MENDADAK USTADZAH

MENDADAK USTADZAH
Selamat Puasa


__ADS_3

"Teman-teman selamat puasa ya..."


"Mohon maaf lahir batin ya.."


"Semoga puasa kita lancar.."


Ucap Aqeela sambil menyalami teman-temannya satu per satu. Karena hari ini adalah hari terakhir mereka sekolah, besok mereka akan menikmati libur awal puasa selama satu minggu.


Dilanjutkan Safari Ramadhan. Yang jadwalnya dilakukan estafet per kelas.


Sedangkan untuk Aqeela. Dia di dapuk pihak sekolah untuk mengisi satu materi di semua kelas selama Safari Ramadhan.


Tak bisa menolak. Dan gak boleh menolak. Tegas Pak Handoko kala itu. Membuat Aqeela pasrah.


Dan sasaran keluh kesana, siapa lagi kalu bukan Ustadz Zainal, Ustadzah Dewi dan Pak Jamal.


Haa haa haa.. iya sekarang Pak Jamal bahkan sering kepo nanyain kegiatannya di rumah sama Desta.


"Yaaa... Aqeela gak bisa liburr...Hik...hik....hik. Sedihnya.." Curhat Aqeela begitu masuk ruang BP.


"Haa haa haa... " Ustadzah Dewi menanggapinya dengan terkekeh.


"Ustadzah Dewi seneng yaa....Puas kan.. liat Qee sekarang." Omelnya sambil duduk manyun.


"Udah....gak usah sok sedih gitu. Baper tahu." Bisik Ustadzah Dewi tapi dengan suara keras.


"Haa haa Ustadzah sekarang gaul..." Celetuk Aqeela membuatnya terlupa akan amanah kepala sekolah.


"Yaa.. kalo gak ngikut selera kalian Ustadzah gak laku... kalah pamor sama muridnya Ustadzah yang centil ini." Komen Ustadzah Dewi.

__ADS_1


"Eh, tapi.beneran deh Qee semenjak deket-deket sama kalian, Ustadzah Dewi kamu itu ngajarnya ikut centil." Pak Jamal ikut nimbrung.


"Emang nee anak virus kok Pak..." Ledek Doni.


Membuat seisi ruang BK terke kecuali Aqeela.


"Tapi demenkan sama virus cantik kayak akuu.." Kata Aqeela dengan sok centilnya.


"Ogaaahh.. sono noo Desta doang yang demen. Kalo aku ikutan demen yang ada besok tinggal nama doang." Oceh Doni.


"Takut Kamu Doon, si Wisnu aja ngebet ama dia..." Ustadz Zainal ikut manasin.


"Wisnu mah Pansos doang Ustadz. Narsis. Yang di inces sebetulnya Desta. Nee anak jelek cuma dijadiin batu pijakan doang." Sungut Desta sambil nunjuk ke arah Aqeeela.


"Sumpah yaa lo Don... kalo Kak Wisnu mah gak level ama my Bae yang ganteng bak Babang Min Ho.." Kata Aqeela sok imut.


"Somplak nee anak.. Bawa-bawa si Korea segala..." Dungus Doni kesal tapi sumpah Dia ketawa liat muka imut Aqeela yang begitu memuja si bintang Korea. Entahlah Doni gak hafal namanya.


"Panjat Sosial, haa haa..." Jawab Ustadzah Dewi.


"Yesss... Ustadzah Dewi memang keren..." Puji Doni antusias.


"Kan.. dia ketularan kalian tuuh." Ujar Pak Jamal.


Membuat Ustadzah Dewi ngakak. Memang sih, tak bisa dipungkiri semenjak dekat dengan Aqeela ditambah genknya Desta. Secara tidak langsung ungkapan-ungkapan keseharian para muridnya itu juga sudah kebal di telinganya. Sudah bukan bahasa asing buat Ustadzah Dewi. Bahkan Aqeela sering berkomunikasi menggunakan bahasa gaul saat mengisi kajian.


Dan Ustadzah Dewi akhirnya mengikuti jejak Aqeela.


Dan semua bisa nerima dengan mudahnya.

__ADS_1


Drrrt.. drrtt...


"Panjang umur nee anak, barusan kita omongin dia telpon." Kata Aqeela


"Siapa?" Tanya Pak Jamal


"Wisnu."


"Haa haa haa....si Pansos..." Gelak seisi ruangan


"Husst..." Aqeela meletakkan jari telunjuknya ke bibir mengisyaratkan agak semua tidak berisik.


"***Iya.. Kak?" Sapa Aqeela


"Lagi dimana?" Selidik yang di seberang.


"Di ruang BK."


"Hobi banget ke sana."


"Bisa ke ruang OSIS, bentar?" Titah sang ketua OSIS yang bentar lagi lengser.


( kan regenerasi, mana ada Ketos abadi** )


πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—


To be contnue...


terima kasih yaa... untuk supportnya

__ADS_1


πŸ‘πŸ» like, πŸ“komen, πŸ’―vote And ⭐5 rate masih aku tunggu...


I love you all 😘😘😘


__ADS_2