
Masih pukul tujuh pagi, Desta sudah bersiap ke kantor Polisi, sebelum berangkat ke kantor. Semalam ia sudah berdiskusi dengan Aqeela tentang Wisnu dan kasus yang membelitnya. Desta juga siap dengan keputusan hasil diskusi keduanya.
Posisi Aqeela sudah tegak dengan ranjang yang terangkat. Sehingga ia bisa melihat semua aktifitas suaminya dengan bebas.
"Bae... hati-hati ya...." Kata Aqeela.
"Insya Allah, Beb. Do'akan aku ya.."
"Always... nama kamu selalu ada dalam setiap do'aku." Jawab Aqeela yang langsung dihadiahi kecupan di keningnya.
Aqeela malah balas memeluk Desta.
"Bae, I love you."
"I love you too." Bisik Desta sambil duduk di tepi bed Aqeela.
Desta yang beberapa hari ini sangat kelelahan merasa bersalah sekali dengan Aqeela karena hampir tidak ada waktu memanjakan istrinya.
"Beb maafkan aku ya.." Bisik Desta
"Maaf, buat apa Bae?" Tanya Aqeela bingung.
"Maaf akhir-akhir ini aku terlalu sibuk. Sampai jarang nemenin kamu." Kata Desta sambil memainkan ujung hijab Aqeela.
"Bae, aku baik-baik saja." Jawab Aqeela sambil mengelus pipi Desta.
Diperlakukan begitu, membuat Desta tak bisa mengendalikan irama jantungnya yang sudah berbunyi gak karuan.
"Bae, liat aku dong." Pinta Aqeela yang menyadari suaminya masih sibuk dengan ujung hijabnya.
Desta mengangkat kepalanya. Tangan Aqeela masih memegang di pipi Desta.
Dengan menahan rasa sakit di punggungnya, Aqeela memajukan sedikit punggungnya.
Menyatukan bibirnya dengan lembut ke bibir Desta. Sentuhan lembut tersebut, auto menyadarkan Desta.
Karena tidak mampu menahan lebih lama rasa sakitnya Aqeela kembali menyandarkan punggungnya.
The flas kiss milik Aqeela, membuat Desta menyadari, betapa gadisnya itu begitu mensupport dirinya.
Menyadari Aqeela masih belum bisa menahan sakit terlalu lama. Desta mencondongkan kepalanya.
Disentuhkannya kembali bibirnya ke bibir Aqeela. Dan... sudah taulah kelanjutannya. ( French Kiss milik Desta yang bikin Aqeela klepek-klepek, haa haa ha..)
~Skip~
~untung masih pagi kagak ada pengganggu~
Sepeninggal Desta, Aqeela kembali sendirian. Seperti pesan Mommy kemarin, tidak boleh kemana-mana sebelum sarapan dan Mommg atau Ibu datang.
Yang kembali dilakukan Aqeela, membuka Al-qur'an digitalnya. Surat Al-Maidah.
Aqeela mengaji.
Mau sarapan belum diantar cathering sarapannya. 😀😀😀
💗💗💗💗💗💗💗💗💗
Pas Selese surat Al-Maidah, Mommy dan ibu datang berdua.
"Sudah makan, Nak?" Tanya Ibu
"Belum. Box sarapannya juga belum di antar." Jawab Aqeela sambil membalas cipika cipiki Ibu dan Mommy.
"Suami kamu, kemana Qee?" Tanya Mommy.
__ADS_1
"Ke kantor Polisi, Mi." Jawab Aqeela.
Mommy duduk di sofa,
"Gimana masih sakit, punggungnya?" Tanya Ibu.
"Masih, Bu. Tapi sudah mendingan bisa bergerak sedikit." Ucap Aqeela.
"Udah di obatin?" Tanya Ibu lagi.
"Belum. biasanya nanti jam 8an gitu." Jawab Aqeela.
"Permisi.... Mbak Aqeela sarapannya." Teriak petugas cathering.
"Makasi ya Mbak.." Jawab Aqeela sambil tersenyum.
"Ibu suapin yaa.. Sayang." Pinta Ibu.
Aqeela hanya mengangguk.
Ibu berdiri, mengambil box sarapan di nakas.
Perlahan ibu menyuapi putri kesayangannya itu. Sesekali Ibu mengusap kepala Aqeela.
Mommy hanya memandang interaksi ibu dan anaknya dengan senyum.
"Mommy bole gabung gak?" Ucap Mommy
"Bole banget Mbak.. Mbak Alesha duduk sini ..." Kata Ibu sambil menunjukkan bagian tepi bed Aqeela yang masih kosong.
Mommy menuruti Ibu, duduk di sisi bed lain Aqeela.
Aqeela masih sibuk dengan sarapannya. Tak ada suara yang ia keluarkan sampai suapan yang terakhir.
"Mommy.. Mommy mau ikut Aqeela?" Tanya Aqeela memandang Mommy.
"Ke ruang perawatan anak-anak. Kemarin Aqeela udah janji, mau ke sana." Ucap Aqeela.
