
Wisnu yang sedang di luar ruangan Aqeela, wajahnya terlihat begitu kecewa karena tidak diizinkan bertemu dengannya. Nyesek rasanya.
Doni yang mewakili Aqeela dan Desta hanya mengizinkan Mama dan Papanya yang masuk. Dan berakhirlah dirinya sekarang di kursi tunggu di depan ruang rawat Aqeela.
Wisnu harus menerimanya dengan lapang dada. Mengingat perjanjian yang sudah ditanda tanganinya tadi di kantor Polisi.
Flashback
Wisnu diapit kedua orang tuanya dan Pak Handoko berhadapan dengan Pak Danu.
Pak Danu menyerahkan selembar surat perjanjian kepada Wisnu untuk di baca.
"Mas Wisnu, silahkan dibaca. Jika sudah sepakat bisa ditanda tangani dan Mas Wisnu bisa pulang. Namun jika masih ada poin memberatkan Mas Wisnu harus kembali ke jeruji besi, menunggu keputusan dari Mbak Aqeela dan Mas Desta." Ucap Pak Danu menjelaskan sedetailnya.
Wisnu mulai membaca. 📄
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
SURAT PERJANJIAN
Yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama : Aqeela Ghaziyah Syarief
tempat, tgl lahir : Surabaya, 11 Maret 2002
Alamat : Perum. Pertiwi Blok C-223
Yang selanjutnya di sebut pihak 1
Nama : Wisnu Aldiano
Tempat, tgl lahir : Washington, 12 Desember 2001
Alamat : Flower Regency Edelweis II/4
Yang selanjutnya di sebut pihak 2
Dengan ini pihak 1 akan memaafkan dan menempuh jalur damai dalam perkara penikaman di area SMA Nusantara.
Dengan syarat :
Pihak 2 Menjauhi pihak 1 apapun yang terjadi.
Pihak 2 tidak diperkenankan melakukan komunikasi dengan media apapun dengan pihak 1.
Pihak 1 telah menerima permohonan maaf pihak 2.
Pihak 1 tidak menuntut apapun dari pihak 2.
Pihak 1 dan Pihak 2 di harap tidak menyebarkan informasi atau berita apapun terkaitan peristiwa penikaman oleh kelompok dari pihak 2.
Jika pihak 2 melanggar salah satu poin perjanjian di atas, maka pihak 1 berhak melaporkannya kepada yang berwajib.
Demikian surat perjanjian ini kami buat dengan sadar dan penuh tanggung jawab.
Dibuat di Surabaya
__ADS_1
Pada tanggal 20 Nopember 1999
Pihak 1 ( Aqeela Ghaziyah Syarief )
Pihak 2 ( Wisnu Aldiano )
Saksi-saksi :
Pihak 1
Desta Wijaya
Syarief Abdullah, S.E
Pihak 2
Handoko,S.Pd, M.Pd
Ir. Adnan Aldiano
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Meskipun pihak Aqeela belum membubuhkan tanda tangan tadi, tapi pihak kepolisian sudah melepasnya itupun juga atas permintaan pihak 1.
Sehingga Wisnu masih sadar diri. Wisnu mencoba menghormati semua keputusan Aqeela. Karena memang sebuah kesalahan, melukai gadis itu.
Wisnu menyesal sudah melakukan perbuatan keji hanya untuk meluapkan amarahnya kepada Aqeela yang hanya berusaha melindungi pernikahannya.
Sebesar apapun cintanya kepada Aqeela posisinya tetap salah.
Saat membaca isi Perjanjian tersebut sebenarnya juga menguntungkan bagi pihaknya. Kecuali poin 1) dan 2). Wisnu harus belajar ikhlas.
***Karena mencintai itu tidak harus berbalas.
Karena mencintai itu tidak harus memiliki
Cukup melihat dia tersenyum dan bahagia maka Bahagia itu juga milik kita
by : Wisnu Aldiano***
Bahkan di poin 5 dijelaskan agar tidak menyebarkan berita atau informasi tentang penikaman.
Wisnu beranggapan, baik pihaknya maupun pihak Aqeela tidak ingin peristiwa ini tereskpos publik.
Wisnu menyandarkan punggungnya di kursi tunggu yang langung menatap tembok. Membuatnya sedikit nyaman dan memejamkan mata.
Mengosongkan isi otaknya agar dpenuhi dengan udara positif.
