MENDADAK USTADZAH

MENDADAK USTADZAH
Keterangan Aqeela


__ADS_3

Setelah semua di mintai keterangan oleh pihak kepolisian. Kini giliran Aqeela dan Desta yang di beri pertanyaan.


Mereka di periksa oleh Polisi yang berbeda. Aqeela di mintai keterangan dengan pertanyaan sekitar 60 pertanyaan. Mulai kronologi sampai sebab dirinya menjadi korban penculikan dan penyekapan. Aqeela berusaha memberi jawaban sejujurnya kepada pihak kepolisian.


Kondisi yang tak jauh beda juga di alami Desta. Ada sekitar 60 pertanyaan mampir di dirinya. Destapun berusaha memberikan keterangan dengan sejujurnya kepada Polisi.


Baik pihak Aqeela maupun Desta menginginkan kasus ini terus di selidiki. Supaya bisa terjawab dalang dan motif di balik penculikan dan penyekapan mereka berdua.


Apakah memang hanya Doni, Mita dan Dea yang melakukannya atau ada orang lain yang sengaja memanfaatkan mereka.


Hampir dua jam keduanya diperiksa. Kalau mau di bilang lelah, iya lelah. Ngantuk, iya ngantuk. Tapi kesaksian mereka adalah penentu utama kasus penculikan dan penyekapan ini.


"Qee... kamu gak pa_pa?" Tanya Desta begitu mereka berdua selesai diperiksa.


"Gak pa_pa kok Kak. Kakak sendiri bagaimana?" Tanya Aqeela.


"Sangat baik. Kita samperin yang lain yuuk. Aku belum ngucapin terima kasih ke mereka." Ajak Desta, dan hanya di balas anggukan oleh Aqeela.


"Prend...makasiih.. kalian udah bantu aku sama Aqeela sampai sejauh ini." Kata Desta setelah gabung dengan yang lainnya.


"It's okay Broo..." Jawab Vian.


"Qee... kamu gak pa_pa kan?" Tanya Vian menoleh ke Aqeela. Yang lain juga mengalihkan pandangannya ke Aqeela. Melihat sosok cewek unik di samping Desta.


"Gak pa_pa kok Kak Vian." Jawab Aqeela sambil mengikuti jejak Desta duduk melantai di depan kantor Polisi.

__ADS_1


"Eh... Qee, sebetulnya aku penasaran deh. Kok kamu senekat itu siih. Menggunakan bahu untuk menjatuhkan Doni." Kata Vian dengan wajah serius melihat ke arah Aqeela.


Aqeela terdiam sebentar mendengar pertanyaan Vian. Ia sedang menyiapkan jawaban untuk pertanyaan Vian. Yang lain sepertinya juga menantikan jawaban Aqeela.


"Kak, sebetulnya pas Doni mengarahkan pistol ke arah Qee. Qee merasakan tangan Doni gemetar. Bahkan saat menarik pelatuk pistol itu, Doni begitu gemetar. Qee hanya merasakan saja. Bahkan kemungkinan Doni belum pernah pegang pistol. Makanya Qee nyoba melawan. Ternyata... Coba-coba Qee berhasil. Makasii yaa Kak Vian udah nolongin Qee... Kak Ronald , Kak Wawan. "


"Buat aku mana Qee?" Kata Desta bercanda denganmenampakkan wajah cemberutnya.


Membuat yang lain tertawa melihat wajah Desta yang dibuat-buat jelek itu.


"Desta... makasi buat kamu mah nanti aja pas berdua.. Ya kan Qee..." Komentar Ronald di iringi tawa lainnya. Membuat Aqeela semakin tertunduk menahan senyum dan malunya.


Desta memandang wajah Aqeela yang semakin tertunduk. Ia yakin ada senyum di situ. Ada rona merah di sana.


Mereka menunggu Ayah dan Ibu Aqeela serta Mommy dan Daddy Desta yang masih ada di dalam kantor Polisi. Entah apa yang mereka bicarakan di dalam. Baik Desta maupun Aqeela gak mau kepo. Toh nanti mereka juga akan cerita.


"Kak Vian... Kak Ronal.... Kak Wawan besok habis maghrib ke rumah Aqeela ya... Mau di traktir sama Kak Desta." Kata Aqeela sebelum pamitan.


"Asiiiyaaap..." Jawab semuanya kompak


"Lhoo Qee...kapan aku ngomong?" Bisik Desta ke Aqeela.


"Gak pernah memang. Tapi Qee tau loo di dalam mobil Kakak ada duit 200juta buat nebus Qee kemarin." Bisik Aqeela


"Kok tau?"

__ADS_1


"Denger pas Om-Om kekar itu ngomong di telpon sama Kakak." Kata Aqeela dengan senyum kemenangan.


"What... kamu tuuh ya..." Kata Desta dengan gemas.


"Duitnya buat modal nikah kita aja Qee..." Rajuk Desta.


"Nikah gak ngabisin duit 200juta Kak...Kita bukan artis. Gak usah neko-neko deeh. Lagian kapan Kakak mau nikahin Qee? Tantang Aqeela


"Kalo kamu mau sekarang juga bisa." Kata Desta


"Ayooo aku ngomong ke Ayah kamu." Lanjut Desta.


"Jangan Kak... kalo mau ngomong besok saja ya... Sekarang kita pulang. Qee udah ngantuk. Mau bobok sampai siang. Da.. da.. Kak Desta." Kata Aqeela dengan genit sambil melambaikan tangan ke arah Desta.


"Tuh anak abis kesambet apa ya di gudang? Kok jadi genit gitu. Tapi aku suka... Aqeela.. kalo genit sama aku saja yaa... jangan sama yang lain." Seru Desta dalam hati.


Pas mau buka pintu mobil...


" Mbak Aqeela... Mas Desta...!!!"


\=====================================


Like yaa man teman....


Komen, kasih vote plisss...

__ADS_1


tengkyuu yaa...


__ADS_2