MENDADAK USTADZAH

MENDADAK USTADZAH
Gengster Feel


__ADS_3

Wisnu melajukan Brio hitamnya dengan kencang.


"Kampret ... sialan... brengsek... si songong itu udah curi start... udah kasi kode keras pula..."


"Desta... tunggu ya... "


"Yours is for me..."


Wisnu terus mengumpat. Mengatai-katai Desta.


"She is my mine." Kalimat itu terus terngiang di telinga Wisnu.


"Aku mengizinkan Aqeela mengasuh Karate, dengan syarat aku juga ada di situ." Syarat yang di ucapkan Desta.


"Aish... kenapa harus Aqeela. Kalo bukan karena permintaan Om Handoko, gak sudi aku mengiyakan syarat kampret sinting itu."


Wisnu, yang Terpilih menjadi Ketos periode ini diberi tugas dari Pak Handoko Kepala Sekolah yang sekaligus Pamannya untuk membuat ekskul Pencak Silat yang emang belum ada di SMA Nusantara.


Terilhami dari prestasi Aqeela yang menjadi juara Nasional Kejurnas lalu. Dengan harapan dapat menyalurkan tenaga ekstra para siswa supaya bisa dijadikan prestasi seperti Aqeela.


Mengingat sepak terjang Aqeela sebelumnya yang tukang berkelahi dengan Desta. Namun siapa sangka dibalik keganasannya ternyata ada segudang prestasi yang membawa nama baik sekolah.


"Bro... aku tunggu di double Yu. Sekarang..." Suara Wisnu lebih terdengar seperti titah.


Gas polll... Double Yu...


"Hai Wisnu..."


"Tambah ganteng aja..."


Suara centil cewek-cewek double Yu.


Wisnu langsung masuk VIP Room yang biasa ia gunakan.


" Sunrise... " Bisik Wisnu pelan kepada Neo bartender yang sibuk meracik minuman.


"Aku gak mau mabuk hari ini... " Pesannya kembali dan hanya diberi anggukan oleh Neo.


Frans, Halim, Feri, Juna udah duduk anteng menikmati minumannya masing-masing.


"Kenapa tuh muka di tekuk gitu." Ucap Frans dengan tawa meledak konyolnya.


"*****.. tuh si Desta ternyata udah curi start dari gw." Umpat Wisnu dengan menghempaskan tubuhnya di sofa sembarangan membuat Feri sedikit bergeser.


"Maksud loe...?" Si Halim menoleh ke Wisnu dengan wajah yang gak ngerti maksud ucapan Wisnu


"Aqeela Men.. Dia udah jadi bini nya si Desta sinting itu..."


" Haa haa haa... jadi lo patah hati gitu..." Ledek Juna dengan tawa yang meledak keras.


"Gak usah ngeledek ... Sakit tau gak sih.."

__ADS_1


" Waduuh, bs top trending nee Ketos patah hati.." Ledek Feri.


"Betewe, bentar lagi si sinting itu kan lulus. Masih ada kesempatan Bro..." Oceh Juna.


" Uppsss... Ku tunggu jandamu..." Tawa keras Frans lebih kencang


"Kalian tuh ya... ada teman lagi down malah di panasin. Ikhlasin lah Wis... kayak gak ada cewek lain aja." Nasehat Halim dengan bijak.


"Gak bisa..." Potong Wisnu


"Masih inget kasus Kesya kan. Sampe sekarang gw gak terima." Lanjut Wisnu


"itu udah lama Wisnu. Toh, ternyata mereka juga gak jalan bareng." Halim berusaha menahan emosi.


"Sikat aja Wis..." Seru Frans


"Lanjut..." Ucap Feri.


"Ah... terserah kalian... " Pungkas Halim


"Ingat ya... trek record Desta lebih tinggi daripada kita. Belum lagi partnernya si memegang sabuk hitam."


"Halim... kalo Lo takut diem deh... " Emosi Wisnu sudah di ubun-ubun rasanya. Sampai-sampai tidak mendengar peringatan Halim yang biasanya mampu meredam gejolak bar-barnya.


\=====================================


"Hai.. Kak Wawan, Kak Ronald, Vian, Hai Doni. Apa kabar? kok tumben nee pada ngumpul di sini?" Sapa Aqeela heran melihat semua geng suami dan juga temanmu ngumpul.


