MENDADAK USTADZAH

MENDADAK USTADZAH
Aku Juga Cinta Kamu


__ADS_3

Wisnu masih menggenggam kasar tangan Aqeela. Untuk melepaskannya tenaga Aqeela hampir terkuras habis. Bahkan genggaman itu lebih bisa dikatakan sebagai cengkeraman.


"Kak,..." Ucap Aqeela


"Qeela... Ceraikan Desta.... Kamu nikah sama aku..." Potong Wisnu dengan menatap Aqeela penuh cinta. Wisnu mengggunakan kata aku dan kamu menandakan dia serius sekali dengan ucapannya.


Andaikan Aqeela gak inget dia pake rok, maka satu tendangan cukup membuat cowok di depannya itu tersungkur.


Mengingat kedua tangannya dalam cengkeraman Wisnu.


"Gak bisa, Kak..." Bantah Aqeela cepat. Tak ada ketakutan dimatanya.


Ingatannya hanya tentang Desta.


"Kenapa gak bisa? Aku juga bisa kasi apa yang Desta kasi. Uang, Cinta... Apa yang kurang dari aku. Aku punya semua. " Hardik Wisnu yang mulai frustasi.


"Aku cinta sama Kak Desta... " Kata Aqeela lirih.


"Aku juga cinta sama kamu, Aqeela Ghaziyah Syarief..." Ucapan Wisnu yang menyebut nama lengkapnya sungguh menyesakkan dadanya.


"Aqeela... aku janji sama kamu, akan ku berikan semua milikku buat kamu. Tinggalkan Desta." Ucap Wisnu kembali.


"Kak, aku tetep gak bisa..." Sahut Aqeela.


"Kenapa??? Aku bisa memberi lebih dari yang Desta kasi ke kamu. Cinta... Kamu belum merasakan cinta yang sebenarnya, bukan? Aku bisa memberikan yang lebih dari Desta." Aqeela mundur beberapa langkah. Tapi karena Wisnu masih mencengkeramnya, auto dia juga ikut maju.


Aqeela paham dengan maksud perkataan Wisnu. Aqeela mulai merinding. Menatap Wisnupun ia sudah tak sanggup.


"Kenapa? Aku tidak salahkan!" Bisik Wisnu dengan mata menyalang.

__ADS_1


"Aku gak minta jawaban kamu sekarang, tapi besok. Iya besok. Besok, kamu harus segera kasi aku jawabannya." Ucap Wisnu masih menatap Aqeela. Walaupun Aqeela dari tadi menunduk tidak menatapnya sama sekali.


"Jawabanku akan sama Kak, TIDAK..." Balas Aqeela sambil menekankan kata tidak.


"Aqeela, kenapa siih... Apa aku harus maksa kamu dulu. Agar kamu bisa ninggalin Desta.." Pekik Wisnu.


"Kak...Istighfar Kak..." Ucap Aqeela.


"Tinggalkan Desta.."


"Enggak..."


"Jangan terburu-buru Beb... besok aku tunggu kamu di aula olah raga. Kita duel. Kalo aku menang kamu ceraikan Desta. Tapi kalau aku yang kalah, aku yang akan menjauh dari kamu." Bisik Wisnu. Kali ini sudah tidak ada jalan lain lagi untuknya mendapatkan Aqeela.


Aqeela tidak hanya merinding. Aqeela menyadari Wisnu tidak main-main dengan ucapannya. Apalagi ada panggilan, Beb. Panggilan kesayangan Desta untuknya.


"Baik... Aku terima tantangannya." Kata Aqeela tegas.


"Dengan catatan, Desta tidak perlu ikut campur urusan ini..." Ancam Wisnu.


"Okay... aku siap." Aqeela menerima tantangan Wisnu.


"Bae, maafkan aku... ini demi kamu. Terpaksa aku terima tantangan Wisnu." Gumam Aqeela dengan sedih.


"Aku tahu kamu sportif. Aku tunggu besok, Beb..." Bisik Wisnu menggoda sebelum meninggalkan Aqeela.


"Cabut gaesss...." Titah Wisnu kepada gengnya.


Juna, Feri dan Franspun segera melepaskan cengkeramnnya kepada Doni. Dan sengaja membuat Doni terjatuh ke tanah dengan sedikit dorongan dari Frans.

__ADS_1


Donipun segera berdiri mendekati Aqeela yang masih mematung.


"Qee.. Qeela.. Aqeela.. Kamu gak pa_pa kan." Doni menggoyang-goyang bahu Aqeela.


Aqeela masih bergeming.


"Aku telpon Desta." Sahut Doni


"Jangan..." Cegah Aqeela.


Seketika ia pun jatuh terduduk dengan lemas begitu saja ke tanah. Tangisnya pecah seketika.


Doni hanya memandang Aqeela terpaku. Tak berani menyentuh sehelai benangpun.


"Bila, cepet ke halaman belakang..." Titah Doni.


💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗


**To be continue...


Mengingatkan kembali...


Ramaikan juga Princess of Mojophit...


Kasi dukungan di sana...


Love You


😘😘😘😘**

__ADS_1


__ADS_2