MENDADAK USTADZAH

MENDADAK USTADZAH
Sholat Tarawih


__ADS_3

Menjelang adzan isya' rumah Desta sudah ramai dikunjungi warga.


Mereka hendak melakukan sholat isya' Tarawih dan witir berjama'ah. Bahkan mereka juga akan melanjutkan dengan tadarus.


Sholat berjama'ah plus tadarus berjalan lancar. Hari ini Ustadz Zainal yang menjadi imam karena sepertinya janjinya selama tidak ada jadwal di masjid atau musholla lain beliau akan ke rumah Aqeela.


Setelah bercengkarama sebentar dengan keluarga Desta dan Aqeela Ustadz Zainal pamit. Besok tugasnya akan dilanjutkan Desta. Sampai lima hari ke depan. Dibantu Wawan dan Ronald.


💗💗💗💗💗💗💗💗


"Qee, mau di sini atau pulang?" Tanya Ibu.


"Di sini aja, Bu. Kasihan Mommy sama Daddy jauh-jauh ke sini malah di tinggal. " Jawab Aqeela. Dijawab senyuman sama Ibu.


Aqeela mengantar Ayah dan Ibunya sampai pagar.


Aqeela menutup pagar sambil melambaikan tangan ke arah orang tuanya.


"Mommy sama Daddy kalo ngantuk tidur duluan aja. Ada yang mau aku omongin sama Aqeela." Ujar Desta begitu melihat Mommy sama Daddynya sudah menguap berkali-kali.


"Ya udah yuuk Dad, kita tidur...Biarkan mereka." Ajak Mommy sambil menggandeng Daddy naik ke kamar atas.


"Kenapa, Bae?" Tanya Aqeela penasaran setelah kedua orang tua Desta masuk kamarnya.


"Dengerin.." Titah Desta


"Suara Vian..." Tanya Aqeela


"Iya dengerin aja sampai selesai." Kata Desta meminta Aqeela fokus.


Aqeela mendengarkan percakapan antara Vian dan Desta via seluler yang sengaja di rekam Desta.


Aqeela cukup terkejut mendengar penutupan Vian.

__ADS_1


"Kenapa Qee?" Sahut Doni kaget melihat ekspresi muka Aqeela yang sama kaget liat dirinya.


"Wisnu..." Doni menghela napas panjang. Melangkah menuju dapur membuka kulkas memilih sebotol air dingin satu setengah liter. Doni juga mengambik tiga buah gelas bening di rak piring. Membawanya hati-hati ke depan Desta dan Aqeela.


"Nee... minum dulu..." Doni menuangkan air putih ke dalam gelas masing-masing.


"Makasi ya Don.." Kata Desta sambil meneguk bagiannya.


"Minum dulu, Qee. Gak usah terlalu tegang gitu. Kayak gak pernah nemu musuh yang lebih jahat dari Wisnu aja..." Omel Doni geregetan liat muka polos Aqeela.


"Gak nyangka aja..." Sahut Aqeela sarkas. Membuat Doni tertawa sambil air yang diminumnya tersembur keluar.


"Makanya kalo mau minum baca bismillah dulu..." Doni malah dapat hadiah omelan daro Aqeela.


"Beneran kamu yaa.. gak nolongin malah ngomelin." Oceh Doni masih dengan terbatuk-batuk, Desta menepuk-nepuk punggungnya.


"Diem deh, Don..." Ucap Desta masih menepuk-nepuk Doni.


"Gimana, sekarang percaya sama aku?" Kata Doni menatap Aqeela.


"Aaiisshh... Aku percaya sama kamu Doni. Tapi haruskan Wisnu sejahat itu???" Aqeela masih mempertahankan opininya.


"Serah kamu lah..." Pasrah Doni.


"Don, kita gak bole lengah..." Ujar Desta waswas.


"Nah itu kamsudnya..." Doni mengiyakan.


"Lagian nee Yaa... Bener kata kamu Ta, Aqeela sekarang udah mulai berkiblat khusnudzon." Oceh Doni.


"Kalian nyalahin aku gitu.."


"Enggak..." Sahut keduanya kompak.

__ADS_1


Kalo sampai dijawab iya, bisa-bisa kedua cowok ini bakal babak belur kena bogem mentah Aqeela.


"Teruss....."


"Nabrak.." Ucap Doni dan Desta bareng


"Kompakan banget..." Dungus Aqeela.


"Tapi... kamu juga harus berhak Don. Wisnu...."


"Dia curiga karena pastinya gak nyaman sama kehadiran aku yang selalu sama Aqeela..."


" Bukan itu dodol... Mending mobil kamu aja yang bawa. Antar dulu si Mita, baru ke sekolah." Ucap Desta.


"Kampus Mita, Jauh Ndul... Makanya dia nganter jemput aku..." Bela Doni.


"Yaa... begitulah nasib pacaran sama berondong..." Sahut Aqeela.


"Berondong kiwut..." Goda Desta sambil melirik Doni.


"Haa haa haa... " Suara tawa ketiga pecah.


💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗


**Maksih yaa...


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian


❤ jadiin fave, 👍🏻 klik like, 📝 kasih komentar, 💯 kirim vote dan ⭐5 di rate.


I Love You


😘 😘 😘**

__ADS_1


__ADS_2