
Tepat setelah Desta selesai menyeka dan mengganti pakaian Aqeela. Mommy dan Daddy datang.
"Assalamu'alaikum, cantik..." Sapa Mommy.
"Wa'alaikum salam, Mommy..." Jawab Aqeela dan Desta kompak.
Desta dan Aqeela mencium tangan daddy dan mommy. Dan ritul cipika cipiki mommy dan Aqeela.
"Bagaimana lukanya?" Tanya Mommy
"Sakit, Mi. Tapi sedikit." Kata Aqeela sambil menyentikkan jari kelingkingnya.
"Lain kali, gak bole duel-duel lagi ya.. " Kata Mommy sedikit galak.
"Tapi kalo duel ama my bae bole dong, Mi?" Sahut Aqeela dengan manja.
Mommy yang tadinya berhasrat ingin memarahi menantunya itu malah ketawa ngakak.
"Haa haa ha.., Qee kamu tuh kenapa sih, gak pernah bisa bikin Mommy marah." Kata Mommy masih menyisakan tawanya.
"Karena Mommy sayang sama Aqeela." Bisik Aqeela dengan manja seraya memeluk Mommynya.
"Aaaww..." Teriak Aqeela sebentar.
"Kenapa, Sayang?" Mommy ikut teriak panik.
"Maaf ya Mi, Aqeela masih susah bergerak. bekas jahitannya masih basah." Bisik Aqeela.
Mommy beralih, membuka resliting penutup punggung Aqeela.
Terpampang jelas perban penutup bekas jahitan panjang dari bawah bahu sebelah kanan. Membentuk garis diagonal hingga tulang punggung. Kemudian ada sedikit jahitan setelah tulang punggung menuju pinggang.
"Mungkin bagian tulang punggung yang selamat ini adalah bagian yang dilindungi Desta. Sedikit luka yang juga diterima anakku." Gumam Mommy dalam hati.
Entah seberapa dalam luka tersebut. Mommy hanya bisa menyumpahi penjahat yang memberikan luka kepada menantunya itu.
"Ya Alloh, berikan balasan yang setimpal kepada orang yang melukai Aqeela dan Desta. Buatlah dia menyesal seumur hidupnya." Do'a Mommy dalam hati.
Mommy hampir tak bisa menahan emosinya. Tapi ia kembali teringat pesan daddy sebelum sampai di rumah sakit.
****Flash back 20 menit yang lalu
Saat Mommy dan Daddy masih di parkiran rumah sakit**.
"Mommy nanti di depan Aqeela tidak bole sedih dan tidak bole menangis. Mommy harus menguatkan Aqeela. Buat Aqeela tersenyum." kata Daddy mengingatkan istrinya yang cepat banget baper.
"Harus ya, Dad?" Tanya Mommy sedih.
"Harus." Tegas Daddy.
"Mommy coba nanti." Ucap Mommy ragu.
"Good honey. Daddy suka.. " Kata Daddy dengan senyum menggodanya.
Mommy memberikan kiss bye via bibir kepada daddy. Dan daddy membalasnya dengan cara yang sama.
( Daddy sama Mommy so sweet deh )
__ADS_1
Back now @ rumkit di dalam kamar Aqeela.
Mommy kembali menutup resliting baju Aqeela.
"Anak Mommy yang kuat yang sayang.." Bisik Mommy dengan lembut kepada Aqeela.
"Pasti Mommy... Maafkan Qeela ya Mi.. Udah bikin kalian panik." Ucap Aqeela dengan rasa sesal.
"Enggak sayang, Mommy dan Daddy gak repot kok. Lain kali kamu harus hati-hati ya.. Gak bole sembrono lagi." Kata Mommy lebih bijak.
Ya, Mommy tidak meminta Aqeela pensiun dini jadi petarung. Tapi Mommy hanya memintanya lebih hati-hati.
"Iya Mommy sayang. Insya Allah lain kali Qeela akan lebih hati-hati. Kasiyan My Bae terus-terusan panik liat Qeela..." Sahut Aqeela sambil tertawa kecil.
Desta yang mendengar ucapan Mommynya, hanya memandang kedua wanitanya itu dengan heran.
"Mommy kenapa ya? Kemarin saja nangis-nangis kayak gitu. Lha sekarang malah nyuruh Aqeela hati-hati. Maksudnya apa?" Gumam Desta dalam hati sambil menatap Mommy dan Aqeela bergantian.
"Kenapa Bae?" Seru Aqeela melihat tatapan aneh suaminya.
"Enggak, gak pa_pa.." Kata Desta speechless.
"Udah biarin saja, tuh anak. Kita ngobrol lagi yuuk." Kata Mommy mengalihakan keheranan Aqeela.
"Okay Mom..." Balas Aqeela.
"Aqeela, kamu Mommy dandanin yuk.Biar gak gak keliatan pucet.." Bisik Mommy.
