MENDADAK USTADZAH

MENDADAK USTADZAH
Tamu Istimewa (1)


__ADS_3

"Ustazah Aqeela, kata Ustazah Dewi mulai minggu depan kita bisa ikut kajian di rumah Ustadzah Aqeela." Mendengar ada sebutan Ustadzah di depan namanya, Aqeela jadi geli.


Beberapa kali di panggil Ustazah bikin Aqeela sedikit nervous. Bahkan Desta N the gank nya saja sudah mulai membiasakan diri memanggilnya dengan Ustazah.


"Iya... benar sekali. Tapi saya, Ustadz Zainal dan ustzah Dewi gak maksa kok. Karena nanti kajiannya hanya ada di weekend." Jelas Aqeela di depan teman-temannya sebelum mengakhiri pertemuan Jum'at ini.


"Bole minta nomer WAnya gak Ust?" Tiba-Tiba suara seseorang dari barisan paling belakang bertanya.


"Boleh." Aqeela kemudian menyebutkan deretan angka yang sangat dihafalnya.


"Terima kasih, semua untuk hari ini. Yang mau ikut acara opening kajian kita bisa hadir hari minggu sore jam 4." Kata Aqeela


"Dan jangan lupa pakai pakaian yang tertutup karena nanti ada ikhwan yang juga ikut." Sambung Aqeela sambil mengakhiri Kegiatan Rohis putri, hari Jum'at siang.


*******


"Qeee..." Aqeela mencari sumber suara yang memanggil namanya.


"Kenapa Kak?" Begitu menemukan sumber suara itu.


Desta menyerahkan es capucino kepada Aqeela.


"Makasi.. Kak. Tau aja kalo lagi haus." kata Aqeela sambil menerima es capucino dari tangan Desta.

__ADS_1


"Kamu udah bilang ayah ibu kamu kan? soal nanti malem." Tanya Desta


"Waduh.." Aqeela menepuk jidatnya, dia baru ingat soal obrolan Desta tempo hari.


" Belom Kak. Lupa." Jawab Aqeela


"Waduhhh... terus gimana dong." Desta ikut panik.


"Mumpung Mommy sama Daddy aku di rumah."


"Kakak ngomong sendiri gih sama Ayah." Aqeela segera mengeluarkan smartphonenya dan mendial satu nama "ayah".


"Assalamu'alaikum...." Suara di seberang line


Semenit kemudian Desta tampak serius ngobrol dengan seseorang di seberang.


"Nee... Ayah kamu mau ngomong." Desta menyerahkan smartphone Aqeela ke pemiliknya.


Aqeela menerima, namun suara yang di seberang sepertinya sedang marah-marah ke Aqeela.


Aqeela hanya berucap maaf berkali-kali wajahnya nampak memelas. Hanya menunduk.


"Anak ayah itu siapa siih sebenarnya? Aku ato Kakak Desta sih." Omel Aqeela ke Desta setelah menutup telponnya.

__ADS_1


"Sama aku galak banget, tapi sama Kakak baik banget." Lanjut Aqeela gak terima.


Desta hanya tersenyum, gak berani jawab. Takut malah runyam. Desta mulai memahami sifat Aqeela, lewat interaksi komunikasi beberapa hari ini.


Sebetulnya Desta saat itu ingin menenangkan Aqeela. Memeluk atau hanya sekedar mengusak  pucuk kepalanya. Mengatakan, jangan cemas aku disini.


Tapi niat itu tak pernah ia lakukan, mengingat keberadaan Aqeela serta status Ustadzahnya. Desta ingin menjaganya.


"Udah lagian itu juga salah kamu sendiri. Sapa suruh pake acara lupa. Yang penting nanti malam dandan yang cantik. Calon suami dan calon mertua dateng..." Kata Desta sambil ngeluyur, puas jahilin Aqeela.


Meninggalkan Aqeela yang sukses membuatnya jantungan.


******


Tepat pukul setengah empat, Aqeela sudah di WA Ayah supaya segera keluar gak pake acara gossip - gossip sama teman - teman.


Ayah mengingatkan kembali yang harus dilakukannya begitu sampai rumah.


Dan dengan berat hati, Aqeela langsung cuss mobil ayah, begitu jam terakhir selesai.


Aqeela sudah siap jika nanti ia dapat hadiah omelan dari ayah dan ibu.


Membenarkan pernyataan Desta tadi sore.

__ADS_1


Nabila hanya memandang aneh kelakuan sahabatnya yang tidak biasanya.


__ADS_2