
Di dalam Kamar Desta....
Desta duduk di sofa kamarnya. Sejak percakapannya dengan Aqeela di telepon tadi. Pikiran Desta teringat akan Doni.
Desta tak pernah menyangka seorang Doni yang tangguh ternyata memiliki keluarga broken. Dan yang lebih menyakitkan Doni selama hampir 5 tahun ini tinggal sendiri. Tanpa ada orang tua di sampingnya.
Desta menghela napas panjang. Terbersit rasa syukur dihatinya. Selama ini Mommy dan Daddynya masih ada waktu untuknya.
Dan satu nama lagi yang mampu menyadarkannya tentang kehidupan itu bukan hanya tentang foya-foya. Aqeela.
Yuupzz nama itu yang selalu hadir dihatinya. Bahkan Desta tidak pernah tahu pasti sejak kapan ia benar-benar jatuh cinta kepada gadis itu.
Padahal ribuan cewek cantik ngantri di belakangnya. Rela memberi dan melakukan apapun untuknya. Tapi belum ada yang membuat Desta berdua dig dug saat menatapnya.
\=====================================
Senin pagi...
Upacara bendera...
Saat Kepala Sekolah memberikan petuah.
"Anak-anakku sekalian, hari ini Bapak akan memberikan kabar baik dan kabar buruk. Kabar baiknya seorang rekan kalian, Aqeela Hasna Syarief telah memenangkan juara 1 kejurnas Pencak Silat."
Spontanitas tepuk tangan riuh menggema di seluruh lapangan. Aqeela yang tak menyangka namanya di sebut malah blingsatan bingung. "Kok Pak Handoko tau ya?" Itu yang dipikirkannya. Karena belum banyak warga sekolah yang tahu.
Bahkan teman sekelas Aqeela sampai terkaget-kaget dan bengong. Seorang Aqeela yang selama ini mereka tahu pendiam ternyata seorang pendekar.
Terus kenapa dia diam saja saat diganggu? Dibully? Bahkan sampai sempat diculik kayak kemarin?
Dan tentu saja bubar upacara, Aqeela banyak dikerubungi teman-temannya. Bahkan dari kelas lain yang banyak mengenal Aqeela. Mereka mengucapkan selamat dan ikut berbangga atas keberhasilan Aqeela.
Lha.. Aqeela sekarang sudah terkenal. Namanya patut diperhitungkan dikalangan guru.
Seorang yang dulunya tukang keluar masuk ruang BP karena kejahilannya yang tiba-tiba berubah jadi seorang ustadzah. Sekarang nampang di channel you tube. Lha sekarang malah jadi juara karate tingkat nasional.
__ADS_1
Banyak guru yang ber Wow wow dengan Aqeela. Tapi yang tidak sukapun masih ada.
"Aqeela... Selamat yaa.... Gak nyangka loo kita ternyata Ustadzah kita juga seorang jagoan." Puji seorang teman Aqeela.
Aqeela hanya tersenyum malu menanggapi ucapan teman-temannya.
Dikelas....
"Aqeela... kita gak terima... banyak sekali kejutan-kejutan dari kamu siih... Kita gak terima... Nanti istirahat kamu harus traktir kita semua." Omel Ketua kelas Aqeela.
"Waduuuh... kena palak nee aku..." Canda Aqeela ke teman-temannya.
"Iya... nanti istirahat semuanya Qee traktir di kantin saja yaa... " Lanjut Aqeela.
Membuat suasana kembali riuh, sampai Ustadz Zainal datang. Dan menenangkan kelasnya.
\=====================================
Seperti yang Desta janjikan, sepulang sekolah. Aqeela dan Desta menuju sebuah alamat yang diberi Doni. Kali ini mereka menjalankan misi berdua. Wawan dan Ronald tadi sibuk dengan materi tambahan dari gurunya.
"Kak... ini kan kawasan elit..." Ucap Aqeela
"Iyaaa... Sepertinya Papa Doni bukan orang sembarangan. Kita cari jalannya...." Sahut Desta.
Dari gerbang utama, mobil Desta melaju lurus di blok ke tiga, belok ke kanan dan mencari nomer 7.
"Kak... ini nomer 7?" Kata Aqeela
"Iya..." Jawab Desta
Di depan mereka berdiri dengan megah sebuah rumah bercat putih. Yang di desain unik ala rumah Spanyol. Sangat besar dan mewah. Tak kalah dengan rumah Desta.
Di depan pagar rumah, ada pos satpam dan kebetulan ada seorang satpam berjaga.
"Maaf Pak, apa betul ini rumah Pak Ridwan? Papanya Doni?" Tanya Desta
__ADS_1
Satpam itu memandang Desta dan Aqeela bergantian.
"Kalian temannya Den Desta?" Tanya satpam itu.
"Iya.." Jawab Desta dan Aqeela kompak.
"Sebentar ya..." Kata Satpam tersebut.
Sepertinya ia sedang menghubungi seseorang.
"Baiklah, kalian bisa ke dalam bertemu Tuan Ridwan." Kata Satpam tersebut.
Satpam itupun kemudian membukakan pintu pagar agar Desta dan Aqeela bisa masuk dengan nyaman.
"Maaf Om.. kami hanya ingin menyampaikan pesan dari Doni." Kata Desta sopan.
"Doni. Dia kenapa? Saya memang sedang menunggu kedatangan dari seminggu lalu tapi anak bandel itu tidak pernah muncul." Kata Om Ridwan.
"Doni sekarang sedang dirawat di Rumah Sakit dr. Soetomo." Ucap Desta dan memberikan nomer kamar Doni dirawat.
"Ah, anak itu benar-benar menyusahakan.." Ucap seorang perempuan seksi di samping Om Ridwan.
"Sudahlah...." Kata Om Ridwan dengan nada tidak suka.
\=====================================
"Doni... kasihan ya.. Kak..." Ucap Aqeela dalam perjalanan pulang di dalam mobil Desta.
"Benar... mungkin Doni tidak betah dengan Papanya yang menikah lagi." Sahut Desta
"Terus mamanya kayak gimana ya Kak?" Kata Aqeela lirih.
"Entahlah... besok kita temui dia. Kita pulang dulu sekarang." Kata Desta.
Keduanya terdiam, tidak ada bahan pembicaraan diantara keduanya. Aqeela asyik melihat keluar jendela. Melihat keramaian lalu lintas.
__ADS_1