
Aku temenin..." Titah Doni
"Doni..." Aqeela hampir protes
"Tidak terima penolakan. Kamu mau aku dimutilasi Desta dengan biadab gara-gara ngebiarin kamu ketemu sama si Pansos Wisnu itu." Doni berlagak sedikit galak. Kali ini Doni menatapnya serius.
Aqeela hanya bisa pasrah. Membiarkan Doni mengikutinya ke ruang OSIS.
Ustadzah Dewi, Ustadz Zainal dan Pak Jamal hanya bisa bergidik pasrah.
"Assalamu'alaikum..." Sapa Aqeela begitu masuk ruang OSIS
"Wa'alaikum salam... " Ternyata hanya ada Wisnu sendirian di situ.
"Masuk Qee..." Pinta Wisnu.
Aqeelapun masuk diiringi Doni di belakangnya.
"Elo Don.." Sapa Wisnu , agak kaget melihat Doni yang mengekor Aqeela.
"Ngapain nee anak tengil pakai ikut segala." Gumam Wisnu dalam hati.
"Kenapa? Gak suka?" Tantang Doni.
"Kalau gak suka, kita pergi aja Qee dari sini." Ancam Doni.
"Enggak... enggak kok....Gue gak pa_pa kok. Lo duduk aja senyamannya. Gue ada perlu ama Aqeela." Wisnu memberi kode Aqeela untuk ke ruang menyimpan berkas.
__ADS_1
"Eeh, kalo mau ngomong sama Aqeela di sini aja.. Gak usah bawa dia masuk.." Doni melototin Wisnu.
Wisnu yang sebetulnya hari ini berencana menjebak Aqeela, akhirnya hanya bisa pasrah. Mengalah pada Doni.
"Qee, gimana ekstra karatenya?" Tanya Wisnu membuka percakapan.
"Baik... Ini anggota yang terdaftar udah dua puluh. Lumayan untuk grand opening kita." Jelas Aqeela.
"Oya...Kak.. plaining ke depan. Saya memerlukan beberapa peralatan. Sudah saya buatkan proposalnya. Sementara ini harus saya hendri sendiri dulu. Karena rata-rata mereka adalah pemula. Mungkin 3 - 4 bulan lagi, baru sy pikirkan pemimpinnya." Lanjut Aqeela.
"Loo kenapa gak kamu aja yang pegang." Wisnu keheranan.
"Haa haa.. enggaklah Kak. Aku yang ngelatih terus aku juga ketuanya. No...No...No.. tidak benar itu Kak. Biarkan teman-teman juga berkembang." Kata Aqeela.
" Padahal nama kamu udah aku ajukan loo jadi the next ketos." Ucap Wisnu bangga.
"Tapi Qee.. mereka juga setuju... " Bantah Wisnu
" Enggak Kak.." Tolak Aqeela lagi
"Eh, kamu jangan maksa Aqeela ya.. Kalo dia bilang enggak ya enggak..." Teriak Doni.
"Udah belum ngomongnya?" Tanya Doni.
"Kalo udah kita mau pulang. Nee bini orang di tunggu ma Lakinya." Cerocos Doni.
"Belum...Elo mending diem deeh Don. Ini urusan aku sama dia." Wisnu mulai terpancing.
__ADS_1
"Urusan dia urusan aku juga. Udah kalo belum cepet selesaikan. Kalo enggak aku seret Aqeela keluar dari ruangan ini." Ancam Doni. Membuat Aqeela hanya mengelus dada.
Sebenarnya jika Aqeela mau mengakui, dirinya juga tdak sudi menghabiskan waktu dengan Wisnu.
Tapi karena ini berkaitan dengan ekskul yang ia pegang mau tak mau ia harus melakukannya.
Aqeela juga mencium adanya ketidakberesan dengan sikap Wisnu. Tapi ia belum berani memastikan.
Ya.. mungkin karena dia kali ini bermain dengan hati. Jika saja masih menjadi Aqeela yang dulu mungkin ia masih bermain dengan logika dan tangan. Haa haa haa.... alias main bug bug anak orang gak kenal takut.
"Kakak udah selesai atau belum. Benar kata Doni, kalau sudah selesai saya mau pamit. Kak Desta sudah nunggu saya." Kata Aqeela lebih lembut sehingga tak membuat tersinggung keduanya.
"Belum... Terus selama bulan puasa giman?" Tanya Wisnu.
"Aku liburkan, Kak. Karena toh, mereka safari Ramadhan. Terus jadwalnya juga bergantian." Tegas Aqeela.
ππππππππ
"Qee, sekarang kamu tau kan gimana piciknya Wisnu." Oke Doni begitu mereka sampai kantor Desta. Atas perintah Desta tentunya.
"Ada apa Don?" Tanya Desta melihat Doni berbicara gak jelas ke istrinya.
ππππ
To be continue.....
**maksih yaa yang udah kasi ππ»like, π komen, π― Vote and β5 rate
__ADS_1
Terus yaa dukung**