
**Suasana masih gelap , matahari belum menampakkan wajahnya. Fajarpun masih enggan muncul.
Sehingga menamppak gelap meskipun waktu sudah menunjukkan pukul lima lewat**.
Desta mendengar ada suara benda bergetar. Tangannya mencoba meraba-raba kasurnya. Tapi belum menemukan.
Ketika suaranya berhenti, Desta menghentikan kegiatannya. Tapi begitu bunyi lagi, tangannya gerilya lagi.
Karena bunyinya gak berhenti, Desta dengan malas bangkit dari tidurnya yang baru pules sekitar sejam yang lalu.
Desta baru inget, semalam ia melempar begitu saja smartphonenya. Dan tak tahu dimana smartphone itu mendarat.
Dengan kondisi mata masih setengah lengket, dinyalakannya lampu utama kamar tidurnya.
Lhap...
Sekejap saja, ruangan itu sudah terang. Dan Desta menemukan smartphonenya ada di ujung bawah ranjang dan mungkin jika dia tidak segera menyalahkan lampu, maka smartphone itu akan jatuh ke lantai.
"Hallo..." Jawab Desta menyahut suara yg ada di seberang.
" Kampret kalian berdua, segera ke sini sejak lagi." Perintah Desta
Mendengar cara Desta berkomunikasi, sudah bisa ditebak mereka adakah Ronald dan Wawan.
******
Sejam kemudian, mereka berdua sudah di dalam kamar Desta. Tapi ternyata penghuninya masih molor dengan santuynya.
"Destaaaa...."
__ADS_1
"Kampret itu kamu .... , kita disuruh ke sini, eh kamunya enak-enakan molor."
Ronald dengan suara sengaja di tinggikan dengan harapan Desta melek.
"Kalian udah dateng." Suara lirih Desta dengan masih mata merem.
"Aku akan melamar Aqeela, bulan depan." Dan setelah mengucapkan kalimat itu tanpa membuka mata sedikitpun Dn tanpa perlu mendengar komentar dari kedua sahabatnya, Desta kembali dengan tidur ngoroknya. Seakan tidak pernah mengatakan apapun.
Kedua sahabat Desta saling pandang gak ngerti dengan apa yang barusan Desta ucapkan.
" Kamu denger apaan, Wan?" Tanya Ronald
"Aqeela... " Jawab Wawan "Kamu?"
"Melamar."
" Maksudnya... Gak mungkin kan????"
Saling menebak kalimat Desta yang gak jelas. Bahkan mereka beranggapan Desta lagi ngi-go...
Merekapum sepakat nunggu Desta bangun. Sambil menikmati makanan Bi Ndari yang enaknya selangit... gak ada tandingannya 🤣🤣🤣.
Lha iyalah wong gratisan.
Dan mereka gak pusing kapan Desta bangun. Karena mereka bisa menjarah semua makanan di kulkas Desta.
Tapi Desta gak pernah marah sama kedua sahabatnya itu. Karena bagi Desta kedua sahabatnya itu adalah keluarganya.
Mommy dan Daddy nya gak akan punya banyak waktu buat nemenin Desta. Hanya Ronald dan Wawan yang selalu menemaninya.
__ADS_1
Karena mereka sudah bersama semenjak SMP sampai sekarang.
*****
Di ruangan lain... Dan di rumah lain yang jaraknya hampir 5 km dari rumah Desta.
Seorang gadis cantik yang mengenakan kerudung pink senada dengan bunga-bunga di kaos putihnya. Sedang menikmati sarapan paginya.
"Ayah, ayah serius dengan ucapan ayah ke Kak Desta kemarin?" Aqeela mencoba menyelidiki keseriusa. ucapan. ayahnya kemarin kepada Desta, sebelum rombongan Ustaz Zainal meninggalkan rumahnya.
"Serius. Kenapa?" Tanya Ayah
"Kok, ayah gak bilang dulu ke Qee?" Protes Aqeela
"Apa Ayah juga perlu minta izin sama kamu ketika harus membela yang benar?" Ayah malah balik nanya ke Aqeela.
Aqeela terdiam.
"Qee... denger ya..." Kata ayah
"Ayah memang serius, tapi belum tentu teman kamu itu juga serius."
"Kalo Kak Desta serius, gimana?" Tanya Qee
"Ya Gak Pa_Pa , Ayah tinggal nikahin kalian berdua." Jawab Ayah.
Aqeela tepok jidat mendengar jawaban ayahnya yang konyol.
"Terus sekolah Qee? Cita-cita Qee?" Lanjut Qee
__ADS_1
"Tanya ke suamimu nanti ya.." Jawab Ayah sambil ngeloyor pergi ninggalin Aqeela menuju dapur. Bantuin istri tercintanya cuci piring.