MENDADAK USTADZAH

MENDADAK USTADZAH
Rumah Baru


__ADS_3

Desta dan Aqeela memasuki sebuah rumah yang belum ada perabotnya.


"Qee... bagaimana?"


"Bagus Kak, Makasi ya.." Kata Aqeela sambil memeluk pinggang suaminya.


Diperlakukan seperti itu, jantung Desta berdesir. Seperti ada sengatan listrik ditubuhnya.


Walaupun mereka sudah sering berpelukan seperti ini, tapi ini pertama kalinya Aqeela yang mendahului memeluknya.


Desta mencoba menetralisir aliran hawa aneh di tubuhnya. Desta membalas pelukan Aqeela dengan kecupan sayang di ubun-ubun istrinya yang tertutup kerudung.


"Kak, Qee mau ruangan yang depan ini dipakai mengaji adik-adik. Tapi masih kurang luas deh Kak... Gimana kalo ruangan yang di bawah ini kita bikin loss aja... Biar kayak hall gitu. Nanti kita buatkan sekat dari kayu yang fleksibel dan bs diatur sesuai Keinginan kita. Terus halaman belakang kan luas tuh Kak, biar nanti adik-adik latihan karatenya di belakang." Desta menyimak semua permintaan istrinya itu.


"Nanti yang lantai 2 baru kita gunakan untuk ruang tidur kita. Dapur biar di bawah saja." Lanjut Aqeela sambil berkeliling rumahnya.


"Apapun itu... Aku siap mewujudkan impian srikandi ku ini." Ucap Desta dengan mesra.


Aqeela yang mendengarkan Ucapan suaminya itu tersenyum malu.


Ya, akhirnya Desta membeli rumah yang dimaksudnya kemarin. Dan hari inipun langsung mereka transaksi.


"Nanti aku panggilkan Pak Eko, tukang langganan Daddy. Biar dia yang mengurus semuanya." Aqeela memandang takjub suami gantengnya itu.


"Makasi.. ya Kak..."


" Udah ah makasinya... Nanti aku bisa gak tahan ini. Pelukan kamu aja udah bikin aku sesek. " Kata Desta sambil mengedipkan Sebelah matanya.


"Ya Allah.. Maaf ya Kak.." Ucap Aqeela sambil melepas pelukannya.


"Jangan dilepas..." Desta meraih bahu Aqeela dan memeluknya dari belakang.


" Tapi sementara ngajinya masih di rumah Ayah. Seminggu lagi baru bisa selese." Kata Desta lagi.


\=====================================


"Assalamu'alaikum...." Suara anak kecil mengucapkan salam dari luar rumah Aqeela,membuat penghuni menghampiri keluar.


"Wa'alaikum salam.... Sudah siap mengaji" Kata Aqeela


"Sudah siap Ustadzah.."


Hari itu Aqeela dibantu Desta, karena kebetulan ia cuti 2 minggu menjelang ujian. Dan ujiannya Senin minggu depan.


Anak laki-laki mengaji sama Desta bekas bagasi yang sudah di sulap jadi seperti hall kecil. Yang hanya beralaskan karpet.


Sedangkan yang perempuan mengaji sama Aqeela di ruang tamu.


Selang satu jam, mereka sudah selesai.

__ADS_1


Ditutup dengan do'a setelah membaca Al-Qur'an dan penutup majlis.


\=====================================


"Kak...besok ...."


Cup.... Sebuah kecupan di pipi Aqeela membuat Aqeela menghentikan kalimatnya.


"Kak..pliss.. deeh... " Protes Aqeela


"Kenapa? Emang siapa yang ngelarang?" Dengan tampang polos.


"Qee... sepi banget ya kalo malam."


"Rame pasar Kak..."


"Haa.. haa.. ha... "


"Garing banget sih Kak.."


"Eh,besok aku ajak si Ronald, Wawan sama Nabila nginep sini ya..." Kata Aqeela


"Oh.. kirain sepi itu mau ngapain gitu..."


"Tuuh kan .. udah mikir yang aneh-aneh gitu.."


"Biasanya kan Kakak tuh yang bucin gitu.. "


"Kak... udah ah stop... ngeledikin akunya." Desta hanya tertawa lebar mendengarnya.


\====================================


Dan benar saja, keesokan harinya Desta benar-benar mengajak genk nya ditambah Nabila menginap di rumah barunya.


"Uwiik.. ini rumah tapi ruangan bawahnya bs dipake main bola .. " Seru Ronald antara takjub dan heran.


"Rumah pengantin baru yang aneh... atau jangan-jangan... kalian suka gulung-gulung berdua di sini ya..." Ledek Wawan.


Tiga cogan itu langsung merebahkan diri di lantai yang hanya beralaskan karpet dengan santainya.


Rumah baru Desta juga sudah kelar di bikin loss kayak hall. Sedangkan Aqeela dan Nabila sedang sibuk di dapur.


"Wooiii.. kita ngajakin kalian ke sini bukan buat komenin rumah kita ya... Tapi buat nemenin kita. "


"Kamu pikir kita ini penghibur apa... sampai di suruh nemenin.. Cih..." Omel Ronald sambil menoyor kepala Desta.


"Kampret ... serah kamu dah.. yang penting kalian udah di sini. Dan dijamin gak akan kelaparan." Oceh Desta.


"Kalian berdua tuuh yaa memang manusia paling baik deeh..." Seru Wawan

__ADS_1


"Kalo udah soal makanan paling cepet deeh..."


"Des... jadi beneran kalian akan tinggal berdua an di rumah ini." Kepo Ronald


"Iya.."


"Serius?"


"Duarius malah."


"Des, gak lagi becanda ne..." Ronald memeringkan tubuhnya menghadap Desta.


"Kamu udah siap gencatan senjata sama Aqeela?" Lanjut Ronald, membuat Wawan yang ada di sisi lain Desta ikut memiringkan tubuhnya menghadap Desta yang kebetulan di apit keduanya.


"Aku mah udah siap kapan saja." Kata Desta dengan suara dibikin seerotis mungkin.


"Edan... Tuh anak orang kalo bunting gimana?" Kata Wawan.


"Pake sarung, sinting..." Ronald dan Wawan langsung terpingkal-pingkal mendengarnya.


"Kak... ayoo makan..." Teriak Aqeela dari dapur. Mmbuat ketiganya menghentikan obrolannya.


Nabila keluar dari dapur membawa piring dan sendok.


"Loo nasi sama lauknya mana, Bil?" Kata Wawan bingung melihat Nabila hanya membawa piring.


"Tuuh.. Aqeela gak bisa bawa, dia minta tolong kakak-kakak buat usung-usung." Kata Nabila, mmbuat ketiga cogan itu bangkit siap siaga mengangkuti makanan yang udah disiapkan Aqeela dan Nabila.


\=====================================


**Persahabatan itu bukan saat butuh tempat curhat pas jam kos atau sekedar teman sebangku


TAPI


*Persahabatan itu saling mengingatkan, saling mengisi bahkan pernah bersama berada di satu titik terendah dan mampu mengatasinya bersama.


\~Desta Wijaya***\~


\=====================================


Terima kasih prend... Udah support aku sampai sejauh ini...


terus dukung aku ya...


Karena dukungan kalian besar artinya buat aku....


Lewat like, komen, vote dan rate kalian


🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


lop yu pull 😘😘😘😘


__ADS_2