MENDADAK USTADZAH

MENDADAK USTADZAH
Sah


__ADS_3

Desta...


Sejak pulang sekolah tadi, Desta langsung masuk kamar.


Jantungnya berdegup dengan kencang. Wajahnya nampak sangat gugup. Bolak balik Desta berjalan dari Balkon kamarnya masuk lagi. Entah ini sudah yang keberapa kalinya.


"Desta, jas yang akan kamu pakai nanti malam sudah mommy taruh di lemari." Suara Mommy yang membuka pintu kamarnya sangat mengejutkannya malah mmbuat jantungnya berdegup lebih kencang.


"Iya Mi... " Sahut Desta.


"Anak Mommy kenapa nee?" Kata Mommy sambil masuk dan duduk ditepi ranjang Desta yang kini berukuran King Size. Hee hee kemarin kemarin sih masih berukuran Single. Masih kelihatan kalo masih baru juga ( haa haa haa ).


Alasan Desta pas beli tuh si King Siza supaya muat dipake tidur berdua sama Aqeela, kalo nanti Aqeela pulang ke rumah mereka.


"Sini duduk sama Mommy." Pinta Mommy sambil menepuk-meluk kasur disebelahnya.


Desta segera duduk di sebelah mommy dan memeluknya.


"Hei... anak mommy yang katanya jagoan itu kemana? Kok jadi baper gini sekarang?" Goda Mommy sambil tersenyum manis buanget.


"Deg-deg an Mi." Ucap Desta. Tak urung Mommy tersenyum sedikit lebar mendengar pernyataan jujur putra semata wayangnya itu.


"Wajar kok kalo gugup kayak gitu." Kata Mommy dengan senyum hangatnya.


"Coba sekarang Desta ambil napas dari hidung keluarkan dari mulut pelan-pelan." Desta menuruti ucapan Mommy.


"Lakukan Berkali-kali, sampai kamu merasa tidak gugup lagi." Pungkas Mommy.


Desta tersenyum mendapat tips relaksasi dari mommy tercintanya.


Aqeela


Aqeela nampak cemas di dalam kamar. Dia ditemani Nabila. Sahabatnya.


Di ruang tamu sudah banyak tamu. Ada teman-teman gengnya Desta, Vian, Ustadz Zainal, Ustadzah Dewi, Pak RT, Pak RW dan beberapa tetangga kanan kiri.


"Gak nyangka ya.. kamu cantik banget." Puji Nabila, dan hanya dijawab senyuman saja sama Aqeela saking cemasnya dia.


"Gak takut tuuh kamu nikah sekarang?" Tanya Nabila lagi


"Enggak..." Jawab Aqeela


"Ntar kalo ada yang bilang Ustdazah jagoan menikah dini, bagaimana?" Goda Nabila


"Daripada ntar Ustdzah Jagoan hamil diluar nikah, hii ... takuuut ..." Balas Aqeela membuat Nabila mendelik gak mengerti.

__ADS_1


"Aqeela ayoo keluar sekarang." Suara Ibu membuyarkan obrolan mereka.


Aqeela dan Nabila segera keluar menuju ruang tamu dimana tempat ijab qobul dilaksanakan.


Desta dan Aqeela sempat saling lirik dan curi pandang sebentar sebelum akhirnya Aqeela duduk diantara Ibu dan Mommy.


Aqeela mengenakan gaun warna putih dengan kerudung hijau ( Favorit kalee ya warna ini buat Aqeela ) sedangkan Desta mengenakan Jas hitam dengan kemeja hijau senada dengan kerudung Aqeela.


"Aqeela cantik banget." Sejenak Desta jantung Desta mulai berdegup lagi. Padahal tadi dia sudah bisa mengendalikan. Desta kembali melakukan relaksasi seperti yang diajarkan Mommy tadi. Dan berhasil. Desta sudah mulai bisa mengendalikan gugupnya.


"Kak Desta... cakep banget..." Gumam Aqeela dalam hati.


Desta sudah berhadapan dengan Ayah dan Pak Penghulu.


"Sudah siap?" Tanya penghulu tersebut.


Desta mengangguk mantap.


Ayah menjabat tangan Desta.


"Saya nikahkan putri saya...... " Suara ayah terdengar syahdu. Membuat Aqeela sangat tersentuh.


"Sah... Sah..." Sesaat kemudian hanya riuh teriak sah yang terdengar.


Setelah ritual cium tangan, penyerahan mahar dan sungkem. Aqeela dan Desta menuju teman-temannya.


