
Di sekolah...
"Don.. Kamu balik ke singgasana kamu gih di belakang." Titah Aqeela kepada Doni.
"Baik tuan putri..." Ledek Doni. Aqeela hanya tersenyum nyengir memandang sobatnya itu.
"Yuuk Ton, kita balik. Gak enak kelamaan di sini. Ntar kita jadi pinter lagi.." Ajak Doni ke Anton.
"Yuuhuu... balik ke habitat..." Anton tampak antusias.
"Makasi ya Qee... udah balikin aku ke kandangku lagi." Oceh Anton yang hanya di sambut senyuman oleh Aqeela.
Daffa yang ikut mendengarkan percakapan tersebut ikut tersenyum.
"Makasii ya Qee... udah mau jadi temanku lagi." Ucap Daffa sambil menoleh ke belakang. Aqeela hanya mengangguk pelan.
"Biarkan sekarang aku menebus satu setengah tahun waktu yang hilang, karena kesalahanku." Daffa tampak menyesal.
"Daffa... udah yaa..... gak usah diungkit lagi. Ntar tambah sedih loo..." Kata Aqeela.
"Kita bisa mulai dari sini dan sekarang ya... " Ucap Aqeela sambil tersenyum hangat.
Daffa tampak begitu bahagia. Apalagi Aqeela sudah mau menerimanya kembali.
Daffa tahu, tak mudah bagi Aqeela untuk memaafkan dirinya atau mamanya.
Namun Aqeela ternyata seribu kali lebih baik dari perkiraannya. Aqeela memaafkan semua kesalahannya. Dan kini bersedia menjadi temannya kembali.
Jam istirahat...
"Kantin kuyy.. " Ajak Nabila ke Aqeela.
"Yuuuk...aku juga laper.." Jawab Aqeela.
"Don, ikut nggak?" Ajak Aqeela
"Daffa, mau ikut?" Ajak Aqeela untuk pertama kalinya.
"Ikut..." Jawab Doni, setengah teriak.
"Yuuuuk..." Aqeela memberi isyarat tangannya.
__ADS_1
Daffa hanya tersenyum...
"Bole?" Tanyanya balik.
"Bolehlah.." Balas Aqeela dengan senyum manisnya.
Aqeela membantu Daffa membantu, mengeluarkan kursi roda dari meja.
Doni menggantikan Aqeela mendorong kursi roda Daffa.
"Terapi kamu, sampai mana Daf?" Tanya Doni.
"Alhamdulillah, udah banyak kemajuan, Don." Jawab Daffa.
"Mudah-mudahan segera bisa normal lagi." Lanjut Daffa.
"Aamiiin..."
"Aamiiin..."
"Aamiiin..."
Keempatnya berjalan beriringan menuju ke kantin.
💠💠💠💠💠💠💠💠💠
Diujung lain gedung sekolah....
Tiga cowok ganteng, menatap lekat pada empat sekawan yang sedang menuju kantin. Namun pandangannya hanya terfokus pada satu orang. Aqeela.
"Wis.., denger cerita heboh Aqeela kemarin gak?" Tanya Halim.
"Tau dan denger saja tapi gak paham kejadiannya." Kata Wisnu asal.
"Gak nyangka gue... Aqeela punya masa lalu surem kayak gitu... Ngeri bayanginnya" Tanpa diminta Halim memberikan komentarnya.
"Terus juga katanya... kemarin dia ditarik-tarik paksa, di dorong sama mamanya tuuh cowok cacat." Lanjut Halim geeregetan.
"Terus mau-maunya juga tuuh cewek baikan sama cowok yang bikin hidupnya susah." Juna ikut menimpali.
"Itulah salah satu alasan kenapa aku harus memiliki dia... Aqeela tuuh baik buanget" Tukas Wisnu cepat.
__ADS_1
Wisnu begitu terobsesi pada Aqeela.
Baginya Aqeela terlalu sempurna untuk Desta.
"Wis... kamu seriusan mau ngerebut tuh Aqeela..." Suara Halim membuyarkan lamunannya.
"Guee serius...." Jawab Wisnu tanpa mengalihkan pandangannya pada Aqeela.
"Dapat sisaan si Desta dong Elooo....." Bisik Feri.
"Kalian salah...." Ucap Wisnu lirih.
"Perhatikan Aqeela..." Lanjut Wisnu menatap Aqeela tanpa berkedip.
"Aqeela biasa-biasa aja broo... nurut gue gak ada istimewanya. Lebih hot juga si Levi atau si Rosa..." Gumam Feri.
"Dia masih Orisiniil, Brooo...." Mata Wisnu begitu berseri mengatakannya.
"Seriuss looo..." Feri terbelalak, diikuti yang lain.
"Yakin Lo?" Tanya Juna.
"Guee paham... mana yang masih segel dan mana yang udah bolong, Brooo..." Ujar Wisnu berapi-api.
"Aanjriit... Loooo..." Umpat Halim.
"Haa haa haa... gak nyangka gue.. segitu gede nyali looo...sampai tau sedetail-detailnya." Oceh si Juna.
"Rencana Loo..." Tanya Juna selanjutnya.
"Belum untuk sekarang." Wisnu tersenyum devil dan masih menyembunyikan rencana jahatnya.
💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗
To be continue...
Makasii yang udah dukung selama ini..
tetap kasi like 👍🏻, komen 📝 , Vote 💯 , rate ⭐⭐⭐⭐⭐ dan bikin face yaa ❤ di rak buku kalian ...
I love You.....
__ADS_1