MENDADAK USTADZAH

MENDADAK USTADZAH
Room Chat Dokter


__ADS_3

Pulang sekolah Nabila dan Wawan sudah nongol aja di dalam kamar rawat Aqeela.


Menyusul sepuluh menit kemudian Doni dan Mita.


"Kalian mau pindah tempat pacaran gitu?" Omel Desta melihat kedua pasangan itu dengan seenaknya main peluk pasangannya masing-masing.


"Kita cuma peluk pacar kita, kenapa sih? cerewet banget." Protes Wawan.


"Bukan muhrim, udah lepas-lepas. Bil kamu pindah geser sama Mita. Terus kamu Don, sono geser sama Wawan." Omel Desta. Aqeela yang mendengar hanya cengar cengir gak percaya suaminya bisa setega itu sama temannya.


"Kamu cerewet banget siih, Des.." Wawan masih mengomel gak ikhlas. Tapi tetap menuruti ucapan Desta.


Doni hanya tersenyum mendengar ucapan Desta.


"Wah, sepertinya ada yang lagi marah-marah nee..." Seorang pemuda lain ikut nimbrung masuk tanpa permisi.


"Hai Broo..." Sapa Desta.


"Hai.. Nald" Ucap Doni


"Ronald.." Sapa Wawan


"Yaa.. ngumpul deeh para gengster.." Oceh Mita.


"Masih kurang satu yang belum nongol." Bisik Nabila.


"Nooh...tuu...dateng.. lengkap." Tunjuk Mita melihat Vian masuk masih mengenakan jasnya.


"Hee hee hee..." Nabila hanya cekikikan.


Mereka saling bersalaman ala cowok. Mengepalkan telapak tangan lalu saling melepaskan.


Aqeela yang sudah merasa sehat, beranjak perlahan bangkit dari bednya. Berdiri dan siap berjalan menuju sahabat-sahabatnya.


"Qee.. kamu mau kemana?" Teriak Vian panik. Auto all team menoleh ke Aqeela.


"Beb..." Teriak Desta langsung memapah Aqeela.


"Aku mau duduk sama kalian. Capek di kasur terus." Kata Aqeela begitu Desta mendudukkan di Sofa menggeser Nabila dan Mita.


Desta langsung duduk di samping Aqeela. Memeluk bahu istrinya.


"Wah, curang nee kalian berdua?" Masih saja Wawan gak terima.


"Kita mah udah halal, mau apa aja terserah kita." Sanggah Desta.


"Udahlah Wan, iya in aja. Napa sih." Seru Ronald.


"Lagian juga kan bener tuh si Desta. kalian belum muhrim. Makanya cepetan nikah. Kamu juga Don. Nunggu apa?" Oceh Vian.


"Mita nunggu aku lepas putih abu-abu. Biar gak keliatan berondong banget gitu." Oceh Doni.


"Emang kamu ngerasa gitu Mit, pacaran sama Berondong?" Tanya Ronald menatap Mita.


"Kagak... Doni mah berondong cover doang." Jawab Mita, auto ngakak tuh sekamar.


"Kamu jahat banget sih, Yang. Padahal aku udah pasang muka imut gini." Balas Doni sambil pasang muka genit.


"Hati-hati Kak Mit, di sekolah Doni sering di lirik cewek looo.." Timpal Aqeela.

__ADS_1


"Kalo dia bales lirik-lirik, tangan kaki aku yang beraksi." Kata Mita pedas.


"Awwhh.. takut Yang.." Kata Doni sambil mengedipkan satu matanya ke Mita.


"Hadeehh.. Kalian tuh ya.. gak bisa apa gak saling adu mulut." Oceh Vian yang langsung menuju sudut ruang rawat Aqeela mengambil gitar yang sengaja di letakkan Wawan di sana.


Vian mulai memainkan chord gitarnya. Sambil duduk di sebelah Ronald.


" Cinta kita memang tidak semudah yang dibayangnkan..."


"Nyambung aja kamu Qee..." Seru Vian mendengar Aqeela langsung main masuk nadanya.


"Iya iya lah.. dari petikan senarnya aja udah langsung bikin baper.." Sahut Aqeela.


"Lanjut Vian.." Ucap Ronald.


Vianpun melanjutkan petikan gitarnya. Masih dengan lagu yang sama. Namun semua ikut bernyanyi. Jadi mirip kayak paduan suara.


"Qee.. aku pengen denger kamu nyanyi lagu yang kamu gak bisa, Haa haa haa..." Goda Vian.


"Lathi, aku gak hafal liriknya."


"I was born a fool..." Potong Mita dengan fasih.


"Bagus tuh Kak...lanjut Vian


Vian cuma geleng-geleng liat cewek-cewek di depannya, gak nyangka mereka bisa kompak. Padahal kalo inget kelakuan Mita waktu itu bikin Vian geregeten.


Kalau bukan karena kebesaran hati Aqeela gak mungkin ada hari ini. Semakin ke sini, Vian semakin mengagumi sosok Aqeela.


