MENDADAK USTADZAH

MENDADAK USTADZAH
Lakukan


__ADS_3

Aqeela duduk di ruang makan menunggu kedatangan suaminya. Gak biasanya, Desta pulang sampai selarut ini.


Berkali-kali, Aqeela melirik jam dinding di ruangan tersebut. Sudah pukul sembilan malam. Tadi Desta hanya pamit kuliah. Tapi belum pernah pulang sampai selarut ini.


Nabila sudah pulang ba'da isya' tadi. Bahkan Doni sudah berangkat kerja sejak sore. Mbak Tutik asisten rumah tangganya izin menengok saudaranya yang tinggal di daerah Rungkut. Aqeela tinggal sendirian. Menunggu kedatangan suaminya dengan cemas.


Beberapa menit kemudian...


Aqeela mendengar suara kendaraan memasuki halaman rumahnya. Aqeela yakin itu kendaraan Desta.


Aqeela mengintip dari balik gorden, memastikan kendaraan milik siapa yang masuk.


X-pander hitam. Begitu Desta keluar dari pintu kemudi. Aqeela tersenyum bahagia.


Segera Aqeela membuka pintu dan menyambut suaminya dengan senyuman.


"Assalamu'alaikum.., Beb" Sapa Desta sembari mencium kening istrinya


"Wa'alaikum salam.., Bae." Jawab Aqeela sambil mencium tangan suaminya.


"Kok malem banget sih, Bae..." Tanya Aqeela dengan manja.


"Maaf ya Beb... tadi dosennya kasi jam tambahan." Kata Desta.


"Ya udahlah Bae. Gak pa_pa. Yang penting My Bae udah sampai rumah dengan selamat." Balas Aqeela masih dengan senyum manjanya.


"Aku sholat isya' dulu ya, Beb..." Ucap Desta, sambil mengelus ujung kepala istrinya.


Aqeela yang diperlakukan seperti itu, merasa bahagia sekali. Dan hanya mengangguk dengan manja.


Setelah sholat isya', Desta kembali ke kamar menemui Aqeela.


Desta memandang takjub Aqeela. Desta merasa Aqeela begitu cantik malam ini.


Hanya mengenakan mini dress di atas lutut, bahu Aqeela terlihat sangat menantang dengan seutas pita berhias diatasnya. Belahan dadanyapun sangat rendah, menampilkan penampakan apik dari dua gundukan dada Aqeela.


Bahkan Desta yakin dibalik dress itu Aqeela tidak mengenakan Branya. Desta mencoba berlaku biasa. Seolah tak melihat anugerah terindah dari Tuhan yang di berikan untuknya.


Aqeela tersenyum melihat Desta masuk kamar.


"Duduk sini yuk, Bae.." Ajak Aqeela sambil menepuk-nepuk sofa disampingnya.


Desta melepas peci dan sarungnya. Meninggalkan kaos dan Celana pendek selutut di tubuhnya. Desta menuruti permintaan Aqeela. Duduk di sebelah istri tercintanya. Walaupun jantungnya meletup letup karena melihat penampakan indah Aqeela.


"Nonton apaan?" Tanya Desta melihat Aqeela mengganti chanel beberapa kali acara di stasiun televisi.


"Gak jelas, acara apa... Dari tadi aku pindah channel terus. Gak ada acara yang bagus." Oceh Aqeela sambil menyandarkan kepalanya di bahu suaminya.


"Ya udah matiin aja..." Goda Desta sembari menyandarkan kepalanya di atas kepala Aqeela.


"Biarin aja Bae... sepi banget. Biar ada suara." Bisik Aqeela menggeser kepalanya ke dada bidang Desta. Desta menempatkan badannya agar nyaman dipakai sandaran Aqeela.


Spontan Aqeela memberikan ciuman di pipi Desta. Desta menoleh ke arah Aqeela. Membalas ciuman Aqeela.


Aqeela kembali membalas ciuman Desta. Menyentuhkan bibirnya ke bibir Desta. Desta menikmati sentuhan bibir Aqeela.

__ADS_1


Posisi Aqeela kini malah sudah dipangkuan Desta. Tubuh keduanya saling berhadapan. Sehingga memudahkan bagi keduanya untuk berbagi kenikmatan.


Kiss mark, bercap di seluruh leher Desta dan Aqeela. Bahu Aqeelapun tak luput dari cap kepemilikan Desta. Keduanya melakukannya dengan sangat indah.


Aqeela dengan rela hati melepas ikatan tali di dressnya.


Tangan Desta kini sudah mencapai kedua bukit kembar milik Aqeela. Desta bahkan mempermainkan kedua puncak bukit itu dengan kedua tangannya. Tanpa melepas bibirnya yang bermain di area leher Aqeela.


Destapun kini sudah telanjang dada.


"Bae... sekarang lakukan semua yang harus kita lakukan." Desis Aqeela menahan desahannya yang begitu manja.


"Kamu sudah siap..." Bisik Desta.


Aqeela terdiam teringat kembali ucapan Wisnu tadi pagi.