"Bole banget..." Kata Aqeela sambil tertawa renyah. Diikuti Mommy yang dengan cekatan mengeluarkan alat make upnya.
"Ibu...." Teriak Aqeela begitu melihat ayah dan ibunya muncul.
"Eh, Mbak Shakira.." Sapa Mommy.
"Pagi Mbak Alesha.." Balas Ibu sambil cipika cipiki ke Mommy.
Aqeela dan Desta segera cium tangan ke Ibu dan Ayah. Dilanjut cipika cipiki Aqeela sama Ibu.
"Mau di apain nee, anak Ibu sama Mommy?" Tanya Ibu ke Aqeela.
"Mau di make over, Bu. Biar tambah cantik." Sahut Aqeela.
Ibu hanya tersenyum senang melihat anak dan besannya itu bisa tertawa. Seakan kejadian semalam terlupakan.
"Wah, bener nee anak ibu lebih seger. Meskipun gak mandi." Goda Ibu.
"Haa haa ha..." Mommy auto ikut tertawa mendengar ibu yang menggoda Aqeela.
"Ya.. rahasia Qeela terbongkar deeh.." Kata Aqeela pura-pura sedih.
"Yaaelah Qee, orang sakit gak mandi itu mah bukan rahasia kalee.. Week.." Ibu malah bikin Aqeela lebih mengerucutkan bibirnya.
"Yaa.. ketahuan deeh.. ibu siih.., hmm ibu bawa parfum gak?" Tiba-tiba Aqeela malah menggoda ibu.
"Yaelaah udah ketahuan malah minta parfum." Ucap ibu.
"Bukan buat aku, ibu. Tapi buat menantu ibu tuuh.. My bae belum mandi.. haa haa ha..." Sahut Aqeela dengan suara keras.
__ADS_1
"Haa haa haa haaa...." Auto Mommy dan Ibu ketawa.
"Terus.. terusin yaa.. ngebully aku. Awas kalian ya... kalo aku mandi dan jadi lebih ganteng terus banyak cewek ngerubutin gak usah nyesel." Desta ikut menyahut karena ada namanya disebut.
"Mommy...takut..." Ucap Aqeela dengan suara manja.
"Selamat pagi...." Sapa sebuah suara.
"Pagi, dokter Dika.." Balas Aqeela dan Desta.
"Hai Aqeela.." Sapa dokter Dika begitu di depan bed Aqeela.
"Hai juga dok"
"Gimana rasanya?"
"Nyeri, Dok."
"Jangan kena air dulu ya.. minum obatnya ya... Nanti sore diganti ya, Sus perbannya." Ucap Dokter Dika sambil mengamati luka Aqeela.
Dokter Dika memasang stetoskopnya, menekan bagian dada dan perut Aqeela.
"Udah bagus, tensinya berapa Sus?" Tanya dokter Dika yang mentensi tekanan darah Aqeela
"110/80, Dok." Sahut Suster tersebut.
"Hmm okay.. makan yang banyak ya.." Ucap Dokter Dika dengan senyum khasnya. Aqeela hanya mengangguk pelan.
"See You Aqeela."
"Dadah dokter Dika."
Dokter Dika mendekati Desta, "Mas, terima kasih yaa sudah support Mbak Aqeela. Bikin dia tertawa kayak tadi. Sering-sering ya dibikin tertawa Mbak Aqeelanya. Biar cepat sembuh." Kata Dokter Dika.
"Alhamdulillah, terima kasih ya Dok. Insya Allah kami akan buat Aqeela selalu tertawa." Ucap Desta.
"Yaelah dokter aja yang gak tahu, tuuh anak emang udah jahik dari sononya. Terus dia bukan cewek cengeng." Gumam Desta dalam hati.
"Oh ya Mas, kemarin kan ada petugas dari kepolisian menghadap saya. Meminta hasil rekam medik Mbak Aqeela." Ucap Dokter Dika.
"Saya hanya mengatakan kalo mau minta keterangan Mbak Aqeela tunggu sampai pasien siap." Lanjut dokter Dika.
"Terima kasih dok, atas perhatiannya." Kata Desta.
"Sepertinya Mbak Aqeela juga sudah siap kali mau dimintai keterangan hari ini." Ucap Dokter Dika.
"Insya allah sudah siap. Saya sudah menceritakannya semalam." Balas Desta.
"Baiklah.., oh ya Mas. kalo bole tahu, lukanya Mbak Aqeela kenapa ya?" Tanya dokter Dika yang sudah kepo dari kemarin.
"Aqeela melindungi saya dari seseorang yang bermaksud menusuk saya. " Jelas Desta yang membuat dokter Dika ber O..O.. kagum.
💗💗💗💗💗💗💗💗
**Tengkyuu yaa gengs.. udah dukung aku
Kunjungi juga Princess of Mojopahit ( Putri Mojopahit ) dan Istri Tetangga**
__ADS_1