
π΅πΆπ§
Mulia indah cantik berseri..
Kulit putih bersih merah dipipimu
Dia Aisyah, putri Abu Bakar
Istri Rasulullah..
Sungguh sweet Nabi mencintamu..
Hingga Nabi minum di bekas bibirmu
Bila Dia marah.. Nabi kan bermanja
Mencubit hidungnya..
Aisyah.. romantisnya cintamu dengan Nabi
Dengan Baginda kau pernah main lari-lari
Selalu bersama.. hingga ujung nyawa
Kau di samping Rasulullah
Aisyah ... sungguh manis Oh sirah kasih cintamu
Bukan persiapan novel mula benci jadi rindu
Kau istri tercinta
Ya Aisyah... Ya Khumairoh
Rasul sayang, kasih, rasul cintamu
Mulia indah cantik berseri..
Kulit putih bersih merah dipipimu
Dia Aisyah, putri Abu Bakar
Istri Rasulullah..
Sungguh sweet nabi mencintamu
__ADS_1
Bila lelah nabi berbaring di jilbabmu
Seketika kau pula bermanfaat
Mengikat rambutnya
Aisyah.. romantisnya cintamu dengan Nabi
Dengan Baginda kau pernah main lari-lari
Selalu bersama.. hingga ujung nyawa
Kau di samping Rasulullah
Aisyah ... sungguh manis Oh sirah kasih cintamu
Bukan persiapan novel mula benci jadi rindu
Kau istri tercinta
Ya Aisyah... Ya Khumairoh
Rasul sayang, kasih, rasul cintamu
Halaman yang juga sering dia gunakan latihan karate kala senggang.
Dan memang sejak zaman es-de dulu, ibu sudah memberi tugas menyiram tanamannya.
"Supaya, Aqeela juga menyayangi ciptaan Tuhan yang lain." Begitu selalu kata ibu setiap kali Aqeela bertanya atau bahkan memberontak tidak mau mengerjakan.
Alhasil, sampai sekarang Aqeela suka menyiram tanaman walau tanpa di suruh Ibu. (Ibu Aqeela sukses nee yaa man teman )
Back to Aqeela...
Kali ini Aqeela nyiramnya sambil bersenandung...
Suaranya gak jelek-jelek amat bahkan bisa dikatakan bagus....
"Plook.. plokkk... plokkk.." Tepat di bait terakhir, Suara tepuk tangan kencang kontan mengagetkan dan membuat Aqeela menoleh seketika.
"Kak Desta,Kak Ronald,Kak Wawan?" Kata Aqeela.
"Kok tumben Kak, ada apa?" Lanjutnya
"Nyanyi apaa sih itu tadi..."Tanya Desta
__ADS_1
"Suara kamu bagus Qee.." Kata Ronald
"Kamu mau kemana Qee??? Kok pake seragam begitu...??? " Tanya Wawan
Aqeela cengar cengir...
"Auuk aah... kalian ge je banget...aq nanya gak di jawab malah pada nanya.." Kata Aqeela membereskan selang airnya lalu ngeloyor ninggalin ketiga seniornya di belakang.
"Desta, Ronal, Wawan... nunggu di sini aja... ini ada cemilan buat kalian..." Kata Ibu Aqeela sambil sedikit teriak.
Membuat ketiga berebut menuju ke ruang tengah.
"Aqeela kemana Tan?" Tanya Desta
"Tunggu aja, bentar lagi pasti ke sini." Jawab ibu Aqeela.
Benar saja... sebenarnya kemudian. Aqeela sudah nyamperin ketiganya.
"Mau kemana Qee?" Tanya Desta
"Latihan Kak, 2 bulan lagi Qee mau tanding." Jawab Aqeela.
"Kita anterin ya..." Kata Desta
"Beneran? Gak boring tuh ntar kan lama latihannya?" Kata Aqeela meyakinkan ketiganya.
"Enggak..." Jawab Desta
"Tan... kita anterin Qee dulu yaa..." Lanjut Desta....
Sambil pamitan ke ibunya Aqeela...
"Suit.. suit... yang lagi pedekate.. neee..." Bisik Ronald pelan takut kedengeran Aqeela.
Tentu saja dibalas dengan mata bulat melotot sama Desta.
"Wan.. jangan kurang ajar." Kata Desta hampir teriak karena tiba-tiba Wawan meletakkan tangan kanannya ke dada Desta
"Ternyata dag dig dug, Nal..." Kata Wawan dengan polos dengan watados ala-ala bintang korea yang culun.
Beneran siih... liat Aqeela yang jaraknya amat jauh aja bikin deg-deg giman gitu.
Apalagi sekarang yang lumayan deket banget... malah bisa bikin jantungnya copot.
"Mommy Daddy... kalo kayak gini teruss mending nikahin aku sama aqeela secepatnya" Gerutunya dalam hati.
__ADS_1