
**Maafkan Daku yaa man teman. Seharian sibuk sama darinya anak-anak.
Byuuh banyak rekapannya gaeeass..
betewe... sekarang up up lagi**
\=====================================
Hari Berikutnya...
Pulang sekolah...
Kali ini Aqeela kembali ditemani Desta saja. Wawan dan Ronald masih disibukkan dengan bimbelnya.
Rasa canggung tiba-tiba ada diantara keduanya. Aqeela pun berusaha menjaga jarak dengan Desta.
"Kak, maaf kan Qee ya... kok jadi deg deg an kayak gini. Pengen pulang. Tapi udah janji sama Doni" Berontak hati Aqeela
"Qee.. aku bingung harus gimana??? rasanya aneh banget berdua kayak gini." Gumam Desta dalam hati.
Keduanya sibuk menenangkan hatinya masing-masing.
"Qee coba kamu lihat lagi alamatnya...." Desta membuka suara.
Aqeela membuka kertas pemberian Doni. Membaca nyaring kayak anak es de yang belajar membaca.
"Kak Desta tau gak arah jalannya?" Tanya Aqeela
"Ya... harusnya ada di sekitaran jalan ini." Kata Desta sambil menoleh ke kanan dan kiri.
"Kak...Kak... kayaknya gang yang dimaksud ada di sebelah kanan kita deh... Yang di sepanjang jalan ini semuanya gang ganjil." Seru Aqeela.
Desta menepi sebentar memastikan ucapan Aqeela.
"Berarti kita cari putar balik nee..." Sahut Desta ditanggapi dengan anggukan oleh Aqeela.
Desta kembali membelah jalanan sepanjang kawasan Kenjeran dimana disinyalir disitulah kediaman Mama Doni. sesuai alamat yang dibekali Doni.
Setelah putar balik, Desta menemukan Gang yang tertera dialamat.
Desta turun dari kemudi, menemui seseorang yang sedang duduk di depan gang tersebut. Dia memastikan alamat yang ditujunya sudah sesuai.
Pria tersebut memberi petunjuk kepada Desta. Setelah mengucapkan terima kasih, Desta kembali ke belakang kemudi.
"Gimana Kak?"
"Kita tidak bisa masuk dengan mobil, Qee. Jadi, kita parkir dulu mobilnya di minimarket depan." Kata Desta sambil melakukan mobilnya menuju minimarket terdekat.
__ADS_1
"Yuuk... " Ajak Desta sambil membukakan pintu mobil Aqeela ala-ala princess gitu haa haa haa...
Aqeela hanya senyum kecil melihat kelakuan Desta yang berbeda kali ini.
Mereka berjalan beriringan menuju gang kecil dimana mobil Desta tadi sempat berhenti. Masuk gang dan menjelajahi gang kecil tersebut.
Setelah beberapa kali bertanya. Keduanya sampai disebuah rumah petak. Kecil. Sempit. Itu yang dipikirkan keduanya.
"Assalamu'alaikum..." Ucap Aqeela sambil.mengetuk pintu.
Sudah tiga kali Aqeela mengucapkan salam dan mengetuk pintu. Namun belum ada tanda-tanda penghuninya membukakan pintu.
"Mas... Mbak... nyari Bu Intan?" Tiba-tiba sebuah suara menegur mereka.
" Oh.. eh....iya Mbak..." Jawab Desta gugup karena kaget.
"Bu Intan jam segini biasanya masih di rumah majikannya. Jam lima nanti baru pulang." Jawab Mbak-mbak yang ternyata tetangga Bu Intan mama Doni.
"Ya sudah Mbak....kita tunggu saja beliaunya." Putus Desta yang doakan oleh Aqeela.
"Mau nunggu di rumah saya..." Mbak itu menawarkan rumahnya untuk di singgahi keduanya sambil menunggu Bu Intan
" Terima kasih, ini udah hampir jam lima kok mbak." Tolak Desta halus.
"Hei... itu Bu Intan" Tunjuk si Mbak.
"Kenapa Lun?" Tanya Bu Intan bingung, karena tidak biasanya perempuan yang dipanggilnya Lun itu berteriak.
