MENDADAK USTADZAH

MENDADAK USTADZAH
Pengakuan


__ADS_3

Tuan dan Nyonya Wijaya beserta Bapak dan Ibu Syarief duduk mengelilingi meja di ruang makan rumah Aqeela. Sedangkan Aqeela dan Desta duduk di hadapan keempat orang dewasa tersebut.


Dua pasangan suami istri tersebut tidak melepaskan pandangan ke arah Aqeela dan Desta. Seakan keempat orang tersebut sedang meminta pertanggungjawaban atas perbuatan buruk dua anak remaja di depannya tersebut.


Tentu saja sidang ini berlangsung setelah semua teman-teman Desta dan Aqeela pamit pulang.


"Aqeela... " Seru Ayah Syarief


"Desta...." Kata Daddy Wijaya


"Ceritakan kepada kami, kenapa sampai ada insiden semalam." Lanjut Daddy Wijaya


Aqeela dan Desta hanya menunduk. Kedua terdiam.


Kedua sibuk mencari kata-kata yang tepat untuk memulai menjawab pertanyaan para orang dewasa di depannya itu.


"Daddy, Mommy, Om, Tante..." Jawab Desta dengan wajah masih menunduk dan terbata-bata.


"Ayah.... Ibu... Om... Tante. Kak biar Aqeela aja yang jelasin." Kata Aqeela yang lebih bisa mengontrol emosinya.


"Ayah. Ayah masih inget gak waktu Ayah pertama kali ketemu Kak Desta?" Tanya Aqeela.


"Masih." Jawab Aqeela


"Semua bermula dari sana." Aqeela terdiam sejenak mengatur napas.


"Sebetulnya waktu itu Aqeela abis bantuin Kak Desta tawuran sama anak SMA Bhakti. Gengnya Doni." Kata Aqeela pasrah. Apapun reaksi keempat orang dewasa di depannya itu dia siap menerimanya.


"Apaa???" Justru yang terjadi keempat orang dewasa di depannya malah kaget.


"Terus kalian menang waktu itu. Doni dan kawan-kawannya bisa kalian kalahkan." Tebak Daddy Wijaya. Dan dijawab anggukan keduanya.

__ADS_1


"Iya, seperti itu kira-kira. Kemudian Doni nantangin kita lagi." Sahut Desta menambahi cerita Aqeela.


"Dan kalian menang lagi." Tebak Ayah Syarief. Aqeela dan Desta lagi-lagi mengangguk.


"Oh.. god. Syarief. Anak kita Syarief. Kenapa mereka seperti kita saat remaja. Tawuran terus kerjaannya." Bisik Tuan Wijaya ke telinga Ayah Syarief.


"Bener-bener replika kita." Jawab Ayah Syarief dengan berbisik pula.


"Terus... mau kita apain coba mereka berdua. Percuma juga kita marah-marah. Toh, kita dulu juga kayak mereka. Hobbi banget sama tawuran." Lanjut Ayah Syarief masih dengan berbisik. Membuat Tuan Wijaya tidak mampu menahan tawa.


Mommy Desta dan Ibu Aqeela sampai heran dengan kelakuan suami mereka. Bahkan Aqeela dan Desta ikut terheran-heran. Apa coba yang lucu dengan jawaban mereka.


"Terus Dea sama Mita?" Tanya Daddy Wijaya setelah reda tawanya dan kembali serius.


"Dea... itu terobsesi sama Desta, Daddy. Makanya dia rela melakukan semua yang dianggapnya benar dan bisa mendekatkan Desta ke Dea. Sedangkan Mita, dia hanya partner Dea saja." Jelas Desta


Penjelasan Desta tak urung membuat keempatnya melongo.


"Kakak...." Kata Aqeela sambil menendang kaki Desta, membuat Desta nyengir kesakitan


"Beneran kan... Coba kalo waktu itu aku, Ronald dan Wawan gak segera datang. Kamu pasti udah gak secantik sekarang." Aqeela mendelik kesal mendengar kalimat Desta.


Begitupun keempat orang dewasa di depannya itu.


Setelah bisik-bisik sebentar.


"Kak... kayaknya kita harus siap-siap kena hukuman." Bisik Aqeela takut.


"Entahlah." Jawab Desta.


"Baiklah ... Kami sudah memutuskan." Ayah Syarief terdiam.

__ADS_1


"Kalian minggu depan menikah." Sahut Daddy Wijaya cepat.


Membuat Aqeela dan Desta melongo gak percaya.


\=====================================


"Kak..." Kata Aqeela


"Kenapa?" Jawab Desta


"Kenapa harus secepat itu."


"Apanya?" Desta pura-pura gak tau.


"Menikah."


"Apa salahnya dengan menikah?"


"Kakak...." Suara nyaring Aqeela dengan mimik sebel meloloskan senyum misteri kelelakiannya.


Tanpa berani Desta memandang Aqeela sedikitpun. Takut yang dibawah ikut teriak.


"Aish... aku juga laki-laki normal kali." Runtuknya dalam hati.


\=====================================


Tengkyu yaa... buat dukungan


Masukannya...


Plisss.... bantuin aku ya.... like , komen, vote and rate

__ADS_1


Lop yu all 😘 😘 😘


__ADS_2