"Nikah aja dulu, biar tahu rasanya." Balas Aqeela


"Anjay, kamu Qee.. lama-lama kamu mirip kayak Desta." Seru Vian di skak mat sama Aqeela. Yang tentu saja membuat para cowok di situ ketawa kencang.


"Makanya kamu gak sok-sok an pake goda Nyonya Desta ." Sambung Ronald dengan terbata-bata menahan tawa.


"Kak, jangan bilang kalo kalian ke sini karena Kak Desta yang nyuruh." Kata Aqeela curiga.


"Ya emang kita kw sini karena permintaan suami kamu yang sinting itu." Omel Wawan.


"Kak, kalo di suruh yang aneh-aneh jangan mau ya.. Kok aku nyium aroma-aroma gengster kalian lagi." Ucap Aqeela serius.


"Enggak... Qee.. gak akan.." Sahut Desta cepat begitu setelah keluar dari kamar mandi sebentar tadi.


"Awas loo yaa Kak.. gak pake tawuran-tawuran lagi." Ancam Aqeela


"Enggak sayang. Sana siapin minum buat mereka." Kata Desta manis dengan mengacak-acak puncak kepala Aqeela yang berkerudung.


Dan yang ada malah kerudung Aqeela berantakan. Setelah membetulkan letak kerudung, Aqeela segera ke dapur menyiapkan suguhan untuk tamunya.


"Ini kalian baca." Desta menyerahkan proposal Aqeela ke teman-temannya.


"Apaan ini?" Tanya Wawan

__ADS_1


"Baca dulu" Perintah Desta.


Bergantian mereka membaca proposal yang diserahkan Desta.


"Kak, tuuh betulkan... Feelingku gak salah." Ucap Aqeela begitu kembali ke ruang tamu membawa suguhan untuk tamunya.


"Tapi feelingku mengatakan akan ada sesuatu yang gak baik." Kata Desta.


"Di minum dulu..." Kata Aqeela sambil duduk di sebelah Desta ikut nimbrung dengan geng suaminya.


"Makasii ya Qee..." Kata Wawan.


"Kalo baca proposalnya siih gak ada yang aneh. Tapi kalo liat posisi Aqeela sepertinya bisa jadi gak baik-baik saja." Kata Ronald.


"Wisnu secara organisasi memang Ketos tapi secara pribadi dia mungkin ada maksud lain." Wawan ikut menimpali.


"Kamu juga Des, tadi udah mengibarkan bendera perang ke dia kan." Tandas Vian.


Semua yang di ruangan terdiam. Termasuk Aqeela. Ia mulai paham arah pembicaraan para lelaki di depannya.


"Aku kuatir gengs, kita abis ini lulus. Lha dia masih harus sekolah." Kata Desta sambil memeluk Aqeela.


"Des, bisa gak peluknya nanti aja kalo kita udah pulang." Protes Vian.


"Biari, sengaja. Biar kamu mupeng." Ledek Desta tapi melepas pelukannya. Dia kayaknya puas bisa meledek Vian kayak gitu.


Tawa keras kembali terdengar. Membuat Vian hanya menggaruk-garuk rambut dan kepalanya yang gak gatel sama sekali.


"Nurut kamu gimana Don?" Tanya Desta kepada Doni yang dari tadi hanya menyimak pembicaraan mereka.


"Ya.. kamu jadi bodyguardnya Aqeela aja kalo bingung." Ucap Donk selow.


"Hua haa haa haa..." Kembali tawa keras terdengar lagi.


"Lagian tuuh ya.., kamu terlalu over banget sih. Aqeela itu pemegang sabuk hitam. Mantan mafia. Aku rasa dia juga Aqeela bisalah jaga diri." Kata Doni yang di amini Aqeela.


Jawaban Doni, malah bikin Desta setengah frustasi.


"Don, nee istri aku sekarang yang ada di otaknya cuma khusnudzon. Inget gak pertama kali kamu duel sama nee cewek. Gimana penampilannya." Desta udah gak tau harus gimana


Doni mikir, " Seingat aku Aqeela dulu pake celana pendek kaos ketat."


"Yuupzz.. itu dulu... sekarang berusaha positif thinking. Sampai pas mau di culik, dia kurang gerak cepat." Desta mencoba mengingatkan teman-temannya. Yang tentu saja diamini semua.


"Kak..."


"Gak usah protes...." Kompak lelaki di ruangan itu yang tentu saja tidak bisa dibantah Aqeela.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~ **😎😎😎😎\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Tengkyu... all

__ADS_1


support aku terus ya**...


__ADS_2