
Aqeela, Desta N the genk, Geng Vian, Ayah Ibu Aqeela, Dea dan Mita mau tak mau ke kantor polisi.
Aqeela dan Desta iku mobil orang tua Aqeela. Wawan bawa mobil Desta, Ronald dengan Jeepnya. Sedangkan Geng Vian memilih tetap dengan motornya.
Sedangkan Dea dan Mitha ikut mobil Polisi. Mobil Mitha di bawa Pak Polisi.
Begitupun dengan Om-Om bertubuh kekar dan anak buah Doni. Semua dibawa pake mobil polisi.
Sedangkan Doni, karena aksi kaburnya. Polisi menembak kakinya. Setelah tiga peringatan tembakan tidak digubris.
Sekarang Doni, dibawa ambulance menuju rumah sakit terdekat. Tentunya tetap dengan kawalan polisi.
Seketika saja area pergudangan yang sepi itu menjadi ramai dan sibuk. Untung saja waktu menunjukkan dini hari. Sehingga tidak membuat kericuhan dengan gudang di sebelah-sebelahnya.
\=====================================
Di mobil Aqeela....
"Om.. maafin Desta ya Om..." Kata Desta
"Maaf buat apa?" Jawab Ayah Desta
"Desta gak bisa jaga Aqeela." Sahut Desta menunduk malu
"Om , harusnya berterima kasih kamu udah berbuat sejauh ini sama Aqeela." Kata Pak Syarief
"Terus Mommy sama Daddy kamu udah tau belum?" Lanjut Pak Syarief
"Desta belum telpon mommy apalagi Daddy. Mereka sekarang ada di Jakarta Om..." Kata Desta
"Ha..." Muka Pak Syarief nampak terkejut.
__ADS_1
Sebentar ... Pak nampak mendial sebuah nama.
Pak Syarief menunggu beberapa saat.
Sedangkan Aqeela yang duduk di belakang tak lepas dari pelukan Ibunya. Sejak Dirinya terlepas dari ikatan di gudang sampai perjalanan menuju kantor polisi.
*hallo...
Wijaya...
Kalian enak-enakan di Jakarta
Anak kalian hampir mati, apa kalian tidak tau...
iya... segera kami tunggu
langsung kantor polisi*
Ternyata Ayah Aqeela menelpon Daddy.
"Haa haa... Daddy kamu memang gak ada yang berani bentak-bentak. Siapa coba yang berani sama seorang Tuan Wijaya." Jawab Ayah Aqeela.
"Tapi... aku satu-satunya orang yang berani bentak dia. Coba kamu tanya Daddy kamu..." Lanjut Pak Syarief.
Desta hanya mengangguk. Sesekali ia menoleh ke belakang. Aqeela masih nyaman dengan pelukan ibunya.
\=====================================
Di kantor Polisi
Petugas nampak sibuk menanyai Dea, Mita, Om yang kekar tadi dan anak buah Doni.
__ADS_1
Sedangkan Desta N the Genk dan Geng Vian sejauh ini mereka hanya sebagai saksi. Tapi mereka belum diperkenankan pulang.
Keterangan mereka masih sangat dibutuhkan untuk BAP ( Berita Acara Pemeriksaan ).
Lelah...
Capek...
Mengantuk....
Satu setengah jam kemudian...
"Desta..." Suara seorang perempuan memanggilnya
"Mommy...." Seru Desta girang mendapat Mommy dan Daddy datang.
"Anak nakal...." Tuan Wijaya yang baru muncul dari belakang istri nya langsung menjewer telinga anaknya.
"Aduuh... Aduuh.. sakit Dad..." Kata Desta
Tuan Wijaya melepaskan tangannya. Menyalami Syarief dan Istrinya.
"Kamu di situ dulu... Daddy mau ngomong sama Ayahnya Aqeela." Kata Daddy.
"Ada apa ini?" Tanya Tuan Wijaya
"Aku juga tidak paham ceritanya. Coba kamu tanya mereka berdua." Kata Pak Syarief sambil menunjuk ke arah Aqeela dan Desta.
"Maksud kamu..." Tuan Wijaya semakin tidak mengerti
"Semua ini ulah anak-anak kita????Jadi biar mereka yang menjelaskan." Kata Pak syarief. Membuat Tuan Wijaya kaget.
__ADS_1
"Sudah... kamu tenang dulu.. Duduk dulu. Kalian kan baru sampai. Nanti kalau sudah tenang biarkan mereka berdua menjelaskan. Aku sendiri juga belum tahu cerita seutuhnya." Kata Pak Syarief menenangkan sahabatnya itu.
Tuan Wijayapun menurut. Dia duduk di samping istrinya.