MENDADAK USTADZAH

MENDADAK USTADZAH
Bertamu (1)


__ADS_3

Sore yang cerah, langit berwarna jingga yang menawan menemani Aqeela yang lagi sibuk ngeluarin keringat lewat pukulan-pukulan seru di samsak hitam kesayangannya.


Bel rumah Aqeela berbunyi, namun Aqeela mengacuhkannya. Pasti itu teman Ayah atau kalo bukan pasti ibu-ibu kompolek yang nyari ibu.


Karena ayah melihat Aqeela asyik latihan akhirnya, beliau yang berjalan ke depan buat bukain pintu untuk tamunya. Karena istrinya sedang memasak kudapan di dapur.


Begitu pintu di buka, wajah Pak Syarief menampakkan keterkejutan.


"Assalamu'alaikum.... " Sapa sang tamu


"Wa'alaikum salam.." Jawab Ayah Syarief yang seakan dapat kejutan.


“ Loo Ustaz Zainal? Dan ini Nak Desta kan? Yang kemarin abis berantem sama Aqeela.” Lanjut Ayah Syarief.


“Iya Om, saya desta.” Kata Desta sambil cium tangan Pak Syarif.


“ Mari masuk.” Pak Syarif mempersilahkan tamunya masuk.


Setelah tamunya masuk dan duduk, Pak Syarief ke dapur sebentar memberitahu istrinya tentang tamunya.


Meskipun dengan sedikit terkejut Bu Syarief tetap menjalankan perintah suaminya untuk membuatkan suguhan untuk tamunya.


“Aqeela, kemana Om?” Tanya Desta setelah Pak Syarif balik.


“ Kok sepi-sepi saja.” Lanjut Desta

__ADS_1


“ itu tuh dia di halaman belakang, kamu ke sana gih.”


“ Ok, Om.” Desta segera melangkah ke tempat yang ditunjuk ayah Aqeela.


Setelah sampai di halaman belakang rumah Aqeela. Ia melihat Aqeela yang sedang fokus mengayunkan tinjunya.


Desta memperhatikan gerak gerik Aqeela.


Nih, cewek memang ajaib. Gerakan karatenya luar biasa. Kata Desta dalam hati


“Cewek, ayo lawan gue kalo berani.” Teriak Desta sambil menghampiri Aqeela.


Yang dipanggil namanya Nampak terkejut. Setelah dilihat ternyata suara itu milik Desta.


Ditambah penampilannya yang acak-acakan. Bercelana pendek dan kaos oblong press body.


“Hei, ngapain kamu ke sini?” kata Aqeela ketus


“ Mau adu jotos sama cewek cantik yang sekarang udah insyaf. Hee hee hee…” jawab Desta dengan renyah meski dengan nada terdengar sedikit mengolok tapi nadanya terasa unik.


“ Okay, tantangan diterima.”


“ wiik langsung terima aja…”


“ Buat kasi kenang-kenangan sama cowok kayak kamu gak perlu acara tunda. Bisa kita mulai..”

__ADS_1


“ okay.. okay… gak usah terburu-buru.”


Semenit kemudian, sepasang pendekar itu udah ber hap hap yak yak guling guling. Seru…


“Stop.. stop…” teriak Desta menghentikan pergulatan tak berujung itu.


“Stop Qee… Aku udah ngakuin ketangguhan kamu.” Suara Desta terdengar serak dan Napasnya tersengal-sengal.


Desta yakin pertikaian itu tak kan pernah berakhir jika tidak ada yang merasa kalah. karena memang awalnya dia tidak berniat tanding kekuatan dengan Aqeela.Iseng saja.


Ternyata kekuatan Aqeela memang luar biasa.


Bias jadi dulu pas kecil dia jago berantem. Dan bisa jadi musuhnya ada dimana-mana.


Aqeela menuruti permintaan Desta. Karena sebetulnya hari ini dia lagi males adu apapun.


“ sama sapa kamu kesini?” kata Aqeela menyudahi adu jotosnya dan mengajak Desta duduk di kursi taman.


“ Ustaz Zainal” jawab Desta singkat


“Apa? Kenapa kamu ndak ngomong dari tadi.” Kata Aqeela setengan kaget dan melotot.


“ kamu gak nanya.” Senyum Desta


Aqeela berlari masuk kamar, ganti kostum dan ambil kerudung. haa haa haa... Desta hanya tertawa lebar melihat tingkah konyol Desta.

__ADS_1


"Udahlah Qee, aku udah tau aslinya kamu.." Kede Desta.


"Biarin.."


__ADS_2