MENDADAK USTADZAH

MENDADAK USTADZAH
Doni tak Di Rumah


__ADS_3

"Ta... malam ini aku pulang ke rumah Mama ya..." Pamit Doni ke Desta.


"Gak ngapel Don?" Tanya Balik Desta


"Mita lagi banyak tugas. Maklum mahasiswa kedokteran. Dosennya killer-killer katanya." Jawab Doni.


Desta membuka dompetnya.


"Kunci kontaknya di centelan ya... nee STNKnya. " Kata Desta sambil menyerahkan kontaknya ke Doni.


"Emang di Brio kenapa, Don?" Tanya Aqeela sambil menggigit roti bolu dari Bu Shinta tetangga sekaligus jama'ahnya.


Aqeela memindahkan Bolu satunya ke dalam kresek. Bu Shinta tadi ngasih dua box bolu.


"Gak pa_pa Qee.. biar gampang aja naruhnya. Tau sendiri kan, gimana kondisi rumah kontrakan mama. Akses masuknya sempit. Kalo bawa si Brio parkirnya susah." Jelas Doni. Yang dimaklumi keduanya.


Yaa...kan mereka udah pernah ke sana dan tahu sendiri seperti apa rumah kontrakan mama Doni.


"Hati-hati ya Don..." Kata Desta.


"Don, nitip kasi mama ya..." Ujar Aqeela sambil menyerahkan sekotak Bolu lainnya.


"Makasii ya Qee.. makasii ya Ta..." Ucap Doni.


"Don... salam buat Mama..." Teriak Aqeela begitu Doni mau nutup pintu.


Ngreeng...


Motor yang dikemudikan Doni melesat menuju rumah mama tercinta.


Selepas kepergian Doni.


"Beb..."


"Kenapa.."


"Mau dong..."


"Bolu..."

__ADS_1


"Nee.. buka mulut.."


Cup...


Sentuhan lembut menyentuh bibir Aqeela.


"Kebiasaan... main nyelonong aja..." Gumam Aqeela.


"Tapi Qee suka deh Kak..."


"Mau lagi dong.." Rajuk Aqeela.


Membuat Desta mengkerut, mengurungkan niatnya. Desta paham kalo istrinya udah pakai mode kasih harapan gitu. Tanda-tanda disinyalir akan ada kejahilan lebih lanjut.


Jadi Desta sengaja membiarkan. Mundur selangkah untuk maju lima langkah. ( Slogan apaan itu..) Hanya Desta yang tau. Haa haa.


Desta mencomot potongan bolu di tangan Aqeela. mengecup pipinya. Lalu duduk dengan aman di kursi makan.


Aqeela yang sedikit sebal dengan tingkah suaminya. Sengaja membiarkan.Iapun beralih ke karpet ruang tamu.


Merebahkan tubuhnya ke karpet. Menatap langit-langit rumahnya. Tanpa Aqeela sadari,


Desta ikut merebahkan tubuhnya di sebelah Aqeela.


"Hmm....nyamannya.." Bisik Desta sambil memeluk perut rata Aqeela.


"Sejak kapan disini Bae..." Bisik Aqeela tanpa melepas pelukan Desta.


"Sejak kamu mengisi hatiku..." Bisik Desta.


"Gombal banget..."Desta lebih mendekatkan tubuhnya ke tubuh Aqeela. Memperpendek jarak diantara keduanya.


"Qee...Ngadep sini dong..." Desta memutar tubuh Aqeela menghadapnya. Meletakkan satu tangan Aqeela ke pinggangnya.


Aqeela tidak menolaknya.


"Kak, inget nggak pertama kali kita ketemu?" Tanya Aqeela.


"Inget... seorang cewek songong yang berani nantangin penguasa kegelapan."

__ADS_1


"Apa Bae, cowok songong?" Bisik Aqeela nyengir.


"Yaa memang begitulah adanya skor buat kamu waktu. Sampai kamu dengan beraninya membantu kami. Gugurlah prediket itu. Menjadi cewek bar bar."


"Kok bar bar..."


" Yee mana ada gitu cewek yang suka tawuran kecuali ayang Bebku ini." Bisik Desta Sambil mengalihkan jarinya ke pipi Aqeela mengelusnya pelan.


"Tau gak waktu ngeliat kamu pertama kali bantu aku di lapangan. Kamu cantik banget. Seksi." Suara Desta dibikin sangat mendesah.


"Bae.. "


"Aku sudah jatuh cinta sama kamu saat itu." Bisik Desta sambil menempelkan hidungnya ke hidung Aqeela.


Dari hidung beralih ke bibir, Desta menyentuh lembut bibir Aqeela dengan bibirnya. Flash kiss.


Tak ada penolakan.


Reapet


Desta kembali menyapu setiap titik bibir Aqeela dengan lidahnya. Semenit berlalu. Aqeela menikmatinya.


Desta


Reapet


Desta memulai dari bibir bawah Aqeela. Lidahnya menerobos bagian dalam bibir Aqeela. Tak ada yang terlewatkan.


Aqeela hanya bisa mendesah. Napas keduanya sudah tidak karuan.


Aqeela yang belum pernah melakukan ciuman hanya mengikuti alur yang dibuat Desta.


Dan Desta melakukannya dengan sangat baik.


πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—


Penasaran kan...


lanjut yaa...

__ADS_1


Makasih yaa yang udah kasi πŸ‘πŸ»like, πŸ“ komen, πŸ’― vote dan ⭐5.


__ADS_2