
Perut Aqeela semakin membesar, apalagi ada tiga nyawa didalamnya. Aqeela dan Desta semakin hari semakin menyayangi janinnya.
Mereka setiap hari melakukan banyak aktifitas agar bayinya tetap sehat, menjaga pola makan dan istirahat.
Karena kondisi perutnya yang semakin besar, Aqeela memutuskan untuk tidak melalukan banyak aktifitas diluar rumah.
Aqeela lebih banyak mengisi kegiatannya dengan mendekatkan diri kepada Allah swt. Aqeela memperbanyak membaca kalimat toyyibah dan mengaji.
Cuti Kuliah sudah ia lakukan sejak awal. Cuti dari SMA Nusantara mengisi kajian keputrian sudah ia lakukan diawal juga. Aktifitas pesantren sudah banyak diambil alih Adinda dan Farid.
Kesulitannya mengandung baby triple sungguh luar biasa. Tapi ia sangat bersyukur banyak yang membantunya.
Apalagi Mommy dan Daddy mereka bersua sangat antusias menghadapi kelahiran cucu-cucunya. Bahkan ayah dan ibu sampai kewalahan menghadapi Besannya itu.
Pada maklumlah, mereka berdua hanya memiliki satu anak, begitu mau dapat tiga cucu sekaliagus tentu saja pada girangkan.
Mommy sampai menyiapkan tiga kamar khusus di rumahnya untuk ketiga cucunya. Padahal kan mereka masih piyek. ( Hadeeh kelakuan nenek mah aneh-aneh. )
Destapun sangat perhatian kepadanya. Hampir tiap malam dia mengajak calon bayinya berbicara dan bercanda. Seakan mereka bertiga benar-benar bisa diajak berbicara.
"Nak, kalian seharian ini diajak Umma ngapain aja. Jangan mau yaa kalo diajak ngisengin orang." Bisik Desta ke perut Aqeela.
"Auuwwh... Bae. Mereka langsung bergerak."
"Oh yaa... aku mau pegang." Desta langsung memegang perut besar Aqeela.
"Anak-anak buya yang manis, cepet gede yaa.. Nanti kita berlima latihan karate bareng. Kalian tau kan Buya dan Umma kalian ini jagoan. Eh, beneran mereka bergerak. Perut kamu sakit gak Beb?" Tanya Desta.
"Enggaklah Bae. Tapi geli aja." Bisik Aqeela.
"Gimana Bae, dokter Suzan udah menghubungi belum?" Tanya Aqeela.
"Belum sih, tapi kan kita diminta siap-siap." Jawab Desta sambil merebahkan diri di samping Aqeela.
"Beb, maafin aku yaa... kamu jadi kesulitan kayak gini." Desta memeluk Aqeela dan menciumi perutnya.
"Hei, aku gak pa_pa. Ayolaah... aku yang hamil kenapa kamu yang panik sih Bae..." Kata Aqeela manis.
"Hmm...."
💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗
Aqeela sudah dibawa masuk ke dalam ruang operasi. Desta, Mommy, Daddy, Ayah dan Ibu sudah menunggu dengan cemas.
Apalagi Desta, nampak sekali kepanikan di wajahnya. Berkali-kali ia menatap pintu ruang operasi yang tertutup.
Hari ini dipilih Desta dan Aqeela untuk menyambut kelahiran buah hati mereka kedunia.
Sudah sejam lebih mereka menunggu diluar tapi belum ada kabar dari dalam.
Dokter Suzan keluar dari ruangan operasi. Ia nampak tersenyum hangat. Memandang Desta.
"Dok, gimana operasinya?" Tanya Desta cemas. Dan langsung diikuti ayah, ibu, mommy dan daddy.
__ADS_1
"Alhamdulillah sukses. Dua jagoan satu princess." Kata dokter Suzan tersenyum ke arah Desta
"Selamat ya..." Lanjut dokter Suzan.
"Dimana mereka?" Desta masih terus bertanya.
"Bayi kalian di ruang perawatan bayi, kamu boleh adzanin dan iqomahi sekarang. Tapi Aqeela masih dalam masa pemulihan." Terang dokter Suzan.
Desta dan keluarganya langsung menuju ke ruang perawatan bayi. Suster mempersilahkan Desta mengadzani dan mengiqomahi anak-anaknya. Daddy dan ayah tak mau ketinggalan. Mereka berdua mengikuri langkah Desta masuk ruang perawatan.
Dan masing-masing mengadzani anak-anak Desta dan Aqeela. Mommy dan Ibu hanya geleng-geleng melihat tingkah suami mereka.
"Mbak kok mereka bahagia banget ya... Sampai kita dilupakan. Lihat mereka berdua kayak anak kecil."
"Iya Mbak, aku juga heran."
"Ya sudahlah... kita tengok Aqeela saja."
