya sampai ke kelas begitu.
"Kak... " Kata Aqeela sambil menunjukka sebuah pesan wasapp yang diterimanya dari pelatih tadi.
"Kak, Qee minta tolong dong... "Lanjut Aqeela setelah keduanya sedikit menjauh dari pintu.
"Apa sih yang enggak kalo buat Ustadzah Aqeela.." Jawab Desta sdikit genit.
"Kak serius... tolong anterin Qee izin dari guru sekarang. Nanti jam 1 siang TM di Siola." Pinta Aqeela dengan sedikit cemas.
Desta membaca pesan itu sekali lagi.
"Baik... sekarang aku izinkan. "
"Tapi jangan bilang kalo Qee mau tanding, yaaa..." Kata Aqeela dengan memelas.
"Beres... ayyooo..." Aqeela segera mengikuti langkah Desta ke ruang guru piket untuk memintakan izin Aqeela keluar sekolah pukul sebelas. Karena Desta sudah memperkirakan perjalanan sampai lokasi. Serta dirinya yang harus sholat Jum'at. Kebetulan di depan Gedung Siola ada masjid.
Setelah mengantongi izin. Kini mereka berdua menghadap Ustdadz Zainal dn Ustadzah Dewi.
"Ustzadzah Dewi, Ustadz Zainal.. Maafin Qee yaaa...Bukan maksud kami membohongi kalian." Kata Aqeela khawatir.
Setelah mengatakan kebenaran bahwa dirinya nanti siang tidak bisa membantu ustdzah Dewi kegiatan rohis putri.
Serta permintaannya agar tidak membocorkan keberadaan dirinya yang ikut Technical Meeting untuk keperluan tanding karatenya.
Ustadz Zainal dan Ustdzah Dewi masih terdiam.
"Aqeela, Desta... kami tidak keberatan dengan permintaan kalian." Kata Ustadz Zainal
Aqeela dan Desta bernapas lega mendengarnya.
"Tapi...... " Ustadz Zainal melanjutkan dengan sedikit ragu. Membuat keduanya harap-harap cemas.
"Kalian juga harus mengizinkan kami jadi penonton kamu waktu tanding." Ustadz zainal melanjutkan ucapannya.
Membuat keduanya bersorak gembira. Saking senangnya Aqeela dan Desta hampir berpelukan, tapi buru-buru di lepas karena takut dan malu. Apalagi di depan Ustadz Zainal dan Ustadzah Dewi.
Keduanyaa menundukkan kepala menyembunyika rona merah di wajah keduanya.
__ADS_1
Sedangkan Ustadz Zainal dan Ustdzah Dewi hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan keduanya.
@@@@@@@
Tepat pukul 11.00, Desta langsung menuju parkiran mobil. Aqeela sudah menunggu di sana.
Ronald dan Wawan sudah dia pamit. Dan mereka berdua dengan berat hati mengikhlaskan sahabatnya berdua dengan calon istrinya.
( Haa ha haa... enggak kok keduanya ikhlas dari hati )
Alhamdulillah, lalu lintas di jalanan sangat mendukung. Traffic light selalu hijau. Kendaraan juga tidak terlalu padat.
Dalam dua puluh menit mereka sudah di depan gedung siola. Ngantri ambil tiket parkir.
Tau sendirikan parkir gedung siola dimana dan bagaimana.
Area parkir di lantai 5. Dan medan ke lantai 5 laksana naik ke puncak Ayana 🤣🤣🤣🤣.
Setelah dapat flat parkir.
"Kak,nanti Qee tunggu di hall lantai 4 ya.. kak Desta Sholat Jum'at dimana?" Kata Aqeela.
"Okay... Aku nanti Jum'atan di masjid depan saja." Jawab Desta
"Berarti kita pisah di sini ya Kak..." Suara Aqeela seperti gak rela.
Desta tersenyum kecil.
"Kan kalo mau ke hall di lantai 4. turunnya gak bisa pake lift. Lift di sini kalo hari-hari biasa cuma bisa naik turun dari lantai 1 ke lantai 5. Sedangkan Kak Desta kalo mau keluar ke masjid depan kan harus turun ke lantai 1. Jadi kak Desta turun pake lift, saya turun pake tangga." Kata Aqeela panjang.
Dan jawab Desta hanya ber O O... saja. 😃😃
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Di hall lantai 4
Ternyata di sana sudah datang beberapa peserta.
Aqeela mendekati dan mengobrol santai dengan mereka.
Semakin lama penghuni kursi semakin banyak.
Tepat pukul 12.45 Desta sudah nyampe di dalam hall ruangan technical meeting karate.
Setelah menelpon dimana posisi duduk Aqeela. Desta langsung mendekat setelah Aqeela melambaikan tangan.
Pukul 13.00
Seorang pria baru baya berusia sekitar 40an membuka acara tersebut.
Kemudian muncullah seorang pria juga kali ini lebih muda ditaksir Aqeela usianya sekitar 30tahunan.
__ADS_1
"Saya Adam. Saya yang bertugas mengkoordinasi dan mengkonfirmasi pertandingan karate minggu depan." Pria itu mengenalkan diri
Aqeela fokus dengan yang di sampaikan Pria bernama Adam di depan.
Desta hanya memandang dari samping. Karena dia gak tahu istilah-istilah dalam karate.
Jadi dia hanya diam. memandang pujaan hatinya itu. 😍😍😍
Beberapa poin penting di sampaikan oleh Adam. Aqeela mencatat untuk diingatnya sendiri dan juga untuk di laporkan ke pelatihnya. Kak Topo dan Kak Sila.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Di lokasi lain...
"De... sepertinya Desta tadi bolos sama si kuntilanak" Kata Jihan.
"Kok tau?"
"Ye ileee... tadi tuh si gatel kunti ke kelas kita. Kamu sih molor mulu..." Kata Jihan.
Dea ketawa ngakak..."Abis ngantuk sumpah pake banget."
"Semalam aku udah ketemu sama di Mita. Dia setuju kolaborasi sama kita." Sambung Dea.
"Hanum... gimana De? Tanya Jihan.
"Enggak usah ngomongin soal dia lagi." Kata Dea sambil berbisik agar suara tidak terdengar oleh siswa lain.
Jihan mengerti dan mengangguk.
"Mita, mau bantu kita. Minggu depan harus di goal in tuu..." Kata Dea
Dan Jihan hanya mengangguk dengan pasrah.
Biasanya kalo ada Hanum pasti Hanum yang memberi masukan Dea. Tapi sejenak kejadian di cafe tempo hari, Hanum seakan hilang tampa jejak.
Hanum masuk setiap hari. Tapi, pasti saat jam istirahat ato jam kos pasti gak ada di kursinya.
Jihan mengedarkan pandangannya ke seantero kelas. Hanum sudah hilang.
Jihan ingin Hanum. Hanum balik ke gengnya lagi.
Jihan semakin menunduk, menyadari kesalahannya waktu itu. Yang tidak peka dengan senggolan kaki Hanum sewaktu di cafe.
Jihan keluar mencari Hanum....
"Harus aku temukan dimana tuuh anak sekarang."
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Tengkyuu yaa readers...
__ADS_1
Buat semuanya... like, komen