"Mbak Shakira, mau ikut?" Tanya Mommy ganti menatap Ibu Aqeela.
"Ikut." Jawab Ibu, mengiyakan.
"Okay deh.. Mommy ikut. Itu bukannya tempat yang kemarin kamu kunjungi?" Tanya Mommy.
"Iya, Mi.." Balas Aqeela menatap sayang ke Mommy.
Selesai sarapan Suster Septi masuk, karena sudah jamnya mengganti dan memberi obat pada luka Aqeela. Karena Suster Anna sedang shift Malam, sehingga tugasnya digantikan suster Septi.
"Mbak Aqeela, nanti kalo sudah kering. Lukanya tidak akan saya tutup lagi." Kata Suster Septi sambil mengoles salep.
"Kapan itu, Sus?" Tanya Aqeela.
"Mudah-mudahan besok sudah lebih baik." Jawab Suster Septi.
"Kalo sudah kering. Berarti saya sudah bole pulang ya Sus.." Ucap Aqeela seperti berharap bisa secepatnya pulang.
"Kalo untuk pulang, itu wewenang dokter Mbak. Saya ndak berani ngomong." Katq Suster Septi. Sambil menutup luka Aqeela.
"Nanti siang, dokter dika akan berkunjung. Beliau akan melihat perkembangan jahitannya." Kata Suster Septi seolah memberi kode kepada Aqeela.
"Makasi ya Sus. Sudah kasi tahu saya." Bisik Aqeela.
"Sama-sama, Mbak."
"Oya... saya mau pinjam kursi roda lagi. Saya akan berkunjung ke ruang perawatan anak-anak." Pinta Aqeela.
__ADS_1
"Oh.. bisa Mbak. Apa perlu saya temani?"
"Suster gak lagi sibuk?"
"Enggak kok Mbak."
"Bole deh Mbak, daripada nanti di usir." Kata Aqeela tertawa lucu.
Suster Septi keluar sebentar, mengambilkan Aqeela kursi roda.
Mommy dan Ibu membantu Aqeela duduk dengan nyaman. Bagian punggung Aqeela diberi bantal dengan harapan lukanya tidak terasa sakit karena nyandarnya di bantal.
Mommy mendorong kursi roda Aqeela. Suster Septi menunjukkan arahnya.
Begitu sampai di depan ruangan anak-anak sudah menyambut Aqeela dengan antusias. Mommy dan Ibu sampai bingung memberi anak-anak celah mendekat Aqeela. Dan secara perlahan keduanya mundur.
"Udah.. yuuk... kenalin dulu, ini Mommy dan Ibu nya Kak Aqeela." Aqeela memperkenalkan Mommy dan ibunya bergantian.
Sebentar kemudian perhatian anak-anak beralih ke Momny dan Ibu berebut cium tangan.
Setelahnya mereka langsung kembali ke Aqeela.
"Kak, ibunya kok dua?" Celetuk seorang anak tiba-tiba.
"Karena Kakak itu baik dan cantik, makanya Kakak di sayang sama dua ibu. Kalau ingin punya dua ibu kayak kakak harus jadi anak yang baik." Jelas Aqeela.
"Kok gak ada cantiknya?" Celutuk yang lain lagi.
"Karena kalo laki-laki ganteng yang perempuan baru cantik." Jawab Aqeela.
"Supaya jadi ganteng dan cantik, gimana Kak?" Yang lain ikut menyeletuk.
"Rajin ibadah." Jawab Aqeela mantap.
Membuat Anak-anak keheranan.
"Kok gak ke salon, beli bedak, beli lipstik gitu sih Kak? Kan kata mama supaya cantik harus perawatan ke salon?" Seorang anak nyeletuk lagi.
Mommy dan Ibu yang mendengar cekikikan tapi ditahan.
"Mbak, kok anak sekarang pinter-pinter ya? " Bisik Mommy.
"Makanya ibunya juga harus lebih pinter." Jawab Ibu dengan berbisik.
Membuat Mommy kembali tertawa pelan.
"Aqeela juga kok ya bisa aja jawab." Kata Ibu.
"Aqeela kan calon ibu idaman." Jawab Mommy auto bikin Ibu speechless.
Kembali ke Aqeela...
"Hmm... kalo itu kan memang bisa bikin wajah cantik tapi kan hanya wajahnya saja. Coba kalo kita rajin sholat buat yang muslim. Pas mau sholat kan harus wudhu. Nah wajah kita tersiram dengan air wudhu. Maka cantiknya terlihat langsung. Gak perlu pake bedak.
Terus kalo kita berbicara dengan orang lain. Kalo yang rajin ibadah pasti ngomongnya yang baik-baik. Jadinya bikin orang sayang sama kita." Ucap Aqeela menjelaskan.
Anak-anak hanya manggut-manggut.
"Ya udah.. yuuk cerita lagi..." Ajak Aqeela.
"Yesss..." Teriak anak-anak dengan antusias.
Seseorang kembali membidikkan kamera, mengabadikan momen seru Aqeela.
💗💗💗💗💗💗💗💗💗
__ADS_1
Next part yaa..