MENDADAK USTADZAH

MENDADAK USTADZAH
Tanda Cinta Umma dan Buya


__ADS_3

"Assalamu'alaikum...." Sapa Aqeela dan Desta sebelum masuk rumah.


"Wa'alaikum salam..." Jawab seisi rumah power full.


Aqeela menatap satu per satu penghuni rumahnya selama ia opname di rumah sakit.


"Mommy.. daddy.." Peluk Aqeela.


"Ayah.. Ibu.." Aqeela memeluk keduanya bergantian.


"Mama..." Aqeela mencium tangan mama Doni dengan santun.


"Kamu sehat, Nak?" Tanya Mama Doni.


"Alhamdulillah, Ma. Terima kasih Mama udah bantu Aqeea jaha rumah." Jawab Aqeela karena memang selama Aqeela di rumah sakit, Aqeela meminta Doni untuk membawa mama tinggal bersama di rumahnya. Mengurus Doni.


"Hai.. Yulian..." Sapa seluruh penghuni rumah kepada Yulian yang digandeng Desta.


Yulian tersenyum, mencium tangan lima orang dewasa yang menyapanya. Dan melakukan give five kepada Doni yang sudah mendahuluinya dengan mengangkat kelima jarinya.


Aqeela dan Desta hanya bisa tersenyum haru melihat keluarganya bisa menerima Yulian dengan tangan terbuka.


"Hai Yulian, panggil aku Kak Doni ya.." Sapa Doni.


"Hai Kak Doni.." Balas Yulian dengan senyum.


Yulian merasa sangat nyaman dengan perlakuan keluarga Aqeela.


Desta menuntun Aqeela untuk duduk di ruang makan. Karena hanya ruangan itu yang memiliki kursi. Sedangkan Yulian dia sudah bermain bersama Doni.


"Tentang Yulian, bagaimana?" Tanya Ayah memecah obrolan.


"Harapan kami Yulian, kami adopsi sebagai adik. Kami hanya meminta kesediaan Mommy, Daddy atau Ayah, Ibu untuk menambahkan di KK. Karena kalo ikut kami sangat tidak mungkin saat ini." Ayah manggut-manggut perlahan.


Ayah sih tidak keberatan. Ayah juga akan membantu keperluan Yulian nanti. Kamu gimana, Wi?" Ucap Ayah.


"Saya sangat tidak keberatan. Tapi kalo menurut saya lebih baik dimasukkan KK kalian aja Rief..Karena kalo sama aku kejauhan." Balas Daddy Wijaya.


"Baiklah...aku ikuti saran kamu, Wi." Putus Ayah.


"Ayah, Daddy terima kasih.." Kata Desta dan Aqeela barengan.


"Ayah dan Daddy pasti melakukan yang terbaik buat kalian. Kita jaga Yulian. Bukankah sudah perintah Nabi untuk menyantuni anak Yatim. Ayah dan Daddy hanya bisa bangga dengan kalian." Ucap Daddy dengan suara khas kebapakan. Membuat Aqeela dan Desta terenyuh.


"Kalian jangan khawatir Daddy dan ayah nanti yang akan mengurus surat adopsi Yulian." Ucap Ayah menenangkan Desta dan Aqeela

__ADS_1


💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗


"Bae..." Panggil Aqeela begitu mereka hanya berdua di kamar. Desta mendudukkan Aqeela di sofa.


"Iya, Beb.." Jawab Desta sambil mencarikan baju ganti untuk Aqeela.


"Bae.. kok kamu tahu sih kalo aku juga berpikiran untuk mengadopsi Yulian?" Tanya Aqeela.


Desta menyerahkan baju ganti kepads Aqeela.


"Bae, Ya Allooh.. ini seksi banget. Terus ini kenapa punggungnya terbuka gini." Aqeela mulai panik saat melihat baju yang diserahkan Desta kepadanya.


Sebuah dress pendek hanya berlengan satu tali, dengan belahan rendah di bagian punggungnya. Aqeela tampak ragu untuk mengganti pakaiannya.


"Inget enggak kata dokter Dika waktu itu, kalo di rumah harus pake pakaian yang terbuka bagian punggungnya, supaya lukanya cepat kering." Kata Desta tak peduli kepanikan Aqeela.


Desta melepas hijab dan membuka resliting belakang gamis Aqeela. Ia menatap bekas jahitan Aqeela dengan perasaan sedih.


"Luka ini demi menyelamatkan aku. Maafkan aku beb. Aku hanya bisa berjanji membahagian dan tidak akan membuatmu terluka." Gumam Desta dalam hati.


Tubuh Aqeela kini sudah hampir telanjang. Meninggalkan celana dalam berwarna cream. Sejak memiliki luka di punggung Aqeela memang tidak mengenakan bra. Karena lukanya akan lebih terasa sakit jika harus mengaitkan tali branya.


