MENDADAK USTADZAH

MENDADAK USTADZAH
Aqeela VS Wisnu


__ADS_3

Aqeela menatap tajam ke arah Wisnu.


Wisnu pun melakukan hal yang sama.


Hanya saja Wisnu berharap, Aqeela menyerah.


"Kamu siap, sayang?" Ucap Wisnu dengan mesra, seolah ini adalah pertempuran kenikmatan dirinya dengan Aqeela.


Aqeela memandang sekitarnya, Wisnu memang ada di depanya.


Tapi ia juga melihat sesosok bayangan Halim ada di pintu depan. Feri di pintu belakang. Juna di sebelah kiri hall utama. Sedangkana Frans ia berkelebat ke sana kemari. Entah apa yang dilakukannya. Aqeela hanya bisa menelan ludahnya sendiri berkali-kali.


Dimatanya tidak ada ketakutan sedikitpun terhadap Wisnu. Walaupum sebetulnya ia sangat cemas.


Cintanya saat ini sedang ia pertahankan. Dan Aqeela tidak pernah sudi menyerah untuk cintanya.


Ada kalimat Desta yang membuatnya sanggup untuk tegak berdiri di depan Wisnu dan gengnya.


"Cowok yang mengatakan cinta hanyalah sebuah pelepasan itu bukan cinta tapi nafsu."


Sosok Desta kembali terlintas di otaknya. Bahkan sehebat apapun tragedi permusuhannya dengan sang suami tempo dulu. Desta tak pernah menyatakan perang seperti ini. Bahkan menggodanya dengan tatapan manispun tidak pernah.


Aqeela merasa neg dengan pria di depannya ini. Seberapa tampan Wisnu tidak pernah merubah hatinya.


Wisnu kembali menatap Aqeela, ada rasa sayang yang ingin ia luapkan di sana.


"Aqeela, ayolaah katakan iya. Maka semua akan end..." Ucap Wisnu.


"Peluk aku atau aku peluk kamu." Bujuk Wisnu.


Buug


Buug


Dua kaki tinju ia hantamkan kedada dan perut Wisnu. Wisnu yang tidak siap dengan serangan Aqeela meringis dan mundur selangkah dari tempatnya berdiri.


"Gak sudi aku dipeluk sama kamu..." Teriak Aqeela.


"Haa.. haa.. kamu sudah memulainya sayang... ayo kita nikmati permainan kita. Dan jangan salahkan aku jika kamu terluka." Ucap Wisnu dengan lantang.


Bug bag


Bug bug bug


Beberapa serangan Aqeela hantamkan ke tangan, dada dak kaki Wisnu. Wisnu kembali tak mampu menghindar serangan Aqeela.


Wisnu bukannya tak membalas, ia juga memberikan serangan balasan. Aqeela hanya menghindari mencoba bertahan agar tidak terkena hantaman ataupun tendangan Aqeela.


"Gengs... periksa seluruh aula..." Tiba-tiba Wisnu memberikan komando kepada gengnya untuk memeriksa aula olahraga.


Tanpa komando kedua Frans dan Juna berpencar.


Wisnu melakukan serangan balik ke Aqeela. Aqeela kembali menghindar dengan lincah.

__ADS_1


"Wow, gerakan kamu lincah sekali sayang." Ucap Wisnu.


"Aku udah membayangkan gerakan lincah itu di atas ranjang. Rasanya pasti gak akan kamu lupakan..."


Mendengar kalimat Wisnu, perut Aqeela malah mual. Pengen sekali dia muntah di depan cowok itu.


"Hueek..." Hanya itu yang bisa ia suarakan. Menyuarakan rasa mual dan negnya terhadap Ucapan Wisnu.


"Ooh.. apa kamu sedang hamil sayangku, cintaku..."


Plaak...


Aqeela menghadiahkan tamparan di pipi mulus Wisnu.


"Haa haa haa... Gak mungkin ya... Oh iya aku lupa kamu masih segel kan sampai sekarang. Si Desta itu gak bisa kasi kamu Cinta , bukan..." Wisnu kembali tergelak kalimatnya seolah sengaja ia tuduhkan kepada Desta.


Bersamaan dengan itu dari tribun atas.


Pyaar


Ada sebuah benda terbanting dengan keras.


Juna dan Frans yang naik ke tribun atas, menemukan sosok Doni yang ngumpet sejak tadi, hanya untuk memastikan keselamatan Aqeela.


Beberapa kali ia sempat mengirim pesan kepada teman-temannya. Mengabarkan situasi di dalam aula.


Dan saat Doni lengah karena bip dan cahaya dari layar ponselnya yang menerima pesan. Pas Frans melihatnya.


Auto ia langsung merebut benda itu dari Doni dan membantingnya.


Doni melepas cengkeraman Frans dari krah bajunya.


