
"Qee, sekarang kamu tau kan gimana piciknya Wisnu." Omel Doni begitu mereka sampai kantor Desta. Atas perintah Desta tentunya.
"Ada apa Don?" Tanya Desta melihat Doni berbicara gak jelas ke istrinya.
"Tanya aja bini kamu sendiri tuuh.." Kata Doni menahan amarahnya.
"Kenapa Beb..." Tanya Desta beralih ke Aqeela.
"Kak Wisnu, Bae.." Jawab Aqeela singkat.
"Sudah cukup gak usah diterukan." Desta mengepalkan tangannya menahan amarah.
"Ceritakan Don..." Titah Desta.
"Si Wisnu nelpon Aqeela nyuruh ke ruang OSIS. Ternyata di sana sepi Broo... Coba bayangin kalo aku gak maksa ikut. Bisa-bisa bini loo habis di makan tuuh cunguk." Kata Doni dengan nada tinggi.
"Awass ya loo Wisnu..." Gemeretak gigi Desta menahan amarah.
"Udah Bae.. aku gak pa_pa..." Aqeela berusaha menenangkan.
"Kamu belum kenal Wisnu Qee..." Oceh Desta.
"Dia itu licik dan picik... jadi aku mohon kamu hati-hati. Kalo dia telpon lagi atau meminta bahkan menyuruh kamu apapun harus ada Doni." Suara Desta turun beberapa oktaf melembut tak kuasa melihat Aqeela ketakutan melihatmu emosi.
"Iya Bae... " Tunduk Aqeela.
"Padahal nee Bae, karateku masih bisa dipake loo.. apa siih yang kalian khawatirin." Protes Aqeela.
"Qee... Wisnu udah tahu kekuatan kamu. Makanya dia gak pake kekerasan. Dia akan pakai cara-cara lain yang gak akan kamu duga. Aku yakin itu." Omel Doni.
"Contohnya?" Kata Aqeela.
"Qee kamu itu polos atau emang bener-bener gak paham siih.." Doni tambah kesal melihat wajah tanpa dosa Aqeela.
__ADS_1
"Ta.., Udah deeh kamu yang jelasin. Kamu yang lebih paham." Doni udah kehabisan kata-kata.
"Maksud Doni apaan Bae?" Aqeela memandang keduanya bergantian.
"Qee... kamu udah pernah tau kan. Aku dulu sukanya nongkrong dimana?" Suara Desta kalem agar Aqeela bisa menerima penjelasannya dengan baik.
"Taulah.. Double O, Triple Yu." Oceh Aqeela.
"Udah tau itu tempat apa?" Tanya Desta.
"Night Club." Jawab Aqeela singkat
Doni hanya menyimak pembicaraan pasutri itu. Tak ada niatan turut campur. Hatinya udah terlanjur dongkol dengan sikap innocent Aqeela.
"Kamu udah pernah masuk ke sana?" Aqeela menjawab dengan menggelengkan kepala.
"Okay... sini." Desta menggenggam jari Aqeela membawa kepala Aqeela bersandar ke dada bidangnya.
Cara apapun pasti akan mereka gunakan, mulai cara halus, terang-terangan, narkoba, bius bahkan obat perangsang. Semua itu sah bagi mereka.
Setelah itu mereka tidak akan peduli lagi dengan kondisi gadis itu lagi. Mereka membuangnya. Kamu pasti pernah istilah ONS bukan?" Aqeela mengangguk lagi.
"Baik, yang kami khawatirkan. Wisnu adalah salah satu pelakunya.
Karena kami terlalu sering melihatnya berganti-ganti pasangan. Kami khawatir karena kami terlalu sayang sama kamu.
Betewe. Bentar deh kamu beneran paham apa itu ONS?" Tanya Desta penasaran.
"One Night Stand." Jawab Aqeela dengan entengnya.
"What?? darimana kamu tahu Beb?" Kepo aja tuh Desta.
"Gak penting." Sahut Aqeela cepat.
__ADS_1
Membuat Doni meledak Desta.
"Syukurin.." Oloknya.
"Bae....jangan-jangan kamu sama Doni juga pernah ONS yaa?" Aqeela memandang tajam ke arah suaminya.
"Don, tolongin Don...Plisss... " Gumam Desta dalam hati.
Tapi Doni hanya meledeknya dengan memberi senyum horor.
"Bae.. jawab... kamu pelaku ONS Juga kan?" Ulang Aqeela.
"Enggak Beb....sumpah separah-parahnya aku dulu, gak pernah ONS sama cewek." Kata Desta memelas.
"Sumpeeh Loo, Ta? Gak pernah ONS?" Oceh Doni dengan ketawa ngakak.
"Ck.. ck.. ck... Ternyata lawan gue gak pernah ONS... masih ting ting dong kamu." Goda Doni dengan sengaja menyenggol rudal bagian bawah Desta.
"Doni... " Teriak Aqeela geli sambil menutup matanya tapi telat dia terlanjur melihat dengan damai.
"Udah tenang aja.. aman... dia masih ting-ting." Olok Doni.
"Anjriit Loo... "
"Awwwh..." Pekik Doni
💗💗💗💗💗💗💗💗💗
**To be continue...
Pastiin teman-teman udah kasi aku like 👍🏻, komen 📝, vote 💯 and rate ⭐5
I Love You all 😍😘😘😘**
__ADS_1