Mommy dan Ibu akhirnya melihat kondisi Aqeela yang masih belum sadar sepenuhnya karena efek obat bius.
"Mom, Bu, Ayah , daddy... Desta mau pulang dulu ngurusin ari-ari si baby triple dan baju-baju kotor Aqeela." Pamit Desta
"Nitip Aqeela sebentar." Kata Desta cium tangab orang tua.
"Selamat ya Nak.. kamu sudah jadi Ayah sekarang." Kata Ayah.
"Wiss.. jadi papa muda neee..." Goda Daddy.
Membuat Desta hanya tersenyum.
💗💗💗💗💗💗💗💗💗
"Beb... nama mereka siapa nee?" Tanya Desta sambil menggendong si sulung yang ganteng.
"Hmm... aku belum kepikiran." Jawab Aqela sambil menggendong dan menyusui si tengan yang super tampan.
"Bae.. aku kasi nama mereka...
Athallah Zafir Wijaya
Athaillah Zafran Wijaya
Athiya Zafirah Wijaya
Bagaimana?" Ide nama untuk buah hati mereka dari Aqeela.
Desta merenung.
"Aku setuju, Athallah, Athaillah dan Athiya artinya hadiah,karunia. Zafir, Zafran, Zafirah artinya kejayaan, kemenangan. Wijaya nama keluarga aku.. Aku setuju." Jawab Desta.
"Dan panggilan mereka Zafir, Zafran dan Zafirah." Bisik Desta.
__ADS_1
Membuat Aqeela tersenyum.
"Triple Z." Kata Aqeela iseng.
"Hadeehh.. Liat Nak Umma kamu udah punya julukan buat kalian." Komen Desta mendengar keisengan Aqeela menjuluki buah hatinya.
"Cepet gede yaa Nak, nanti kalian harus jadi jagoan seperti Buya dan Umma."
"Jangan.. bisa repot aku nanti."
"Kenapa Beb?"
"Aku khawatir mereka kayak kita dulu, kerjaannya tawuran terus. "
"Haa haa haa haa... kok Srikandi khawatir punya anak jagoan sih?"
"Aku gak mau anak kita salah langkah kayak kita dulu, Beb."
"Ajarkan anak-anak tentang perjuangan Khadijah, Fatimah, Muhammad Al-Fatih, Sultan Malik As-saleh. Kesalehan Para Nabi, Uwais AlQorni, Bilal. Begitu ya Buyaku Sayang. Bukan tentang kita yang jago tawuran." Kata Aqeela dengan lembut.
"Iya deeh.. baby Z, Umma kalian sekarang cerewet yaa..." Goda Desta.
"Kalo Umma gak mau ngajarin karate Buya aja nanti ya ngajarim kalian." Bisik Desta tapi sengaja dikeraskan.
"Buya... mereka bertiga mah, tanpa diajari karate lihat posisi mereka sekarang aja udah kayak jagoan. Haa haa ha.." Aqeela menunjukkan ketiga bayi mereka yang sudah terlelap dengan posisi yang super ajaib.
Si Zafir dengan posisi kuda-kuda.
Si Zafran seperti bersiap menyerang.
Dan Si Zafirah sudah siap membogem.
Desta menatap ketiganya dengan senyum bahagia.
"Ya Allooh, beneran Beb. Semoga mereka bertiga selalu rukun dan membuat bahagia seisi rumah. " Do'a Desta.
"Aamiiin..."
💗💗💗💗💗💗💗💗
Setelah tiga hari di Rumah Sakit, Aqeela diizinkan pulang.
Aqeela dan bayinya diboyong ke rumah Ibu. Dan Mommy yang heboh dengan cucunya langsung ngikut numpang di rumah ibu.
Dan mereka berdua selalu heboh berebut si baby Z. Membuat Aqeela dan Desta makin pusing.
"Mommy... Ibu.. daripad kita berdua pusing lihat Mommy dan ibu yang heboh karena baby Z. Tiap hari mereka bole gantian di bawa mommy dan Ibu. Kalo hari ini Mommy bawa Zafran, Ibu Bawa Zafir, Zafirah sama kita. Besok mommy baww Zafir, ibu Zafirah, dan zafran sama kita." Putus Desta karena pusing melihat Mommy dan Ibu yang heboh ngeributin ketiga cucunya.
Dan sampai dewasa Zafran, Zafir dan Zafirah tak pernah kekurangan cinta Oma, Opa , Nenek dan kakeknya.
Dan mereka bertiga sudah jadi jagoan sejak balita. Sifat kedua orang tuanya benar-benar menurun kepada ketiganya.
Tapi kedua orang tuanya tetap memberikan bekal ilmu agama kepada ketiganya. Dengan harapan mereka bertiga tahu yang benar dan salah sejak usia dini.
__ADS_1
💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