Mendengar suara pintu dan langkah kaki keluar, Wisnu membuka mata. Ia yakin itu orang tuanya.
"Lhoo mama sama papa mau kemana? ngikutin dokter itu siih?" Gumam Wisnu dalam hati. Melihat mama dan papanya berjalan mengekor dokter Bimo.
Tidak lama, mama dan papanya kembali dan mengajaknya pulang, sedangkan dokter Bimo kembali ke kamar Aqeela.
"Ma.. Mama sama Papa darimana tadi?" Tanya Wisnu kepo ke mamanya, begitu mereka masuk ke mobil.
"Papa tuh. Ini semua karena ide papa kamu. Maksa Aqeela menerima uang santunan kita." Omel Mama Wisnu sambil memandang suaminya yang sedang fokus mengemudi.
__ADS_1
"Hah uang santunan?" Pekik Wisnu.
"Iya tadi mama dan papa sudah menyiapkan dana santunan untuk perempuan gak jelas itu." Omel Mama.
"Ma, Wisnu tidak suka mama mengatai Aqeela perempuan gak jelas. Kalian itu yang gak jelas. Kalian pasti menyinggung Aqeela sama suaminya." Ucap menanggapi omelan Wisnu.
"Jadi, kamu sudah tahu kalo dia udah punya suami?" Teriak Mama dan Papanya barengan.
"Ya taulah Mama.. Papa..." Jawab Wisnu dengan santuy.
"Wisnu.... apa di dunia ini udah kekurangan wanita sampai kamu harus ngerebut istri orang gitu. Lagian mama tidak mau seandainya kamu punya istri kayak dia." Mama Wisnu masih mengomel kali ini malah nadanya lebih tinggi dan tegas.
"Kenapa Ma? Aqeela cantik, baik, dan satu lagi nee yaa .. kalian harus tahu. Meski dia udah nikah tapi dia masih perawan." Ucap Wisnu dengan bangga.
"Yang bener aja kamu Wis.." Timpal papa dari jok kemudi.
"Serius Pa.. " Wisnu meyakinkan Papanya.
"Enggak.. enggak bole.. mama gak mau kamu sama perempuan songong itu. Dan kamu Pa, bisa-bisanya ya.. denger kata perawan langsung on.. " Oceh mama sambil melototin suaminya. Papa hanya tertawa mendengar ocehan istrinya.
"Ya.. kan perawannya buat anak kita Ma. Papa kan udah menikmatinya dulu..." Bisik Papa tapi Wisnu masih bisa dengar.
"Pa, aku denger loo yaa.."
"Wis, gak usah sok lah.. Papa tahu trek recors kamu." Seru Papa membuat Wisnu hanya menahan napas untuk dikeluarkan paksa.
"Terus mama kenapa gak suka Aqeela?" Tanya Wisnu memancing mamanya.
"Nee yaa.. kalo kamu sama perempuan itu, yang ada kita jadi panti sosial." Oceh Mama.
"Nah, betuul tuuh... Karena gengsi kita maksa mereka nerima, eh malah di suruh jadi donatur rumah sakit." Timpal Papa geram mengingat kejadian di rumah sakit tadi.
Wisnu langsung meledak. "Haa ha haa... Mama dan Papa belum tahu siapa mereka siih.." Oceh Wisnu.
"Maksud kamu?" Tanya Papa
"Ya sudahlah Pa, percuma juga Wisnu cerita. Toh mama dan papa akan tetap tidak menyukainya." Dan Wisnu kembali bungkam tak peduli apapun yang dikatakan orang tuanya.
Dalam hati ia sangat kecewa dengan mindset mereka yang menyatakan kalo bersedekah, donasi atau beramal itu akan menjadikan mereka bak panti sosial.
Selama ini secara tidak langsung ia belajar banyak dari Aqeela. Salah satunya tentang sedekah.
Wisnu sering memergoki Aqeela bersedekah kepada anak yatim dan janda-janda di sekitar rumahnya. Bahkan mempunyai anak asuh yang tidak sedikit.
Dan ternyata itu yang membuat Aqeela selalu tenang.
Bahkan Wisnu sudah mencoba mengikutinya, walaupun tidak rutin. Kalo inget saja sedekah.
Sedangkan dengan orang tuanya, Wisnu sangat kecewa.
Wisnu memejamkan matanya.
💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗
Next part yaa...
Kunjungi ya juga Princess of Mojopahit dan Istri Tetangga ya..
__ADS_1