
"Oh... jadi kamu mau sekolah sini karena dia.." Mama Daffa mendekati Aqeela yang baru sampai di depan pintu.
"Mama... mama tidak ma.. " Bantah Daffa
"Daffa... kamu tidak bisa mengelak.. ini buktinya dia ada di sini..." Mama Daffa menunjuk muka Aqeela dengan kasar.
Beberapa pasang mata memandang ke arah keributan. Bahkan beberapa sengaja menonton adegan tersebut.
"Mama...ini masih pagi.." Ucap Daffa seolah ingin menghentikan mamanya.
"Daffa... kamu kenapa sih..." Bentak mamanya yang seakan begitu tidak suka mamanya menjelek-jelekkan Aqeela.
"Ayoo masuk.. ndak usah di ladeni.." Ajak Doni.
Aqeela menurut. Ia melangkah mengekor Doni.
Awwwwh...
Aqeela berteriak. Lebih tepatnya menjerit.
Sebuah tangan menarik dan menyeretnya dengan paksa.
"Mama..."
"Aqeela... Tante..."
Kata Daffa dan Doni barengan.
Beberapa pasang mata yang melihat sampai ikut terbelalak. Dan merasa iba melihat Aqeela yang diseret paksa tanpa ampun.
"Aqeela..."
"Ustadzah..."
__ADS_1
"Ustadzah Aqeela.. kenapa?"
"Siapa tante jahat itu?"
"Tega banget..."
Mama Daffa terus menarik dan menyeret tubuh Aqeela. Tanpa mempedulikan sekitar.
Doni dan Daffa nampak begitu terkejut melihat tragedi tersebut.
Mama Daffa menyeret Aqeela tanpa ampun. Doni dan Daffa mengejar Kedua wanita beda usia tersebut.
Aqeela hanya mampu menahan sakitnya. Tak ada reaksi ingin membalas atau membantah. Aqeela bahkan membiarkan Mama Daffa memperlakukan dirinya semaunya.
" Terserah Tante " Seakan itu yang dipikirkannya.
Aqeela cukup kooperatif dengan perlakuan Mama Daffa.
Mama Daffa berhenti di depan ruang guru.
Mama Daffa mendorong tubuh Aqeela ke dalam.
"Siapa wali kelas sebelas ipa satu?" Teriak Mama Daffa.
"Saya, Bu? Ada yang bisa saya bantu." Jawab seorang guru memandang aneh kepada perempuan paruh baya yang dengan seenaknya mendorong Aqeela. Siswi terbaiknya di kelas dan di sekolah tersebut.
Pak Luqman, Guru biologi sekaligus Wali kelas sebelas IPA satu, mempersilahkan Mama Daffa duduk.
Pak Luqman memandang Aqeela iba. Kondisi Aqeela begitu memprihatinkan. Kerudungnya sudah tidak beraturan. Seragamnya juga sudah berantakan. Bahkan ada beberapa bagian yang koyak.
"Ustadzah Dewi, tolong ke kantor sebentar." Pak Luqman menelpon Ustadzah Dewi yang selama ini dekat dengan Aqeela.
Pak Luqman berharap Ustadzah Dewi bisa menenangkan Aqeela.
__ADS_1
Daffa dan Doni memaksa masuk ke ruang guru. Daffa mendekat ke Mamanya. Sedangkan Doni mendekati Aqeela.
"Qee... Desta perjalanan ke sini." Ucap Doni sambil duduk di sebelah Aqeela.
"Ngapain kamu ngabari Kak Desta?" Kata Aqeela dengan suara lemah.
"Aku gak tega lihat kamu kayak gini. Ada baiknya Desta ada di sisi kamu saat ini." Jawab Doni.
"Assalamu'alaikum... " Seseorang mengucapkan salam
"Wa'alaikum salam..." Jawab yang ada di dalam.
"Aqeela.... kok sampai begini." Ustadzah Dewi yang mendapati Aqeela sangat memprihatinkan terlihat syook.
Aqeela hanya tersenyum ke arah Ustadz Dewi.
"Pak Luqman, Aqeela biar ikut saya ke ruang BP. " Pinta Ustadz Dewi.
"Gak bisa... " Bantah Mama Daffa.
Ustadzah Dewi dan Pak Luqman nampak terkejut dengan kalimat penolakan dari Mama Daffa.
Membuat Pak Luqman dan Ustadzah Dewi terperanjat. Keduanya menarik napas panjang menahan emosi yang bikin geregetan.
Tidak hanya Pak Luqman dan Ustadzah Dewi tapi guru lain yang ada di situ juga rasanya pengen membungkam mulut mama Daffa yang sangat emosional.
"Biarkan saja Bu. Biar ibu lebih leluasa Bercerita keluhan ibu ke saya." Pak Luqman membujuk Mama Daffa.
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
Akankah hari ini terungkap semua???
To be continue..
__ADS_1