Desta memandang tubuh Aqeela tanpa berkedip meskipun hanya dari bagian belakang. Desta merasakan tubuhnya begitu mendidih panas dingin.


"Bae..." Bisik Aqeela lirih meskipun sedikit terkejut dengan back hug Desta.


"Beb, aku sayang kamu. Jangan lakukan hal bodoh ini lagi ya.. Aku gak akan sanggup kehilangan kamu." Bisik Desta sambil mengecup punggung Aqeela.


"Bae.. geli.." Bisik Aqeela sambil menggerakkan bahunya.


Gerakan Aqeela yang merespon kecupan Desta malah membuat gerakan erotis buat Desta. Reflek bibir Desta malah dengan mudahnya berpindah ke leher jenjang Aqeela.


"Aaahh..." Desah Aqeela


"Beb..., jangan bergerak. Atau aku akan tidak snaggup menahan hasrat kelelakianku." Pinta Desta yang semakin tersiksa dengan gerakan dan desahan Aqeela.


"Tapi geli banget..." Bisik Aqeela menghentikan gerakan tubuhnya.


"Tahanlah....aku hanya ingin memeluk kamu. Aku gak akan melakukan yang lain." Bisik Desta memejamkan matanya.


Tangan Desta tak sengaja menyentuh bagian dada Aqeela yang memang tid


"Bae.. cukup. Atau kamu memang menginginkannya sekarang." Bisik Aqeela sambil melonggarkan pelukan Desta.


Menyadari tangannya sudah berada di ambang batasnya. Desta tersenyum nakal.

__ADS_1


"Maaf ya Beb, tubuh kamu sangat menarik dan terlalu indah untuk aku lepaskan." Bisik Desta Sambil mengecup seluruh bagian punggung Aqeela dan melepaskan pelukannya.


Desta segera memakaikan pakaian minim Aqeela.


"Ini hanya kalo kamu di kamar dan berdua denganku sayang." Bisik Desta.


Aqeela berdiri, bergeser ke cermin besar dekat lemari pakaian. Sedangkan Desta menyimpan gamis Aqeela ke keranjang baju kotor.


Aqeela menatap punggungnya dari cermin. Terlihat bekas jahitan luka yang panjang.


Desta yang melihat kegiatan Aqeela segera mendekati istrinya itu.


"Bae... bekas jahitan ini nanti pasti membekas." Ucap Aqeela sedih. Ia tak bisa menutupi kesedihannya melihat bekas luka di tubuhnya. Sebagai perempuan tentu saja ia khawatir. Lukanya menurunkan kadar kecantikannya.


"Beb.., aku tahu apa yang kamu khawatirkan." Bisik Desta memeluk Aqeela dari belakang. Entahlah rasanya nyaman saat Desta melakukannya.


Aqeela hanya menarik napas lembut, mengendalikan jantungnya yang sejak di sifa tadi sudah berlompatan tidak jelas.


"Beb..., bagi aku. Kamu tetap cantik. Luka ini adalah tanda besarnya cinta Aqeela buat Desta." Bisik Desta lembut.


"Suatu saat nanti aku akan ceritakan kepada anak-anak kita. Bahwa Umma mereka adalah seorang Srikandi pemberani. Umma mereka dengan sangat berani menyelamatkan Buyanya dari seorang penjahat. Aku akan dengan bangga mengatakan kepada anak-anak kita kalo luka Umma di punggung Ummanya adalah tanda cinta Umma untuk Buya." Bisik Desta dengan menahan air matanya.


Aqeela membalikkan tubuhnya. Memeluk Desta dengan erat. Membenamkan kepalanya kepada pemuda tersebut.


"Bae, terima kasih. Suatu saat aku juga akan mengatakan dengan bangga kepada anak-anak kita, bahwa buyanya adalah seorang pria sejati. Ia akan rela berkorban apa saja agar Ummanya tetap tersenyum." Bisik Aqeela.


"Sudah ya, Beb. Jangan menangis. Luka ini tidak akan menganggu cinta kita." Bisik Desta. Aqeela mengangkat kepalanya. Tersenyum. Desta menghapus sisa-sisa air mata Aqeela.


"Terus soal Yulian? Kok kamu bisa tahu sih aku pengen bawa dia pulang?" Bisik Aqeela.


"Sejak kamu mengirim pesan wasapp ke aku. Aku langsung faham. Aku sudah sangat mengenal siapa Aqeelaku ini..." Jawab Desta.


"Terima kasih ya Bae..." Bisik Aqeela sambil memberikan flash kiss di bibir untuk Desta.


Tak mau kalah, Desta malah menyerang bibir Aqeela lebih dahsyat.


💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗


**Biarkan keduanya kangen-kangenan ya...


trm ksh.. aku masih nunggu ❤, like , komen, vote dan rate nya yaa....


love me for us


😘😘😘😘😘**

__ADS_1


__ADS_2