MENDADAK USTADZAH

MENDADAK USTADZAH
Pulsek ( Pulang Sekolah )


__ADS_3

Teeet... teeet...


Bel pulang sekolah berbunyi...


Seluruh penghuni SMA Nusantara berhamburan keluar dari kelasnya masing-masing.


Tujuannya pun masing-masing. Ada yang langsung pulang. Ada yang masing nunggu jemputan. Ada yang main dulu sama teman bahkan ada juga yang kencan. Heee hee namanya juga anak SMA.


Kelas 11 IPA satu, juga melakukan hal yang sama. Begitu terdengar bel dan guru mengucapkan salam perpisahan. Mereka akan berebut keluar kelas.


Aqeela yang melihat Daffa kesulitan mengeluarkan kursi rodanya, auto menolongnya.


"Terima kasih..." Aqeela tersenyum mendengar ucapan terima kasih Daffa. Sejak tadi pagi Aqeela sudah mulai membiasakan diri bersama Daffa. Teman masa kecilnya.


Doni dan Nabila hanya melihat tingkah Aqeela. Keduanya membiarkan Aqeela mengakrabkan diri kembali dua teman tersebut.


Aqeela mendorong kursi roda Daffa hingga keluar kelas.


"Daffa, kami duluan ya... Kak Desta pasti udah nungguin aku." Pamit Aqeela yang dijawab anggukan oleh Daffa.


Daffa kembali menekan tombol kursi roda otomatisnya menuju parkiran di belakang Aqeela, Doni dan Nabila.


Di parkiran...


Aqeela melihat Brio putih miliknya yang sudah berpindah tangan ke Doni terparkir di area parkir.


Aqeela kembali meneliti area parkir mencari X-pander hitam Desta. Tapi tidak menemukannya.


Semakin dekat arah parkir, seorang perempuan cantik memakai blues maroon dipadu celana jeans tersenyum ke arahnya.


"Mita..." Teriak Aqeela sembari berlari memeluk Mita.


"Apa kabar?" Tanya Aqeela.


"Baik." Jawab Mita sambil melonggarkan pelukannya.


"Sebentar..." Aqeela menoleh ke arah Doni. Ia tersenyum devil, Doni yang melihatnya bergidik ngeri.


"Mau ngapain nee anak??" Gumam Doni dalam hati.

__ADS_1


Doni tidak menyadari Aqeela berjalan mendekatinya. Menyambar krah bajunya kasar. Mita yang melihat sampai melonjak ketakutan.


Desta yang entah datang darimana memberi kode untuk diam. Dengan isyarat jari telunjuk ditempelkan ke bibirnya.


Mita kembali tersenyum dengan kehadiran Desta. Ia sadar ini pasti kejahilan Aqeela.


"Don.. ternyata begini yaa... diem-diem kencan sama cewek. Inget Don.., kamu bole ngapain aja tapi jangan mesum di mobil ini.." Ucap Aqeela masih mencengkeram krah baju Doni dengan kasar.


"Ampuun Qee.. ampuun.. iya ya... aku gak berani mesum di mobil. Ntar kalo mau mesum barengan sama Desta aja du rumah kalian." Oceh Doni, membuat Aqeela melepas cengkeramanya.


"Apa kamu bilang?" Aqeela malah mendelik


"Yaa... ntar mesumnya berjama'ah sama kalian berdua." Ledek Doni.


"Anjirr kamu Don..." Sebuah tinju kecil mendarat di pundaknya.


"Haa haa haaa...." Sebuah tawa khas milik Desta menyambut omelan Aqeela kepada Doni.


Sebuah high five khas cowok antara Desta dan Doni menyambut Kehadiran Desta.


"Aaiisshh... hebat juga kamu Don... " Desta memeluk pinggang istrinya.


" Sapa suruh ngomong aku mupeng." Omel Doni sambil memberi isyarat kepada Mita untuk mendekat.


"Ya gak bole Yang sama Ustadzah Aqeela. Padahal nee yaa... kita mupeng , karena. tiap hari cuma bisa jadi penonton kalian berdua..." Ledek Doni sambil terkekeh berusaha menjaga jarak dengan Mita.


"Balas dendam nee ceritanya.." Kata Desta sambil nyengir.


"Haa haa haaa...." Doni hanya tertawa lebar.


"Yuuk Bae.. kita pulang. Ntar ketularan mupeng kita. Kalian berdua kita tunggu di rumah..." Titah Aqeela sambil memeluk lengan Desta mengajaknya ke mobil.


Doni hanya memberikan jempolnya, sambil membukakan pintu mobil agar Mita bisa masuk dengan aman.


"Yang... sebetulnya bagaimana siih hubungan mereka berdua?" Tanya Mita kepo.


"Kamu pengen tau aja atau pengen tahu banget?" Goda Doni sambil menstater mobilnya.


"Bangetttlaah..." Jawab Mita.

__ADS_1


"Setelah menikah mereka tinggal bareng." Jawab Doni singkat.


"Maksud aku... apa mereka juga melakukan aktifitas suami istri gitu ..." Tanya Mita blak-blakang karena sebel mendengar jawaban singkat Doni.


"Ya iyalah.... tiap hari Aqeela masak, menyiapkan keperluan Desta. Desta juga ngasih yang bulanan ke Aqeela." Jawab Doni tenang.


"Yang... bukan itu maksudku. Apa mereka juga tidur bareng." Mita tampak sebel mendengar jawaban pacarnya itu.


"May be... ntar aku ngintip dulu ya.. pas mereka di kamar.... " Kata Doni menggantung seakan menggoda Mita.


"Yang... jangan ngintip ntar bintitan looo..." Ledek Mita.


"Haa haa haa.. kamu tuh Yang... .. mahasiswa kedokteran masih saja percaya yang begituan." Oceh Doni sambil mengacak-acak rambut Mita. Mita hanya meringis pendek.


"Tapi aku salut sama mereka berdua. Aku yakin Desta sampai sekarang belum menyentuh Aqeela sama sekali. Kalo hanya sekedar kissing atau peluk wajarlah. Tapi aku masih percaya mereka berdua belum melakukannya." Tanpa Mita minta Doni menceritakan yang di tahu.


"Kok kamu yakin banget begitu?" Tanya Mita.


"Karena tiap malam, Aqeela selalu pulang ke rumah orang tuanya. Atau kalo Aqeela menginap Desta biasanya tidur sama aku." Jelas Doni.


Membuat Mita melongo gak percaya.


"Serius, Yang?"


"Serius... mungkin kalo aku yang jadi Desta gak akan sanggup..." Oceh Doni.


"Duduk di sebelah kamu kayak gini aja udah bikin aku mengkhayal kemana-mana...." Lanjut Doni.


Mita menutup mulutnya, gemetaran. Mendengar pengakuan Doni.


"Berarti bener dong kata Aqeela tadi, kita disuruh jaga jarak." Mita mulai panik.


Membuat Doni hanya tersenyum penuh misteri.


💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗


plisss... kasi like 👍🏻


komen 📝

__ADS_1


Vote 🔢


Rate ⭐⭐⭐⭐


__ADS_2