"Selamat ya.. ntar malam boleh dong aku temani malam pertamanya. Kan sekalian aku belajar." Goda Ronald


"Kampret... Gak usah sok alim... Kita semua tahu kamu sudah gak bersegel lagi alias gak perjaka. Cewek mana yang gak pernah tidur sama kamu." Tentu saja kalimat terakhir ini diucapkan Desta dengan berbisik.


"Anjirr... Aku gak pernah apa-apain mereka." Balas Ronald dengan bisik-bisik.


"Woooii... Selamat ya Bro... Selamat ya Aqeela. Aku keduluan nee... Desta bener-bener Gercep. Kali enggak mungkin Aqeela udah aku embat." Goda Vian dengan senyum khas anak gengnya.


"Anjay...dia sekarang punya aku ya..." Kata Desta mulai protektif sama Aqeela.


Dan Doni, dia masih belum sembuh total. Masih perawatan di rumah sakit. Belum lagi kasus yang membelitnya yang masih harus melalui beberapa proses. Meskipun keluarga Aqeela dan Desta sudah menempuh jalur damai. Ternyata tidak semudah itu. Masih ada tahapan yang harus dilalui Doni.


"Aqeela... Desta..." Seseorang memanggil mereka. Spontan Desta dan teman-teman yang lain menoleh ke sumber suara.


"Ustadz Zainal..." Ucap mereka kompak.


Ustadz Zainal tersenyum dan melangkah ke arah Desta dan teman-temannya.


"Aqeela... Desta... Selamat ya... kalian sekarang sudah halal semoga menjadi keluarga sakinah mawaddah warohmah." Kata Ustadz Zainal begitu beras di tengah-tengah Desta dan gengnya.

__ADS_1


"Desta.. Desta sekarang bukan lagi Desta yang kemarin. Dipundak Desta sekarang ada tanggungjawab atas diri Aqeela. Apalagi kalian masih berstatus pelajar. Kalian. harus mampu menjaga etika ketika di sekolah.


Desta... harus mampu memenuhi kewajiban dan hak sebagai seorang suami dan mungkin seorang ayah kelak jika kalian sudah memiliki keturunan." Ustadz Zainal berhenti sejenak.


"Sudah pernah Ustadz jelaskan bukan apa saja hak dan kewajiban seorang suami?" Kata Ustadz Zainal kepada Desta yang disambut anggukan oleh Desta.


"Dan Aqeela... juga sama... Aqeela sekarang sudah menjadi seorang istri. Sekarang Aqeela sudah menjadi tanggungjawab Desta. Kalian tidak bole egois. Jadi pasangan yang saling percaya. Jujur.


Masih ingatkan kemarin sudah Ustadz jelaskan hak dan kewajiban istri?" Ustadz Zainal menoleh ke arah Aqeela. Aqeela yang menyimak sambil menunduk, menggangguk pelan.


Kalian jadilah pasangan yang saling menyayangi. Ustadz yakin kalian sudah sangat mengenal masing-masing.


Bahkan kalian sudah kompak kalo tawuran, kompak jadi mafia atau kompak cari musuh..." Ustadz Zainal memberi wejangan kepada Aqeela dan Desta.


"Mereka udah insyaf kok Ust.." Sahut Wawan


"Sekarang kompaknya mereka udah nambah Ust... kompak di kasur..." Goda Ronald dengan senyum horor.


Dan tawa riuh kembali menggelegar. Malam itu Desta sudah emosi tingkat Dewa karena ulah bullying teman-temannya.


Pukul 23.00 setelah semua tamu pulang. Keluarga Wijaya plus Desta pamitan pulang.


"Serius nee....Desta gak mau nginep sini?" Goda Ayah ke menantunya


"Enggak Ayah..." Jawab Desta


"Gak kangen tuh sama pengantinnya." Goda Ibu..


"Besok pagi-pagi Desta jemput Aqeela buat nginep di rumah Desta..." Ucap Desta


"Ya... malam pertamanya gak di sini dong...' Goda Ayah. Membuat wajah Desta dan Aqeela memerah saking malunya.


"Sudahlah Rif, jangan kau goda mereka... Tuh muka mereka udah kayak kepiting rebus... merah merona." Kata Daddy.


Membuat Ayah dan Ibu ketawa lebar. Bukannya mereka tak tahu tapi memang mereka sengaja godain anak mantannya itu.


\=====================================


**Man... teman ...up lagi nee...


Like komen vote yaa buat novel aku...


Dan terus dukung author yaa....


Maap yaa...kalo up nya kadang lama....Coz haris gantian sama krucil-krucil di rumah yang lagi belajar online**...

__ADS_1



kayak gini nee kira-kira penampakan mereka pas menikah 😍😍😍


__ADS_2