"Sejak tadi. Puas kalian..." Jawab Doni lantamg, sampai Aqeela dan Wisnu yang ada dibawah mendongak ke atas.


Tampak keterkejutan dari aura Aqeela. Ia hanya menutup mulutnya dengan kedua jarinya. Memohon agar tidak terjadi apa-apa kepada Doni dan dirinya.


"Ya Alloh Doni..." Pekik Aqeela spontan.


"Ternyata kamu memiliki pelindung handal, honey..." Seru Wisnu sambil mencoba mengusap kepala Aqeela.


Aqeela kembali menghindar.


"Qee.. Qeela... fokus... lihat ada aku di sini... Gak usah dengerin omongan syetan Wisnu itu..." Teriak Doni dari atas.


"Aku baik-baik saja di atas..." Kembali Doni bersuara lantang seolah memberikan kekuatan pada Aqeela untuk tetap bertahan.


Dan sesaat kemudian yang terdengar dari atas hanya suara bug bug brak, serta rintihan dan erangan.


Aqeela merelakan Doni yang melakukan baku hantam di atas. Ia kembali membiasakan diri dengan keadaan masa lalunya saat berduel dengan musuhnya.


Aqeela kembali fokus dengan cowok di depannya memastikan dia menyerah. Dan tidak mengganggu kehidupannya lagi kelak.


"Wah, kamu gak takut sedikitpun sayang. Aku suka sekali itu..." Bisik Wisnu.

__ADS_1


"Bagaimana jika serangan itu seperti ini..." Wisnu memback hug Aqeela.


Auto Aqeela menyikut perut Wisnu dengan kasar, dan segera ia berbalik melihat lawannya yang ada dibelakangnya.


Satu tendangan kembali ia lancarkan, Wisnu tidak sempat menghindar.


"Awwwwh... Kamu sepertinya memang ingin dipaksa dan kamu sepertinya lebih suka dengan cara kekerasan... Baik baik.. aku sih nurut saja...." Seru Wisnu sambil meringis memegang perutnya.


Wisnu tidak menyangka tindakannya memback hug Aqeela malah membawanya kesakitan.


"Kak, lebih baik kita hentikan ini. Kakak menjauhlah dari aku..." Pinta Aqeela memelas.


"Hei, kita sudah melakukannya sampai sejauh ini. Gak akan aku hentikan..." Ucap Wisnu dengan tatap mata horornya.


Aqeela membalas tatapan mata itu dengan tatapan memelas tapi lebih devil dari milik Wisnu.


"Kamu menantangku sayang..." Wisnu menyerang Aqeela dengan serampangan. Aqeela mundur beberapa langkah.


"Kak, hentikan daripada Kakak mati konyol di tanganku..." Pekik Aqeela yang melihat tubuh Wisnu sudah banyak terkena serangannya.


"Apa kamu bilang mati konyol? Gak akan sayang. Aku gak akan mati konyol di tanganmu...." Wisnu meraih pundak Aqeela memutak tubuhnya.


Aqeela yang sedikit kelelahan mendadak tidak fokus dan tidak siap dengan tingkah Wisnu berhasil mencengkeram kedua pundaknya. Menarik tubuh Aqeela ke pelukannya. Back hug yang sempurna bagi Wisnu.


Hatinya begitu girang, bisa memeluk Aqeela. Seolah ia sudah menguasai permainan sengan sempurna.


Aqeela memberontak seketika. Kedua tangannya mencengkeram tangan Wisnu yang memeluknya.


Bruuaakkk...


Satu dentuman keras terdengar dari aula utama.


Aqeela berhasil membekuk tubuh Wisnu dan melemparnya ke lantai dengan keras.


Wisnu meringis menatap Aqeela.


"Kamu... kuat sekali sayang..." Ucapnya terengah-engah menahan sakit efek dilempar cewek cantik di depannya. Yang kini seolah sudah berubah menjadi makhluk seksi yang kuat.


"Kak, ayoolah.. hentikan..." Pinta Aqeela lagi.


"Enggak akan. Aku tidak mau berhenti." Suara Wisnu masih lantang.


"Frans... Juna... bawa Doni turun sekarang..." Wisnu memerintahkan Frans dan Juna segera turun.


Frans menyeret Doni turun dengan kasar. Aqeela memandang ketiganya dengan seksama.


Baik Doni, Frans maupun Juna wajah ketiganya sudah bengkak. Menandakan bahwa terjadi permainan berimbang di atas.


"Fer...Lim... kalian hadapi nee cewek angkuh. Aku gak mau ketika dia luluh tenagaku terkuras. Aku ingin saat dia luluh, aku bisa menikmati keindahannya... haa haa ha...."


💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗


**Belum berakhir gaes...

__ADS_1


Next part ya**...


Ramaikan Princess of Majapahit dan Istri Tetangga ya....


__ADS_2