"Okay...tu wa ga.." Aba-aba Vian mengalihkan rasa kagumnya pada Aqeela.


🎡🎢🎢🎢


I was a born fool


Broken all the rool, ooh ooh


Seeing all null


Denying all of the truth, ooh ooh..


"Assalamu'alaikum...." Seseorang mengucap salam dari luar


"Wa'alaikum salam..." Jawab yang di dalam.


Pintu terbuka. Wajah dokter Dika muncul.


"Wah, pada ngumpul ya?" Maaf mengganggu sebentar." Kata Dokter Dika.


"Oh ndak pa_pa, dok. Ada perlu dengan Aqeela?" Balas Desta.


"Iya, tapi bole didengar semua." Sahut Dokter Dika.


"Dokter Dika masuk bersama dua orang dokter lainnya. Aqeela dan yang lain nampak panik melihat kedatangan dokter lainnya. Khawatir terjadi sesuatu yang tidak baik dengan Aqeela.


"Silahkan duduk, dok." Kata Desta sopan, bahkan Doni dan Wawan sudah mengosongkan sofa untuk bisa dipakai duduk dokter Dika dan teman-temannya.


Aqeela masih duduk bersandar di bahu Desta. Karena terkadang rasa nyeri di punggungnya

__ADS_1


"Mas, Mbak.. ini dokter Bimo dan dokter Siska." Dokter Dika memperkenalkan kedua dokter temannya.


Merekapun berjabat tangan tanda saling memperkenalkan diri. Dan Aqeela hanya memberi salam dengan menelangkupkan tangannya ke depan dada dengan dokter Bima. Tapi Aqeela menjabat tangan dokter Siska karena sesama wanita.


"Mas Desta, Mbak Aqeela maaf sebelumnya. Kami tidak bermaksud mengganggu privasi kalian." Dokter Dika membuka obrolan.


"Maksud dokter?" Desta masih belum paham.


"Ini Mas.." Dokter Dika menyerahkan Ponselnya kepada Desta.


Desta menerima ponsel dokter Dika. Dan membacanya.


"Grup dokter MM" Baca Desta.


Destapun menscroll ke bawah.


"Loo.. foto Aqeela. Ini video kamu Bae..." Bisik Desta.


"Loo ini waktu saya di ruang rawat anak." Kata Aqeela kaget. Desta menatap Aqeela, kejadian ini pernah terjadi waktu dia kelas sepuluh.


Desta khawatir istrinya itu kembali trauma seperti waktu itu. Destapun menggenggam tangan Aqeela, menguatkannya.


Desta mengembalikan ponsel dokter Dika.


"Maafkan Aqeela ya dok, kalo dia mengganggu ruang perawatan anak.." Kata Desta cepat sebelum Aqeela mengeluarkan suara.


"Maaf Mas, gambar dan video ini kami terima suster di ruang rawat anak. Dan akhirnya viral di grup para dokter." Dokter Bimo menjelaskan kronologi video dirinya yang viral di room grup dokter MM.


Aqeela hanya menarik napas panjang, menenangkan dirinya.


"Ya Alloh, kenapa bisa begini." Gumam Aqeela dalam hati.


Aqeela tidak berani berucap satu katapun. Ia masih ingin mendengar penjelasan dokter-dokter dihadapannya.


"Sebetulnya, kami ke sini karena mau berterima kasih sama Mbak Aqeela. Kehadiran Mbak Aqeela di sana sangat membantu teman-teman perawat. Karena selama ini mereka belum memahami cara mengendalikan anak-anak. Tapi begitu melihat Mbak Aqeela kemarin mereka terkagum-kagum." Aqeela, Desta dan yang lain tampak kaget mendengar penjelasan dokter Bimo.


"Karena itu, Mbak.. kami mau minta bantuan lagi..." Ucap dokter Siska dengan lembut.


"Selama saya bisa, Insya Allah saya akan bantu, dok." Kata Aqeela ramah.


"Kami ingin Mbak Aqeela tetap mengunjungi anak-anak di ruang rawat." Pinta dokter Bimo.


"Maksudnya?" Desta seakan minta penjelasan yang lebih gamblang dari para dokter di depannya.


"Begini, kami akan menjadikan Mbak Aqeela bagian dari team ruang rawat anak. Khusus sebagai motivator mereka seperti tadi dan kemarin." Dokter Siska menjelaskan.


Aqeela nampak berpikir.


"Bae.. bole aku kasi keputusan." Bisik Aqeela dan dijawab anggukan oleh Desta.


"Dok, saya bersedia tapi saya tidak mau sendiri. Saya juga ingin ditemani seseorang dari yang beragama nasrani karena beberapa anak non muslim." Pinta Aqeela.


πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—


Diterima gak yaa.. permintaan Aqeela


next yaa


Kunjungi **Princess of Mojopahit, Istri Tetangga dan soulmate yaa...

__ADS_1


aku tunggu kalian untuk meninggalkan jejak di sana


love you 😘😘😘😘**


__ADS_2