Bu Intan masih bingung ketika Desta dan Aqeela menyalaminya.
"Kami temannya Doni, Tan." Kata Desta
"Doni?" Bu Intan seperti kaget.
"Bagaimana kabarnya anak nakal itu. Kenapa dia tidak ikut kalian. Ayoo masuk dulu Nak." Ucap Bu Intan sambil membuka pintu rumahnya.
"Kami ke sini, karena ada yang akan kami sampaikan mengenai Doni." Lanjut Desta setelah ketiganya duduk didalam kamar petak Bu Intan. Tak ada kursi ataupun sofa. Ketiganya duduk dilantai beralaskan tikar seadanya.
"Doni kenapa Nak?" Terlihat kepanikan diajak Bu Intan yang polos tanpa make up apapun namun masih terlihat ada kecantikan di aura nya.
"Doni, sekarang sedang sakit Tan... Dia butuh Tante." Kata Desta hati-hati takut wanita di depannya kaget.
"Dia dimana Nak?" Tanya wanita itu mencoba tegar namun butiran kristal lepas tak terkendali.
"dr. sutomo , Tan..." Ucap Aqeela, sambil memegang tangan wanita yang mulai sesenggukan menahan air matanya.
"Don...maafkan Mama ya sayang... Mama tidak pernah ada saat kamu butuh." Wanita semakin sesenggukan entah apa yang dipikirkannya.
__ADS_1
"Tan... Tante mau kita antar ke sana?" Tiba-tiba saja Desta menawarkan untuk mengantar Bu Intan ke rumah sakit.
Tentu saja pernyataan itu membuat Aqeela terkejut.
"Kalian tidak keberatan? Apa kalian tidak kemalaman pulangnya nanti?" Kata Bu Intan.
Semakin membuat Desta tidak tega.
"Kita searah pulang kok Tan..." Ucap Desta sekenanya agar Bu Intan lebih tenang.
"Baiklah , Tante sholat maghrib dulu ya..." Kata Bu Intan.
"Iya Tan.. Desta juga sholat maghrib dulu. di depan tadi kayaknya ada musholla." Kata Desta sopan.
"Aku di sini aja deh Kak.. lagi datang bulan ni." Ucap Aqeela sambil meringis malu.
\=====================================
Setelah mengantar Tante Intan, yang notabene mama Doni sampai di dalam kamar Doni. Dan membuat surprise ke Doni karena kedatangan Mama tercintanya.
Desta dan Aqeela pamit pulang.
"Makasii.. kalian udah nepatin janji kalian." Kata Doni dengan haru.
"Kita kan teman Broo..." Sahut Desta sambil keduanya saling menyatukan kedua telapak tanganmu membentuk kepalan dua tangan ala gengs.
"Cepet sehat ya.. Bro... Minggu depan aku sam Aqeela mau nikah. Kamu harus sudah sehat dan datang ke pernikahan kami." Bisik Desta sebelum keluar kamar Doni.
Doni hanya membelalakkan kedua matanya tak percaya, lalu melirik ke arah Aqeela yang diam mematung.
Desta dan Aqeela mencium tangan Tante Intan. Tak lupa Desta memberi sekedar uang untuk pegangan Tante Intan selama menjaga Doni di rumah sakit.
\=====================================
"Kak... kehidupan mama Doni kok kasihan gitu ya? Beda sekali sama Papanya." Ucap Aqeela yang terdengar mellow setelah mobil Desta melaju menuju rumahnya.
"Ya... begitulah kehidupan Qee..." Kata Desta.
"Kak, nanti kalo kita sudah menikah sudah punya anak... Terus Aqeela jadi tua, Kakak jangan ninggalin aku ya..." Oceh Aqeela.
Mendengar ucapan Aqeela, Desta hampir saja keceplosan ketawa sekencang-kencangnya. Untunglah dia sadar. Keadaan Mama Doni membuat Aqeela sangat baper.
" Insya allah, enggak akan Qee...". Kata Desta menenangkan. Membuat segaris senyum di bibir Aqeela.
\=====================================
**Nyesek banget kan ....
__ADS_1
Terus kasih like yaa.. Man teman...
terima kasih support buat aku**