MENDADAK USTADZAH

MENDADAK USTADZAH
Skenario Desta (1)


__ADS_3

"Kamu lebih PENTING dari Kak Wisnu Bae. Justru karena kamu, kita harus membicarakan ini?" Lanjut Aqeela sambil mengeluh pipi suaminya yang mulus nyaris tanpa cacat. Padahal sudah banyak tawuran yang mereka lewati. Tetap saja wajah itu seakan luput dari semua musuh.


Seketika wajah Desta kembali berbinar. Tapi masih tetap mempertahankan mode cuek gitu.


"Bae, aku udah gaak nyaman di ekskul karate. Aku minta tolong dong, ngomong ke Pak handoko. Matur apa gitu. Bikin alasan atau apa gitu loo Bae. Nanti aku carikan penggantiku." Tutur Aqeela lirih.


Desta masih terdiam, mencerna ucapan Aqeela.


"Bae.. kamu denger enggak sih.." Seru Aqeela gak sabar.


"Iya.. iya... aku denger kok, Beb..." Jawab Desta.


"Tapi kamu serius? Melepas karate? Padahal kan, kalo di rumah pas sama adik-adik kamu menikmati sekali." Ucap Desta heran.


"Bae, di rumah kan beda dengan di sekolah. Di rumah ada kamu, ada Doni. Lagian aku juga interaksinya juga sama anak-anak." Jawab Aqeela dengan memainkan jari di bibir, mata, hidung dan pipi Desta.


"Beb..., mau to be continue?" Desta memeluk leher Aqeela.


"Di sini?" Jawab Aqeela genit


"Ya Alloh, tuh kan nee cewek mulai lagi jahilnya." Batin Desta.


"Mau?" Tantang Desta tapi sebetulnya ia juga dalam mode siaga satu ( haa haa haa, takut kena prank lagi )


"Boleh..." Aqeela bangkit dari rebahannya.

__ADS_1


Masih di posisi kakinya juga masih selonjoran. Aqeela hanya mengubah posisi sandaran kepalanya mendekat dada Desta.


"Bae, aku kangen..." Aqeela memeluk Desta lebih erat.


Desta malah yang dibikin kaget dengan perlakuan Aqeela.


Tapi kekagetannya gak akan pernah bertahan lama siih. Sedetik kemudian ia sudah membawa Aqeela nyaman dipelukannya.


Bahkan bibir seksinya udah berkali-kali menyentuh bibir Aqeela yang tipis. Keduanya hanya saling memandang dan kembali melanjutkan aktifitas erotis yang mereka inginkan di area wajah.


Bahkan posisi Aqeela kini berubah sudah di atas pangkuan Desta. Memudahkan keduanya untuk saling mengisi kekuatan dengan tenaga cinta mereka.


💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗


"Beb... kamu istirahatlah di dalam. Ntar aku nyusul." Pinta Desta menggiring Aqeela ke sebuah kamar di belakang kursi kerjanya.


Padahal di luar ruangan Desta.


Pak Seno sedang menunggu Pimpinannya itu menyelesaikan adegan sensual dengan istrinya.


Tepatnya tiga puluh menit yang lalu...


Yaa saat mereka baru memulainya. Pak Seno membuka pintu ruangan Desta yang tidak terkunci.


Begitu kepalanya nongol dan akan memanggil nama pimpinannya itu. Pak Seno malah menyaksikan adegan dua remaja yang sedang dimabuk cinta.

__ADS_1


Pak Senopun memilih keluar. Dan menunggu sampai pimpinannya itu menyelesaikan tugasnya.


Sebagai orang yang lebih dewasa, Pak Seno paham di usia Desta dan Aqeela, hasrat untuk saling memiliki sangat besar. Menunjukan banyak cinta untuk pasangannya.


Yang melegakan bagi Pak Seno, keduanya sudah halal. Jadi, gak ada hak bagimu untuk menghalangi keduanya.


Kalo belum halal, tentu saja dia orang pertama yang akan menghalangi.


Apalagi bagi Pak Seno, Desta sudah dianggap seperti anaknya sendiri. Pak Seno bekerja di perusahaan Papa Desta sejak awal keduanya berkarier.


Bahkan Papa Desta sering menawari Pak Seno untuk menjadi Kepala Cabang. Tapi Pak Seno tidak pernah mau. Pak Seno janji tetap di samping Pak Wijaya sampai kapanpun. Dan sejak itu Pak Wijaya tidak pernah membicarakan tentang naik jabatan kepada Pak Seno.


💗💗💗💗💗💗


"Maafin, aku yaa... Aku janji gak akan jeles lagi sama Wisnu " Ucap Desta sambil memandang wajah teduh istrinya.


Aqeela hanya tersenyum genit memandang suaminya itu, " Tuhkan bener jeles."


"Iya iya.. aku jeles. Puas kamu. Masalah Wisnu kita bicarakan di rumah." Kata Desta tegang.


"Puas banget... Udah gih kamu keluar. Kasihan tuh Pak Seno nungguin kita dari setengah jam yang lalu." Bisik Aqeela.


"Apa kamu bilang?"


💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗

__ADS_1


**Desta tengsin gak ya?


To be continue**


__ADS_2