***Cinta... Kamu belum merasakan cinta yang sebenarnya, bukan? Aku bisa memberikan yang lebih dari Desta


Kalimat Wisnu benar-benar mengganggunya***.


"Serius kamu sudah siap, Beb?" Ulang Desta.


"Aku sudah siap, Bae.." Bisik Aqeela tersenggal-senggal menahan serangan bibir Desta.


"Kamu gak lagi memikirkan sesuatu kan?" Desta menghentikan serangannya.


Destapun menyimpulkan kembali tali pengikat baju Aqeela. Takut tak bisa menahan diri untuk melakukan hal-hal yang mereka inginkan.


"Qee... kamu gak akan bisa bo'ong sama aku. Katakanlah ada apa?" Tanya Desta masih memangku Aqeela.


Aqeela menatap Desta dengan manja. Kembali menghujani suaminya dengan ciuman. Desta membalas dengan ringan.


"Qee... ada apa? Katakanlah..." Ucap Desta dengan lembut. Desta mulai menyadari ada yang tidak beres dengan Aqeelanya.


"Beb... plisss... jangan siksa diri kamu." Bisik Desta lebih lembut, Desta begitu takut melukai perasaan istrinya.


Aqeela menundukkan kepalanya. Ia menempelkan keningnya ke kening suaminya.


Hening...


Tak ada suara.


Desta mendengar sesenggukan dari mulut Aqeela.


"Beb..., katakan... siapa yang bikin kamu nangis kayak gini." Desta memeluk istrinya menghapus air matanya.


Walaupun posisi mereka sangat menguntungkan untuk melakukan yang lebih.


Desta memilih untuk menahan semuanya.


"Beb..., siapa yang membuat Srikandiku ini menangis." Bisik Desta dengan memberi ciuman kening.


"Kak Wisnu, Bae..." Kata Aqeela lirih.


"Wisnu, kenapa sayang?" Tanya Desta lirih.

__ADS_1


"Kamu gak marah, Bae..." Bisik Aqeela.


"Aku sangat cemburu saat kamu sebut dia." Desta mencoba menggoda Aqeela dengan memberi senyumannya.


"Bae..."


"Iya..."


"Apa kamu akan memaafkan aku, jika besok aku akan mempertahankan status kita menghadapi Kak Wisnu." Desta sedikit terbelalak mendengar ucapan Aqeela.


"Lakukanlah..."Ucap Desta melandai.


"Sebenarnya apa yang Wisnu ucapkan sampai kamu seperti ini, Beb.." Gumam Desta dalam hati.


"Bae, aku mau kita melakukannya sekarang..." Pinta Aqeela.


"Katakanlah dulu, Wisnu ngomong apa ke kamu..." Ucap Desta lembut.


"Kak Wisnu, nyuruh aku ninggalin kamu Beb"


"Kurang ajar si Wisnu sinting itu." Gumam Desta dalam hati.


"Kak Wisnu.. Bae... dia... pengen aku..." Aqeela kembali sesenggukan.


Rahang Desta menggeretak. "Wisnu brengsek... Hancuuuk..." Maki Desta dalam hati.


Desta memeluk Aqeela lebih erat.


"Aku gak akan terima Wisnu bikin kamu menangis kayak gini." Bisik Desta.


"Kita gak akan melakukannya sekarang. Percaya lah Wisnu gak akan bisa nyentuh kamu. Kalo dia berani nyakitin kamu. Wisnu akan mati ditanganku." Suara Desta meninggi


"Kak...." Aqeela tersentak mendengar kata mati ditanganku yang begitu ditekan oleh suaminya.


"Kak, Aku sayang sama Kakak... Kakak jangan bertindak ceroboh." Desta tersenyum memandang Aqeela yang begitu khawatir.


"Aku juga. Aku juga sayang sama Aqeelaku..." Bisik Desta.


"Kak, apa Bagi seorang laki-laki, cinta itu hanya sekedar pelepasan kenikmatan?" Tanya Aqeela dengan gemetar.


"Bulshit, siapa yang bilang seperti itu... Cowok yang mengatakan cinta hanya untuk pelepasan itu bukan cinta tapi nafsu. Percayalah cinta bukan seperti itu." Desta mengelus rambut Aqeela perlahan.


"Beb.., jangan pernah lagi mengatakan lakukan. Jika kamu tidak ingin. Aku mengenal kamu Aqeela, istriku ini bukan wanita yang sembrono. Mau aku peluk?" Tanya Desta meraih kembali tubuh Aqeela yang begitu rapuh saat ini. Menyalurkan energi positif ke tubuh Aqeela.


Desta menggendong Aqeela seperti bayi yang digendong di dada ibunya. Ia memindahkan tubuh Aqeela ke kasur.


"Istirahatlah dulu .. aku peluk malam ini sampai puas..." Bisik Desta sambil merebahkan disebelah Aqeela dan memeluknya dengan hangat.


💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗


**To be continue...


Next part ya...


Ramaikan "PRINCESS OF MOJOPAHIT" ya...

__ADS_1


aku tunggu**...


__ADS_2