
Tuan dan Nyonya Wijaya duduk di kursi sebelah Desta yang kosong. Wawan, Ronald dan Geng Vian sedang dimintai keterangan.
Mereka terdiam, bermacam prasangka ada di dada mereka.
"Mom... mommy percaya kan sama Desta?" Kata Desta.
Mommy memeluk anak semata wayangnya dengan sayang.
"Pasti... Mommy dan Daddy percaya." Jawab Mommy. Desta tersenyum sambil membalas pelukan Mommy nya.
"Terima kasih Mom..."
Entah sudah berapa lama ibu dan anak ini terakhir kali pelukan seperti ini.
Kak Jo yang dalam perjalanan ke kantor Polisi, ikut Wawan di mobil Desta. Berjalan menuju Aqeela.
Dia ingin memastikan adik binaannya dalam kondisi baik mental dan fisiknya.
"Aqeela...." Panggil Kak Jo yang sedari tadi diam.
"Iya Kak Jo..."Sahut Aqeela
"Are you fine?" Tanya Kak Jo
"Fine Kak...."
"Gak ada yang luka?"
"Sepertinya gak ada deh Kak?"
Kak Jo memperhatikan Aqeela.
"Qee... denger-denger kamu sempet di bius?" Tanya Kak Jo. Aqeela hanya mengangguk menanggapi pertanyaan Kak Jo.
"Qee... kamu yakin biusnya aman?" Lanjut Kak Jo
"Maksud Kak Jo?" Aqeela terlihat bingung
__ADS_1
"Qee... kamu inget di bius pake apa?" Tanya Kak Jo.
"Suntik, Kak."
"Siapa pelakunya? Kamu tau?"
"Sepertinya Mita yang melakukan itu. Kenapa Kak?"
"Jarumnya Qee..."
"Sepertinya Mita pake jarum steril. Orang tua Mita kan dokter. Dia pasti dapet obatnya dari orang tuanya." Jawab Aqeela.
"Tapi Qee... gak ada salahnya kamu juga harus periksa." Kata Ayah yang sedari tadi menyimak obrolan Anaknya dan pelatih karatenya.
"Ayah juga khawatir..." Lanjut ayah.
Aqeela terdiam, mencerna permintaan Ayah dan pelatihnya. Walaupun ia yakin kondisinya saat ini baik-baik saja.
Apalagi dua hari lagi, hari pertandingannya.
"Astaghfirullah hal adzim..." Aqeela hanya mampu berucap istighfar berkali-kali.
Aqeela, gadis kuat itu. Kalau saja dia mau. Saat ini dia ingin menangis dan teriak. Hatinya juga bisa rapuh. Tapi tidak di sini. Di depan semuanya.
Sudah begitu banyak peristiwa yang dia lalui. Sendiri, bersama Adinda, Nabila sampai Desta N the Genk.
Dan saat harus berakhir di kantor Polisi seperti sekarang, tak pernah ada dalam kamusnya.
Di tengah persiapan pertandingan, Aqeela tidak ingin menghancurkan impiannya.
Sudah lama ia ingin mengikuti pertandingan kembali, setelah di boikot ayahnya tiga tahun lalu.
Aqeela berharap yang dia lakukan tidak sia-sia. Butiran kristal bening menetes pelan di sudut netranya.
Aqeela sudah berusaha menahannya, tapi sepertinya kristal itu muncul tanpa izin. Aqeela segera menyekanya. Aqeela menenangkan dirinya. Ia menghirup napas panjang dari hidung membuangnya pelan-pelan dari mulut. Berkali-kali dia lakukan sampai merasa tenang.
Dari kursi sebelah Desta terus memperhatikan tingkah pola Aqeela.
__ADS_1
Saat ini, Desta ingin memeluk Aqeela. Dan membenamkannya di dadanya. Menenangkan dengan sayang dan cintanya.
Tapi Desta hanya bisa menahan keinginannya itu. Aqeela tidak akan pernah mau dipeluknya untuk saat ini.
Kata Aqeela, mereka bukan muhrim.
Dia bisa menjadi muhrim Aqeela, hanya bila mereka menikah.
Suasana menjadi begitu hening, tak ada yang berbicara. Hanya hembusan napas para manusia ini yang terdengar.
\=====================================
Dea
Lepas dari insiden yang diciptakannya bersama Mita. Namun ternyata Mita mencari untung dengan idenya itu.
Kehadiran Doni yang tak pernah dia duga sudah membuat semua rencananya gagal. Doni menghancurkan semuanya.
Kondisi Dea, saat ini tidak lebih baik. Kondisi mentalnya sangat memprihatinkan. Dia begitu trauma dengan insiden tersebut.
Meskipun awalnya itu idenya, tapi Dea begitu sakit, saat tahu Doni ingin menghabisi cowok yang begitu diinginkannya.
Dea menyaksikan bagaimana Doni dengan kejamnya menyeret Aqeela. Mendorong Mita. Sampai mengancam Desta dengan pistolnya.
Dea tak bisa berkata apapun. Saat dimintai keterangan. Dea hanya diam. Menangispun ia tak bisa. Marah juga tak bisa. Dea hanya membisu.
Dea duduk terdiam. Mematung. Sampai Polisi memanggil kedua orang tuanya.
\=====================================
Ah..., aku jadi prihatin sama nasib Dea.
to be continue ya....
Like, komen yaa..
tengkyu buat vote dan rate yaa...
__ADS_1
lop yu pull 😘😘😘